Waduh… Bos MNC Group Diadukan Jaksa ke Polisi – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Waduh… Bos MNC Group Diadukan Jaksa ke Polisi

Hary Tanoesoedibjo

Hary Tanoesoedibjo

KENDARINEWS.COM, JAKARTA – Bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo tersandung kasus pidana. Hary diadukan seorang jaksa ke polisi, Kamis (28/1/2016)  atas dugaan pengancaman yang disampaikan melalui layanan pesan singkat.

Jaksa yang mengadukannya adalah Kasubdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jampidsus Kejaksaan Agung. Yulianto melaporkan pengusaha Hary ke Bareskrim Polri. Laporan itu didasari ancaman melalui layanan pesan singkat yang diterima Yulianto terkait penanganan kasus korupsi restitusi pajak PT Mobile 8 Telecom yang pernah dimiliki Hary.

Yulianto melaporkan bos Media Nusantara Citra (MNC) Group itu dengan dugaan pelanggaran atas pasal 29 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Laporannya tertuang dalam tanda bukti lapor TBL/69/I/2016/BARESKRIM dan LP/100/I/2016.

Yulianto usai melapor ke Bareskrim menuturkan, dirinya pada 5 Januari lalu menerima sebuah pesan singkat. Yulianto lantas membacakan isi SMS itu. Pengirim SMS itu merasa yakin akan menjadi petinggi di tanah air dan akan menyikat para jaksa yang mengganggunya.

“Mas Yulianto. Kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional, yang suka abuse of power. Catat kata-kata saya disini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia akan dibersihkan.”

Mulanya ia tak menggubrisnya. Namun, kemudian ada pesan melalui layanan WhatsApp. “Nomor yang sama isi ancaman juga tidak jauh beda,” ujarnya.

Bahkan tanggal 9 Januari 2016, pesan singkat kembali dikirim oleh orang yang sama. Ia berharap Bareskrim segera memanggil terlapor guna diperiksa.

Sebelumnya diketahui, kasus itu pertama kali diungkap oleh Jaksa Agung M Prasetyo dalam rapat dengar pendapat di Komisi III DPR. Prasetyo menduga SMS ancaman itu ada kaitannya dengan langkah Kejagung mengusut dugaan korupsi restitusi pajak di PT Mobile 8 Telecom yang sekarang sudah bernama Smartfren.(elf)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top