Wali Kota Kendari Geram – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Wali Kota Kendari Geram

ELYN IPO/KENDARI POS__Wali Kota Kendari, Ir. H. Asrun terlihat geram saat mengetahui ada warga yang menebang pohon mangrove di Bungkutoko.

ELYN IPO/KENDARI POS__Wali Kota Kendari, Ir. H. Asrun terlihat geram saat mengetahui ada warga yang menebang pohon mangrove di Bungkutoko.

KENDARINEWS.COM, BUNGKUTOKO – Rona wajah Wali Kota Kendari, Ir. H. Asrun mendadak berubah. Dalam acara peresmian Tracking Mangrove Bungkutoko Kamis (28/1), ia terlihat kecewa menyaksikan kondisi hutan mangrove di Bungkutoko yang sebagian telah ditebang warga. Rasa geram pun disampaikannya di hadapan warga Bungkutoko. “Saya kunjungi kawasan ini dua minggu lalu masih bagus, rimbun dan padat. Sekarang kok ditebang, kenapa sampai seperti ini. Padahal kita buatkan wisata tracking ini supaya indah, agar Bungkutoko ini bisa naik namanya, kalau ditebang itu sudah salah, melanggar Perda RTH kita,” ketusnya.

BACA JUGA :  Hati-hati ada Pekerjaan Jalan, Itu Himbauan Kasat Lantas

Dia juga menyayangkan luasan mangrove yang ditebang lebih dari satu hektar. Belum diketahui tujuan warga menebang hutan pohon bakau yang masuk dalam Ruang Terbuka Hijau ini. Namun apapun peruntukan yang direncanakan warga meskipun dia pemilik lahan, dipastikan akan ditolak pemerintah. “Pokoknya jangan diganggu-ganggu karena kita sudah Perdakan sebagai RTH. Kalaupun sudah terlanjur ditebang, kita akan biarkan sampai tumbuh lagi bahkan kita rencanakan ada pembibitan dan penanaman mangrove di sini,” tegas Kendari-1 itu.

BACA JUGA :  Polairud Polda Sultra Rayakan HUT ke-65. Selamat ya!

Penegasan senada juga disampaikan Ketua DPRD Kota Kendari, Abdul Razak. Menurutnya, sosialisasi yang kurang terhadap Perda RTH itu menjadikan warga tak memahami pentingnya mangrove. Olehnya itu, untuk mencegah kejadian itu terulang, politisi PAN ini meminta Pemkot melakukan sosialisasi lebih lanjut pada warga. “Kita belum tahu mengapa mereka menebangnya, tapi bisa jadi karena warga belum tahu adanya Perda itu. Saya mengajak semua pihak memberikan penyadaran bahwa mangrove ini sangat bermanfaat,” katanya. (b/ely)

BACA JUGA :  Paskibra Kendari Latihan Intensif

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top