Pentingnya Ekstrakurikuler Pada Satuan Pendidikan – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Opini

Pentingnya Ekstrakurikuler Pada Satuan Pendidikan

Muh Yusuf/KP__Siswa SDN 15 Abeli sedang latihan menggunakan musik bambu, Sabtu (1/8). Dalam satu kelompok, bisa terdiri dari 20 orang atau lebih dengan menggunakan empat jenis alat musik bambu

Muh Yusuf/KP__Siswa SDN 15 Abeli sedang latihan menggunakan musik bambu, Sabtu (1/8). Dalam satu kelompok, bisa terdiri dari 20 orang atau lebih dengan menggunakan empat jenis alat musik bambu

Pengembangan potensi peserta didik menjadi salah satu tugas penting penyelenggara pendidikan. Pengembangan dimaksud sebagaimana termaktub dalam tujuan pendidikan nasional pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Disitu dijelaskan bahwa tujuan pendidikan nasional untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (TYME), berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Tujuan pendidikan ini salah satunya bisa dicapai atau diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan perangkat operasional (supplement dan complements) kurikulum. Semua satuan tingkat pendidikan bisa diberlakukan kegiatan ekstrakurikuler. Mulai tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) hingga sekolah menengah atas (SMA). Nah, kondisi ini menuntut pelaku pendidikan untuk lebih giat dan serius dalam menyusun rencana kerja tahunan/kalender pendidikan satuan pendidikan, supaya harapan itu bisa tercapai. Kegiatan ekstrakurikuler menjembatani kebutuhan perkembangan peserta didik yang berbeda. Seperti perbedaan sense akan nilai moral dan sikap, kemampuan, dan kreativitas.

Melalui partisipasinya dalam kegiatan ekstrakurikuler peserta didik dapat belajar dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dengan orang lain, serta menemukan dan mengembangkan potensinya. Kegiatan ekstrakurikuler juga memberikan manfaat sosial cukup besar. Lewat kegiatan seperti ini peserta didik bisa belajar memahami orang lain dan mengaktualisasi diri.

Sebagai perangkat operasional kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler perlu disusun dan dituangkan dalam rencana kerja tahunan/kalender pendidikan. Hal ini sebagaimana diatur pada pasal 53 ayat (2) butir a Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan) serta dievaluasi pelaksanaannya setiap semester oleh satuan pendidikan.

BACA JUGA :  LGBT, Buah Sistem Liberal

Program dan Pelaksanaan Ekstrakurikuler

Dalam Kurikulum 2013, kegiatan ekstrakurikuler dikelompokkan menjadi dua, yakni ekstrakurikuler wajib dan ekstrakurikuler pilihan. Ekstrakurikuler wajib merupakan program yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik, seperti kegiatan Pramuka.

Semua peserta didik harus ikut kegiatan ini, kecuali mereka dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkannya untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Dalam Kurikulum 2013, Kepramukaan ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib dari sekolah dasar (SD/MI) hingga sekolah menengah atas (SMA/SMK). Pelaksananannya dapat bekerja sama dengan organisasi Kepramukaan setempat. Sedangkan, ekstrakurikuler pilihan merupakan kegiatan yang hanya peserta didik berminta yang mengikutinya. Seperti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Unit Kegiatan Siswa (UKS), Palang Merah Remaja (PMR). Ekstrakurikuler pilihan dapat juga berbentuk kegiatan seperti  kelompok atau klub yang kegiatan ekstrakurikulernya dikembangkan atau berkenaan dengan konten suatu mata pelajaran. Misalnya Karya Tulis Ilmiah (KIR), klub sepak bola, bola voli dan lainnya. Berkenaan dengan hal tersebut, satuan pendidikan (kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan) perlu secara aktif mengidentifikasi kebutuhan dan minat peserta didik.

Kalau sudah diketahui potensinya, maka bisa didorong untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang bermanfaat positif bagi peserta didik. Sudah pasti kalau ada siswa yang punya bakat main bola bisa didorong untuk gabung klub sepakbola. Peserta didik yang suka ikut olimpiade bisa gabung kelompok belajar. Intinya, peserta didik harus diarahkan sesuai minat dan potensinya. Diharapkan dengan cara ini, mereka bisa mengasah kemampuannya sejak dini sehingga akan bermanfaat nantinya.

