Seni Ataw Vandalisme – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Xpresi

Seni Ataw Vandalisme

Xpresi

[dropcap]Sering[/dropcap] gak coret-coret dinding dengan gambar or tulisan tertentu ? Kalo coretannya asalan tanpa makna tertentu bisa jadi itu kenakalan remaja yang cenderung mengarah ke aksi vandalisme. But kalo nyoret dinding dengan beragam komposisi warna, bentuk dan volume berupa gambar, atau kalimat maka bisa diartikan seni grafiti karena menampilkan sisi keindahannya. Itu pun dilakukan bukan pada fasilitas umum. Tapi faktanya, banyak diantara kalian yang nyoret dinding fasilitas umum. Itu sih bukan seni grafiti tapi merusak fasilitas publik.

Pelaku coret dinding biasanya punya jawaban pembenaran, bahwa coret-coretan itu sebagai bentuk kreativitas dan bentuk pencarian  jati diri sekaligus untuk menunjukkan eksistensi mereka. Masa segitu amat juga cara proses pencarian jati dirinya sobat ?

BACA JUGA :  Kita "Dijajah" India ?

Menyalurkan bakat terpendam emang gak ada salahnya sobat but harus kontrol yak!!! Harus disalurkan di tempat yang tepat seperti di kertas atau kanvas mungkin. Coz, jika kalian menyalurkan seni grafiti yang bukan pada tempatnya justru tidak menampilkan sisi estetikanya sobat.
Yuk simak cuap-cuapan sobat Xpresi tentang karya seni grafiti ini. Ada yang pro karena dianggap sebuah seni, sedangkan yang kontra menilai grafiti ini tidak menampilkan sisi keindahan. Cekidottt!!

Ternyata masih banyak yang menentang aksi remaja yang punya hobi seperti ini sobat. Sukma Umar mengatakan apapun alasannya aksi coret-coret dinding itu hanya akan merusak pemandangan karena membuat grafiti itu terlihat ganjil diantara tempok putih sekelilingnya. “Kurang suka sih karena mereka gambarnya sembarangan, gak lihat tempat dan di fasilitas umum pula,” ujar mahasiswi FEB UHO ini, Selasa (9/2) kemarin.

BACA JUGA :  Gara-gara Si Makcomblang

Begitu pula komentar Sri Rahayu. Menurutnya, menyalurkan bakat sih boleh-boleh aja but mesti memperhatikan tindakan yang akan kita ambil apakah akan merugikan orang lain atau tidak. “Corat-coret fasilitas umum itu tidak dibenarkan dan tidak patut dicontoh karena kebersihan fasilitas seharusnya kita jaga bersama bukan mengotorinya secara berjamaah,” ugkap mahasiswi Kimia UHO ini.

Berbeda dengan komentar sobat Xpresi diatas, dua sobat kita lainnya menganggap grafit itu bagian dari seni dan perlu dikembangkan. Menurut Anik Meiliana, bakat seperti ini sangat menarik dan harus dikembangkan en akan menjadi lebih bagus jika disalurkan pada tempat yang tepat. “Kalo ada support pemerintah untung memberi ruang mereka berekspresi pasti lebih baik lagi,” ungkap siswi SMAN 5 Kendari ini.

BACA JUGA :  Hemat Air Yuk..!!!

Agar tidak terjadi aksi vandalisme, Ichal mengusulkan pengambil kebijakan untuk menyediakan view khusus bagi pecinta seni grafiti. Sehingga mereka gak akan coret-coretan di sembarang tempat dan merusak dinding. “Kalo saya setuju, karena tidak semua orang bisa punya bakat seperti itu dan bantuan pemerintah untuk mengsupport itu sangat penting,” pungkas mahasiswi FKIP UHO ini. (Sarah)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top