Mulai 1 Februari, Tarif Listrik Turun – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Mulai 1 Februari, Tarif Listrik Turun

ilustrasi. Foto: Int

ilustrasi. Foto: Int

KENDARINEWS.COM, JAKARTA – PT PLN kembali menurunkan tarif dasar listrik (TDL) untuk Februari. Jumlahnya tidak sebesar penurunan Desember 2015 ke Januari 2016 yang mencapai Rp100 per kWh. Bulan depan tarif untuk 12 golongan pelanggan turun Rp11 sampai Rp17 per kWh.

Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun mengatakan, penurunan itu bisa menjadi kabar gembira bagi sektor industri dan bisnis. Dia mengatakan, penurunan tersebut diharapkan bisa mengurangi beban finansial penggerak perekonomian.  “Tarif adjustment untuk Februari turun,’’ ujarnya kemarin.

Dia memerinci, tarif tegangan rendah turun dari Rp1.409 per kWh pada Januari menjadi Rp1.392 per kWh. Jadi, penurunannya Rp17 per kWh. Lalu, tegangan menengah yang banyak dimiliki industri dan bisnis turun Rp13 per kWh.

BACA JUGA :  Biaya Admin Token Listrik Bebani Warga Miskin

“Sedangkan tarif tegangan tinggi atau industri besar turun Rp11 per kWh,” jelasnya.
Penurunannya memang tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan bulan ini. Namun, Benny berharap penurunan itu bisa menjadi stimulus untuk lebih kompetitif dibanding barang impor.
Soal rendahnya penurunan, Benny mengatakan, ada alasan tersendiri. Dari tiga hal yang menjadi patokan, yakni harga minyak, inflasi, dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), hanya Indonesia Crude Price (ICP) yang turun. Sebaliknya, dua faktor lain naik.

Nilai tukar, misalnya. Dari rata-rata Rp13.673 per dolar AS pada November 2015 menjadi Rp13.855 di Desember 2015. Sedangkan inflasi dari 0,21 persen pada November menjadi 0,96 persen di Desember 2015.

BACA JUGA :  52 Perusahaan AS Minati Program 35.000 MW

“Yang lebih besar justru dari penurunan harga minyak,’’ jelasnya.
Berdasar catatan PLN, ICP pada November berada di kisaran 41,44 dolar AS per barel. Untuk rata-rata Desember, turun menjadi 35,47 dolar AS per barel. Harga minyak sampai hari ini terus anjlok. Sesuai kriteria yang dikeluarkan PLN, tegangan rendah meliputi tarif rumah tangga 1.300 VA sampai 6.600 VA ke atas, termasuk bisnis daya 6.600 VA sampai 200 kVA.

Sedangkan tegangan menengah mencakup bisnis daya di atas 200 kVA dan industri I-3 daya di atas 200 kVA. Selanjutnya, tegangan tinggi dengan daya 30 ribu kVA ke atas. Lantas, dari 12 golongan pelanggan itu, ada kantor pemerintah daya 6.600 VA sampai di atas 200 kVA. Ada pula penerangan jalan umum dan layanan khusus.

BACA JUGA :  Hati-Hati, Layanan Gratis Tambah Daya PLN Bak Madu yang Beracun

Manajer Senior Public Relations PLN Agung Murdifi menambahkan, perseroan memang menghitung rata-rata tiga unsur itu dua bulan sebelum penetapan harga baru. Untuk memprediksi apakah TDL turun pada pergantian bulan, bisa dilihat dari rata-rata ICP, inflasi, dan nilai tukar dua bulan sebelumnya. “Untuk tarif baru, memang berdasarkan tiga makroekonomi tersebut,” katanya.(dim/c10/oki)

Komentar

komentar

1 Comment

1 Comment

  1. software pulsa

    30 Jan 16 09:53 at 09:53

    Naik turun tidak masalah kita ikuti kebijakan pemerintah saja..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top