Mantan Juara Tinju Dunia jadi OB di Kemenpora – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Olahraga

Mantan Juara Tinju Dunia jadi OB di Kemenpora

Ellyas Pical

Ellyas Pical

KENDARINEWS.COM, KENDARI Masih ingat Ellyas Pical, juara dunia tinju asal Indonesia yang begitu membanggakan di tahun 1980-an? Juara IBF Kelas Bantam Yunior itu begitu lekat dalam sejarah olahraga di tanah air ketika pada 3 Mei 1985, Elly, begitu sapaan akrabnya mengkanpaskan petinju asal Korea Selatan,  Chun Ju-do. Sejak itu, Elly benar-benar menjadi pusat perhatian, bahkan setiap pertandingan mempertahankan gelarnya seakan menjadi pemicu meningkatkan rasa nasionalisme.

Ya, lewat kepalan tangan kirinya yang selalu membuat lawan tersungkur menyebabkan Indonesia diperhitungkan dalam perhelatan tinju dunia. Elly sudah menjajaki ring tinju profesional sebanyak 26 kali. Dari 20 kemenangan,  sebelas diperoleh dengan kemenangan Knock Out (KO), sekali imbang dan lima kali kekalahan.

Pria kelahiran Saparua, Ambon 24 Maret 1960 itu memang menjadi idola saat itu. Pelajar dari SD hingga mahasiswa, anak-anak hingga remaja, warung kopi hingga ruang perkantoran menjadikan gaya Elly mengkanpaskan setiap lawannya sebagai topik perbincangan. Betapa tidak, mata Elly melihat bersebrangan dengan tempat mendaratnya pukulan telak dari tangan kirinya yang dikenal sangat keras. Pukulan kiri bersarang, lawan dipastikan tersungkur.

BACA JUGA :  Marquez Pesimis, Bisa Kompetitif Musim Ini

Pada 1986, petinju asal Republik Dominika, Cesar Polanco berhasil menang tipis atas Elly. Pertindangan itu menjadi pelajaran berharga bagi Elly untuk lebih giat berlatih dan tidak terpaku pada tangan kirinya saja. Latihan keras itu berbuah manis, karena Elly berhasil merebut kembali gelarnya dengan mengkanvaskan Cesar Polanco pada 5 Juli 1986.

Elly juga berhasil mengalahkan petinju asal Korea Selatan, Dong-chun Lee dalam pertandingan mempertahankan gelar. Pada tahun 1987, publik menyaksikan pertandingan paling dramatis yang dilakoni Elly ketika menantang juara WBA Khaosai Galaxy. Petinju asal Thailand yang juga punya nama besar itu membuat Elly terkapar di ujung ring di ronde ke 14, dengan pelipis luka yang mengalir banyak darah. Kekalahan itu memang membuat Elly drop, namun beberapa bulan kemudian, Elly kembali bangkit dan mampu merebut kembali gelar IBF Kelas Bantam Yunior dengan mengkanpaskan juara bertahan Tae-ill Chang asal Korea Selatan.

BACA JUGA :  Desa Marobo Kondisinya Seperti Ini

Setelah mempertahankan dua kali gelarnya, Elly harus kehilangan gelarnya saat berhadapan dengan Juan Polo Perez, petinju asal Kolombia pada tahun 1989. Sejak itu, prestasi Elly terus menurun, bahkan Elly nyaris hilang dalam blantika tinju profesional. Ironisnya, nama Elly menjadi perhatian lantaran harus berurusan dengan polisi karena transaksi narkoba di salah satu diskotik di Jakarta Pusat pada 13 Juli 2005. Dari peristiwa itu diketahui, sejak menggantungkan sarung tinju Elly melakoni berbagai profesi untuk menyambung hidup, salah satunya sebagai petugas keamanan di diskotik, yang menyebabkan Elly merasakan pengapnya sel tahanan selama 7 bulan lamanya.

BACA JUGA :  Kapolda Sultra: Instruktur Sudah Berpengalaman Tangani Bahan Peledak

Setelah menghirup udara bebas, beberapa profesi dilakoni ayah dari Lorinly dan Matthew Pical ini. Salah satunya menjadi Office Boy di Kementerian Pendidikan dan Olahraga hingga saat ini. Kekalahan KO yang begitu dramatis diterimanya atas Khaosai Galaxy ternyata tidak seberapa dibanding tantangan kehidupan yang kini dijalani sang legenda tinju asal Indonesia itu.  (berbagai sumber)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top