Bupati Ingin Konawe sebagai Pusat Kebudayaan – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Bupati Ingin Konawe sebagai Pusat Kebudayaan

 makanan khas
KENDARINEWS.COM,KENDARI—Puncak pelaksanaan hari ulang tahun Kabupaten Konawe ke 56 telah dilangsungkan Kamis (3/3/2016). Nuansa kebudayaan Tolaki benar-benar ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Pada upacara puncak HUT Konawe, misalnya, Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa, Wakil Bupati Konawe, Parinringi, serta seluruh pejabat, pegawai hingga camat dan lurah serta kepala desa se-Kabupaten Konawe memakai pakaian adat Tolaki.

Demikian halnya stand pameran dan makanan yang disajikan benar-benar budaya Tolaki. Di stand pameran tidak hanya menampilkan keberhasilan pembangunan yang telah dicapai pemerintah dan masyarakat, tetapi juga menampilkan beberapa kekhasan budaya Tolaki. Mulai dari stand pameran yang didekor khas Tolaki, juga pakaian adat, tabere, karada, taawu dan oboru, serta berbagai anyaman kerajinan khas masyarakat Tolaki ditampilkan.
Berbagai kuliner yang ditampilkan pun benar-benar khas Tolaki, seperti Sinonggi plus dula (tempat sagu disiram air panas) terbuat dari kayu, pokea, dan beraneka hidangan ikan air tawar, daging bakar, dan sayur mayor yang dibuat khas umumnya masakan budaya Tolaki.

Tampilan itu mendapat apresiasi Gubernur Nur Alam. Menurutnya, apa yang dilakukan Bupati Konawe, Kery saiful Konggoasa sebagai langkah yang bagus dalam memelihara nilai dasar dari kebudayaan di Sultra, khususnya kebudayaan Tolaki. “Daerah dan Negara ini akan dihargai orang, memiliki harkat dan martabat, karena kemampuanya untuk mempertahankan nilai-nilai dan kearifan lokal yang positif,” kata Nur Alam, seusai mencicipi hidangan menu khas Tolaki.

Apa yang ditampilkan pada HUT Konawe ke 56 tersebut ternyata merupakan bentuk dari keinginan kuat Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa untuk menjadikan Konawe sebagai pusat kebudayaan Tolaki. Olehnya, Pemerintah Kabupaten Konawe, baik eksekutif maupun legislatifnya telah bersepakat untuk menerbitkan Perda Kearifan lokal.

Perda Kearifan Lokal tersebut diharapkan akan mengangkat khasana budaya lokal. Perda tersebut merupakan upaya membangun Konawe sebagai pusat peradaban, pusat kebudayaan, dan Konawe sebagai negerinya para leluhur suku Tolaki di Sultra. (sawal lakawa)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top