Mantan Ketua KPU Kendari Ditahan – Kendari Pos –
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Mantan Ketua KPU Kendari Ditahan

Syam Abdul Jalil

Syam Abdul Jalil

KENDARINEWS.COM, KENDARI – Syam Abdul Jalil, Ketua KPU Kota Kendari periode 2009-2014, harus merasakan pengabnya ruang tahanan. Itu setelah pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari menjebloskannya ke hotel prodeo itu  pada hari Kamis (2/3/2016) , karena diduga ikut menikmati penyelewengan dana hibah Pilwali Kota Kendari tahun 2012.

Langkah ini diambil jaksa karena dalam fakta persidangan terhadap tersangka lain yakni mantan bendahara KPU, Purbatin Hadi, mantan Ketua KPU itu diduga kuat mencicipi duit yang diduga hasil korupsi sebesar Rp 1,3 M.

Dugaan itu menyusul langkah Syam memindahkan uang negara senilai Rp 1,3 untuk penyelenggaraan Pilwali Kota Kendari pada rekening pribadinya yakni CMB Niaga dan Arta Graha. Dengan bukti itu dan keterangan saksi, Syam akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pada 22 Februari 2015.

Sebelum dijebloskan ke sel, Syam terlebih dahulu diperiksa kesehatannya oleh pihak Kejari selama 1 jam .Setelah pemeriksaan, tanpa didampingi kuasa hukumnya, mantan Caleg DPD RI ini lalu digiring ke mobil milik Kejari Kendari dan langsung menuju ke rumah tahanan (Rutan) Punggolaka. Syam hanya di dampingi putrinya bernama Maya Puspita Hamra. Tak ada jawaban yang dilontarkan Syam terhadap awak media. Syam yang mengenakan kemeja hitam plus celana jeans biru cuma melambaikan tangan dan tersenyum tipis kepada wartawan.

Menurut Kajari Kendari, Yohanes Gatot Irianto, Syam Abdul Jalil diduga kuat ikut terlibat menikamati uang negara sebesar Rp. 1,3 miliar saat Pilwali tahun 2012. Kata Gatot, Syam adalah bagian dari pengembangan tersangka setelah mantan bendahara KPU, Purbatin Hadi di tetapkan Oktober jadi tersangka tahun 2015 lalu. “Ditetapkan sebagai tersangka sejak 22 Februari, namun baru kami tahan, sebab ditakutkan tersangka bakal melarikan diri dan menghilangkan barang bukti,” ujar Gatot.

Saat pemanggilan kedua, kata Gatot, sebenarnya tersangka akan diperiksa dulu terkait lanjutan pemeriksaanya yang sebelumnya. Hanya kata Gatot, pihaknya tak melakukan itu karena yang bersangkutan tidak di dampingi oleh penasehat hukumnya “Tidak diperiksa, sebab menurut pasal 56 KUHAP penyudik tidak bisa melakukan pemeriksaan kepada kasus yang ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun penjara,” ucapnya.

Untuk sementara, tersangka di jerat dengan pasal 2 junto pasal 18 UU Tipikor Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang diubah dengan undang undang nomor 20 tahun 2001, juga pasal 3 junco pasal 18 undang undang tindak pidana korupsi nomor 31 tahun 1999 dengan ancaman penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun penjara.

Syam Abdul Jalil merupakan saksi pada kasus dugaan korupsi dana hibah dengan terdakwa Purbatin. Namun seiring pengembangan kasus tersebut tim penyidik kemudian menemukan fakta baru yang melibatkan pada dirinya. Dengan bukti keterangan saksi dan barang buku rekening yang terkuak di persidangan, Syam akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. (kendaripos.fajar.co.id)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top