BACA JUGA :  Sensus Ekonomi 2016: Momentum Memotret Aktivitas Ekonomi Daerah

Ide pengembangan suatu kegiatan ekstrakurikuler dapat pula berasal dari peserta didik atau sekelompok peserta didik. oleh karena itu penjadwalan waktu kegiatan ekstrakurikuler sudah harus dirancang pada awal tahun atau semester oleh pihak sekolah. Jadwal waktu kegiatan ekstrakurikuler diatur sedemikian rupa sehingga tidak menghambat pelaksanaan kegiatan kurikuler atau dapat menyebabkan gangguan bagi peserta didik dalam mengikuti kegiatan kurikuler. Misalnya, kegiatan ekstrakurikuler dilakukan di luar jam pelajaran tapi itu terencana setiap hari.

Kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan setiap hari atau waktu tertentu (blok waktu). Kegiatan ekstrakurikuler seperti OSIS, klub olahraga, atau seni mungkin saja dilakukan setiap hari setelah jam pelajaran usai. Kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan selain memiliki fungsi pengembangan, sosial, rekreatif, dan persiapan karir. Secara umum, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan mempunyai tujuan seperti berikut:

a) Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik. b) Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat mengembangkan bakat dan minat peserta didik dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya.

Lebih dari itu sebenarnya, kegiatan ekstrakurikuler bisa melatih peserta didik supaya lebih mandiri. Fakta menunjukan, peserta didik yang sering ikut organissai atau kegiatan ekstrakurikuler akan lebih berhasil ketimbang yang apatis. Hanya tentu perlu juga dikontrol supaya, kegiatan tersebut tidak mengganggu aktivitas belajar regulernya.

Penilaian Kegiatan Ekstrakurikuler

Penilaian perlu diberikan terhadap kinerja peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler. Kriteria keberhasilan lebih ditentukan oleh proses dan keikutsertaan peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler yang dipilihnya. Penilaian dilakukan secara kualitatif. Artinya, buah dari kegiatan itu yang akan menjadi ukuran. Misalnya belajar tentang kepemimpinan di OSIS. Nah, itu bisa dilihat kemampuan masing-masing. Caranya bisa diberi kepercayaan untuk menjadi ketua kelas atau memandu teman-temanya ketika ada sebuah kegiatan.

BACA JUGA :  Wujudkan KPID Independen Dan Berdedikasi Kemajuan

Banyak hal bisa menjadi sarana penilaian. Intinya sebenarnya, peserta didik harus mendapatkan nilai memuaskan pada kegiatan ekstrakurikuler wajib pada setiap semester. Nilai yang diperoleh tersebut akan berpengaruh terhadap kenaikan kelas peserta didik. Satuan pendidikan dapat dan perlu memberikan apresiasi kepada peserta didik yang memiliki prestasi sangat memuaskan atau cemerlang dalam satu kegiatan ekstrakurikuler wajib atau pilihan. Penghargaan tersebut diberikan untuk pelaksanaan kegiatan dalam satu kurun waktu akademik tertentu. Misalnya, setiap akhir semester, akhir tahun, atau pada waktu peserta didik telah menyelesaikan seluruh program pembelajarannya.

Penghargaan tersebut memiliki arti sebagai suatu sikap menghargai prestasi seseorang, dan bagi peserta didik penghargaan yang diberikan oleh pihak sekolah memiliki arti yang sangat besar sebagai motivasi untuk selalu berprestasi. Kebiasaan satuan pendidikan memberikan penghargaan terhadap prestasi baik akan menjadi bagian dari diri peserta didik setelah mereka menyelesaikan pendidikannya. Adapun manfaat kegiatan ekstrakurikuler bagi siswa adalah: Menjadikan anak aktif, mengajarkan kerja sama tim, menyalurkan energi dan kreativitas, mengurangi risiko stres dan belajar manajemen waktu.

Evaluasi Program Ekstrakurikuler

penulis

penulis

Program ekstrakurikuler merupakan program yang dinamis. Satuan pendidikan dapat menambah atau mengurangi ragam kegiatan ekstrakurikuler berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pada setiap semester. Satuan pendidikan melakukan revisi “Panduan Kegiatan Ekstrakurikuler” yang berlaku di satuan pendidikan untuk tahun ajaran berikutnya. Dari hasil evaluasi tersebut dan mendiseminasikannya kepada peserta didik dan pemangku kepentingan lainnya. Semoga pelaksanaan program ekstrakurikuler pada satuan pendidikan menuai manfaat signifikan dalam pengembangan kemampuan intelektual, emosional, spiritual, sosial, serta pengembangan keterampilan dan kepribadian peserta didik. Intinya, kegiatan ekstrakurikuler sangat penting sehingga perlu diikuti oleh semua peserta didik. Paling tidak, lewat kegiatan seperti itu mereka bisa mengenal potensi dirinya. (*)

*Guru SMKN 1 Kendari. Saat ini sedang menempuh studi Doktoral (S3) di Universitas Halu Oleo (UHO)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top