Kita "Dijajah" India ? – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Xpresi

Kita "Dijajah" India ?

Xpresi

[dropcap]Setelah[/dropcap] “dijajah” Korea dengan gempuran film, fashion ala-ala Korea sampe gaya rambut, kini kita “dijajah” lagi ama drama India. Mulai anak-anak hingga emak-emak doyan tongkrongin tivi untuk liatin film India. Jadi demam India deh.

Kalangan anak-anak pasti akrab dengan film Baalveer dan Veera. Kalo emak-emak sukanya, Ashoka, Joda Akbar, Mahabhrata, Uttaran dan Mahaputra lain-lain. Sampe-sampe pemeran Arjuna dan Pandawa lainnya pernah berkunjung ke Ibu Kota Jakarta untuk temu fans. Jangan-jangan sobat Xpresi jadi suka film India juga nih.

Emang sih ini sudah zaman globalisasi. Bangsa ini terbuka dengan kehadiran budaya luar, namun sejatinya ada filter (penyaringan) akan budaya yang masuk tersebut. Namun bukan berarti gempuran drama India itu merusak tatanan budaya kita. Hanya saja setiap budaya yang masuk harus sarat nilai edukasinya. Tidak semata-mata menonjplkan sisi actionnya atau konfik emosi dalam alur drama.

BACA JUGA :  HaPe Sering Hang, Dongkolku Deh !!!

Mungkin faktor wajah rupawan pemain drama India laris manis di Indonesia. Termasuk alur cerita yang menyentuh sisi emosi sehingga mampu menguras air mata. Gimana ya komentar sobat Xpresi tentang gempuran drama dan film India ini. Yuk simak komentar mereka.

Jalan cerita film India dan gaya berjoget mereka mungkin jadi rahasia sukses film-film Bollywood loh sob, seperti kata Sriwahyuningsih ini sob, “Mungkin yang bikin banyak peminatnya karna banyak menyanyi sama tari-tariannya, karena senang juga orang liat. Biasanya sih kalangan ibu-ibu yang suka nonton,” ujar mahasiswa FISIP UMK ini, Jumat (19/2).

Film yang kebanyakan bercerita tentang kisah-kisah masa lampau ini memang saat ini tengah merajai layar kaca tanah air mengalahkan sinetron-sinetron yang sebelumnya merajai layar kaca Indonesia seperti Ganteng-Ganteng Serigala dan yang lainnya sob.

BACA JUGA :  Buserkah ??? Utamakan Dong Keselamatan

Alasannya karena dalam drama India paling dikit adegan fightingnya. Jadi anak-anak dan remaja pun bisa menontonnya sob. “Sinetron Indonesia sering ada baku pukulnya jadi rawan diimitasi oleh anak-anak kalo nonton, makanya lebih baik nonton film atau tayangan yang ada edukasinya saja,” ulas Nandar Yanuar, siswa SMKN 2 Kendari.

Wajar-wajar saja film dan drama India ini memiliki banyak penggemar di Indonesia, karena meskipun film-film tersebut bercerita tentang kisah-kisah sejarah masa lampau tetapi kalian tidak sampai melupakan kewajiban seperti tetap belajar, membantu ortu beres-beres rumah.  “Gak salah sih kalo nonton drama India, asalkan semua tugas kuliah dan pekerjaan dalam rumah udah kelar. Anggap saja nonton drama India untuk mengisi waktu senggang,” jelas Dwi Putra F, mahasiswa Teknik Unsultra ini.

BACA JUGA :  Kangen Mulu, Telponan Dong !!!

Tak dipungkiri, besarnya penerimaan masyarakat Indonesia pada serial India jadi pemicu stasiun televisi berlomba-lomba menampilkan tayangan serupa. Serial India ini dinilai menjadi pelepas dahaga masyarakat Indonesia akan tayangan yang bernilai dan mengajarkan nilai-nilai kehidupan, seperti kata Indriyanti ini. “Mungkin orang Indonesia bosan mi menonton film-film buatan negeri sendiri yang begitu-begitu saja, jadi pas munculnya film dan drama India langsung banyak yang suka karena ceritanya berbeda,” kata Indriyanti,mahasiswi Fekon UMK ini.

Sebagaimana fenomena budaya Korea yang masuk melalui film-filmnya, kehadiran budaya India ini juga harus disikapi dengan bijak yahh sobat. Ambil sisi positifnya dan abaikan sisi negatif jika ada. (Nunik)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top