Peringatan Dini Tsunami Dicabut, Masyarakat Mentawai Aman – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Internasional

Peringatan Dini Tsunami Dicabut, Masyarakat Mentawai Aman

Ilustrasi

Ilustrasi

KENDARINEWS.COM, MENTAWAI – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencabut peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa 7,8 skala richter, Rabu (2/3) malam sekitar pukul 19:49 WIB.

Itu dilakukan setelah Posko BNPB menerima informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“BNPB menerima pencabutan peringatan tsunami pada Rabu (2/3) pukul 22.34 WIB. Dengan demikian masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing dengan tenang. Tidak perlu takut dan kondisi aman,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya yang diterima JawaPos.com, Kamis (3/3) pagi.

BACA JUGA :  Alhamdulillah, Sultra Bakal Miliki Embarkasih Haji

Dijelaskan Sutopo, tsunami terdeteksi di Pulau Cocos setinggi 10 cm pada pukul 21.15 WIB dan di Padang setinggi 5 cm pada pukul 21.40 WIB.Posko BNPB, kata dia, telah dapat berkomunikasi dengan BPBD Mentawai dengan radio komunikasi.

Dilaporkan bahwa kondisi masyarakat aman. Masyarakat telah berada di tempat-tempat yang aman.

“Masyarakat di Sikakap, Pagai Selatan, Sipora, Siberut dan Kepulauan Mentawai lain dalam kondisi aman dan mengungsi di tempat yang tinggi, sambung Sutopo.

BACA JUGA :  2 Fase Menegangkan Bagi Ibu Hamil

Pun seperti halnya di daerah-daerah di pulau sepanjang pantai Barat Sumatera seperti Nias Selatan, Nias, Simeuleu, Aceh Singkil, Aceh Barat, Muko-Muko, daerah di sepanjang Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu dan Lampung.

“Semuanya dilaporkan aman. Tidak ada korban jiwa, kerusakan bangunan dan tsunami tidak terlihat di pantai. BMKG Sumbar telah mencabut peringatan tsunami untuk 15 daerah sejak pukul 21.30 Wib,” ungkap alumnus Institut Pertanian Bogor itu.

Masyarakat di Kota Padang dan sebagian di pesisir barat Sumatera merespon peringatan tsunami dengan evakuasi di shelter tsunami. Sebelumnya BNPB membangun beberapa shelter dan telah digunakan masyarakat evakuasi. Selain itu juga memanfaatkan atap masjid, gedung bertingkat, sekolah dan lainnya.

BACA JUGA :  Meski Sakit, BJ Habibie Beri Nasihat ke Golkar

Di beberapa tempat terjadi kepanikan, kemacetan lalu lintas karena banyak masyarakat yang membawa kendaraan bermotor.

“Dengan dicabutnya peringatan tsunami maka masyarakat diminta kembali ke rumah dengan tertib. Tidak perlu takut. Yang penting selalu waspada dan mengikuti arahan aparat,” pungkasnya.(mam/JPG) 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top