OJK Dorong Perluasan Akses Keuangan UMKM – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Ekonomi & Bisnis

OJK Dorong Perluasan Akses Keuangan UMKM

Yusuf/Kendari Pos__Ketua OJK Sultra, Widodo, menyerahkan cinderamata kepada Gubernur Sultra, H. Nur Alam, saat pertemuan tahunan industri jasa keuangan dan stakeholder di Grand Clarion Hotel Kendari, Senin (29/2) lalu.

Yusuf/Kendari Pos__Ketua OJK Sultra, Widodo, menyerahkan cinderamata kepada Gubernur Sultra, H. Nur Alam, saat pertemuan tahunan industri jasa keuangan dan stakeholder di Grand Clarion Hotel Kendari, Senin (29/2) lalu.

KENDARINEWS.COM, KENDARI Kesulitan akses keuangan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah persoalan yang sering dialami pengusaha kecil. Untuk itulah, Otorisasi Jasa Keuangan (OJK) di Sultra mendorong adanya perluasan akses keuangan UMKM yang dapat mendukung pertumbuhan perekonomian daerah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua OJK Sultra, Widodo, saat Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan dan Stakeholder, Senin (29/2) lalu di Grand Clarion Hotel Kendari. Katanya, OJK berperan dalam pembiayaan mikro dengan mengarahkan semua lembaga keuangan yang ada untuk membantu pengembangan keuangan mikro.

BACA JUGA :  Kemenkop Akan Bentuk Pengawas Koperasi

Namun, membuka akses keuangan bukanlah satu-satunya faktor penentu keberhasilan UMKM dan pengusaha pemula dalam menyerap tenaga kerja dan mengentaskan masalah kemiskinan. Menruut Widodo, diperlukan upaya peningkatan kapasitas UMKM dan pengusaha pemula melalui berbagai program pendampingan. Pada tahun ini pemerintah telah mengalokasikan dana yang cukup besar untuk membuka akses pembiayaan bagi UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Apalagi dengan suku bunga yang relatif terjangkau serta cakupan usaha yang lebih luas. Untuk meningkatkan penyerapan KUR yang lebih merata, kami akan menfasilitasi, agar lebih banyak bank maupun industri jasa keuangan non bank yang memenuhi syarat untuk menyalurkan kredit. Kami meyakini pelaksanaan KUR yang bertanggungjawab akan berdampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

BACA JUGA :  FIFGROUP Beri Kejutan Pelanggan di 11 Kota

UMKM per posisi Desember 2015 sebesar Rp 5,20 triliun dengan pertumbuhan sebesar 8,61 persen. Sementara untuk KUR sebesar Rp 182 miliar, menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 385 miliar. Untuk industri jasa keuangan non bank, piutang pembiayaan Sultra sebesar Rp 1,88 triliun dan piutang pembiayaan nasional sebesar Rp 363,65 triliun.

BACA JUGA :  Dua Avanza Terbaru Ramaikan Pasar MPV Sultra

“Pembiayaan modal ventura di Sultra sebesar Rp 13,38 miliar dengan total aset sebesar Rp 18,70 miliar. Selain itu, total aset dana pensiun di Sultra sebesar Rp 115,50 miliar dengan tingkat pertumbuhan 0,93 persen. Berdasarkan overview kinerja industri jasa keuangan, perekonomian Sultra diharapkan tidak hanya tumbuh, namun berdampak untuk kesejahteraan rakyat,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sultra, Nur Alam mengungkapkan, ada dua cara yang dapat dilakukan untuk memperkuat basis ekonomi, yakni meningakatkan UMKM dan memanfaatkan industri jasa keuangan dengan baik. Memberdayakan UMKM dan memberikan akses keuangan yang lebih luas maka akan menyerap tenaga kerja, mengurangi pengangguran dan mengentaskan masalah kemiskinan. “Olehnya itu, UMKM juga perlu kita tingkatkan kapasitasnya agar mampu bersaing secara global, khususnya dalam menjawab tantangan MEA,” tutupnya. (myu/b)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top