Mantan Bupati Alor Dijerat 1,5 Tahun Penjara – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Mantan Bupati Alor Dijerat 1,5 Tahun Penjara

bupati-alor-2009-2014-simeon-thobias-pally-_150422133046-936

Simeon Pally

KENDARINEWS.COM, ALOR – Mantan Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur, Simeon Pally, terdakwa kasus korupsi dana hibah Rp 1,6 miliar divonis 1 tahun 6 bulan penjara oleh ma­jelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kupang.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan itu dipimpinketua majelis hakim Sumantono. Selain divonis 1,5 tahun penjara, terdakwa diwa­jibkan membayar denda Rp 50 juta subsider 3 bulan penjara.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menilai ter­dakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan menyalahgunakan kewenangan atau sarana yang ada padanya, untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau suatu korporasi dengan merugikan keuangan negara. Selain Simeon Pally, majelis hakim juga menjatuh­kan vonis terhadap dua terdakwa lainnya, yakni Abdul Djalal dan Melkzon Beri.

Kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana koru­psi sehingga dijatuhi hukuman selama 1 tahun 4 bulan penjara. Selain hukuman badan, lanjut hakim, kedua terdakwa diwa­jibkan membayar denda Rp 50 juta subsider 3 bulan penjara.

“Ketiga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi, sedangkan uang peng­ganti tidak dikenakan karena sebelumnya sudah dititipkan pada jaksa,” kata Sumantono.

Kuasa hukum terdakwa Simeon Pally, Yanti Siubelan, mengatakan kliennya menerima putusan majelis hakim dan siap menjalani hukuman. Sikap Simeon berbeda dengan dua terdakwa lainnya yang menyatakan masih pikir-pikir.

Sebelumnya, Simeon ditun­tut dua tahun penjara dan den­da Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi NTT. JPU juga mewajibkan Simeon membayar uang peng­ganti kerugian negara sebesar Rp 137 juta.

JPU menganggap Simeon cs terbukti melakukan korupsi da­na hibah kepada Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Alor tahun 2012 dan 2013 sebesar Rp 1,6 miliar.

Simeon ditetapkan sebagai tersangka karena perannya memberikan dana hibah ke­pada ULP Kabupaten Alor yang tidak dianggarkan dalam APBD Alor tahun anggaran 2012 dan 2013.

Selain Simeon, polisi juga menetapkan Kepala ULP Alor Abdul Djalal serta Sekretaris ULP Alor Melkzon Beri seba­gai tersangka. (rmol)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top