Harga Minyak Dunia Kembali Turun, Pertamina Kok Belum Turunkan Harga BBM Lagi? – Kendari Pos –
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Ekonomi & Bisnis

Harga Minyak Dunia Kembali Turun, Pertamina Kok Belum Turunkan Harga BBM Lagi?

SPBU

Salah satu SPBU di Kota Kendari. Foto: Ist

KENDARINEWS.COM, JAKARTA – Anjloknya harga minyak mentah dunia tidak diiringi penu­runan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh PT Pertam­ina (Persero). Praktis masyarakat Indonesia tidak menikmati penurunan harga minyak dunia. Netizen menilai pemerintah membela kepentingan Pertamina dengan cara membebani rakyat.

Harga minyak mentah dunia kini menyentuh level terendah sekitar 27 US dolar per barrel. Netizen mend­esak Pemerintah konsisten mener­apkan harga jual BBM di pasaran nasional berdasarkan fluktuasi harga minyak di pasaran dunia.

Perbicangan mengenai anjloknya harga minyak dunia ramai disuarakan masyarakat pengguna media sosial.

Di antaranya di jejaring sosial nasional Kaskus.co.id, lebih dari lima thread yang membahasnya. Di antara thread dikomentari paling banyak berjudul, “Harga Minyak di Bawah 30 dolar per barel, Pertamina Belum Bisa Turunkan Harga. Masih Rugi!” Thread itu mendapatkan 38.397 komentar.

Di antaranya, komentar peng­guna akun Kemonyen menyebut Pemerintah tidak fair dalam me­nentukan harga jual BBM di dalam negeri. “Minyak dunia naik, harga BBM cepet banget naiknya. Giliran turun.. Tuh harga BBM nggak turun-turun, pakai banyak alasan pula,” kecamnya.

Akun JongkokIQ mengingatkan pemerintah bahwa turun dan naiknya harga BBM sangat menentukan tu­run dan naiknya harga-harga kebu­tuhan pokok. “Aduuh pak. Minyak dunia udah turun tuh. Turunin lah. Harga daging di pasar udah tambah naik juga. Semakin terjepit aja hidup rakyat kecil,” tulisnya.

Pengguna akun Shula08 men­gaku heran dengan PT Pertamina (Persero) yang selalu mengaku rugi setiap tahun. “Hell yeah. Pertamina strong. Harga minyak dunia naik buru-buru bikin harga baru. Harga minya dunia turun, buru-buru bikin alasan Pertamina rugi,” protesnya.

Akun onxafn menyarankan agar pemerintah mencari solusi agar Pertamina tidak mengaku rugi melulu. Sehingga ketika harga minyak dunia anjlok seperti sekarang, harga BBM di dalam negeri ikut diturunkan,

“Harusnya pas harga tinggi sub­sidi silang juga dong pak. Yang hulu subsidi yang hilir. Giliran rugi hulu­nya subsidi, giliran untung hulunya dimakan sendiri.”

Usulan keras disuarkan akun g.sorros. Dia meminta Pemerintah membubarkan Pertamina karena sudah merugikan rakyat Indonesia dengan menjual BBM di atas harga pasaran dunia.

“Pertamina sebaiknya bubar saja, cuma jadi beban rakyat karena men­jual harga BBM di atas harga pasaran. Perlu dicatat selama ini harga BBM dimonopoli Pertamina. Bisa dikatakan Pertamina ini salah satu biang kerok penyebab kenaikan harga kebutuhan bahan pokok di Indonesia,” katanya.

Senada disuarakan akun conaga. “Perusahaan kalau rugi kenapa diper­tahankan, seharusnya sudah ditutup. Logikanya: kalau perusahaan rugi atau tidak ada keuntungan, kenapa masih tetap jalan. Sudah ketahuan itu korupnya dan mafianya besar disana,” katanya.

Akun maya.asar mengaku pasrah menerima keputusan pemerintah karena sebagai raakyat tidak bisa berbuat apa-apa, “Hanya bisa sabar menunggu empat tahun lagi. Itupun kalau pemerintahan gila ini nggak nyambung lagi.”

Senada disampaikan peneliti Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Mohammad Reza Hafiz. Dia mengatakan, semes­tinya penurunan harga minyak mentah dunia diiringi dengan penurunan harga jual BBM.

Menurut perhitungan Indef, dia menjelaskan, harga jual BBM Pertamina kepada masyarakat tidak wajar.

Dibandingkan dengan dengan negara tetangga, misalnya, Malaysia, Dia menerangkan, harga solar di Indonesia dengan kualitas di bawah solar Malaysia, harganya masih lebih mahal. Per Januari ini harga solar Malaysia sekitar (konversi ringgit ke rupiah) Rp 5.200, sedangkan solar subsidi di Tanah Air Rp5.650 per liter dan non -PSO Rp 8.050 per liter

“Dari segi sektoral, memang solar yang jadi bahan baku industri, saat ini sudah seharusnya turun agar in­dustri manufaktur tetap bisa tumbuh untuk menyokong perekonomian yang disertai penyerapan tenaga kerja. Namun yang terjadi banyak permainan harga,” ungkapnya ke­pada wartawan, Jumat (22/1/2016).

Dia menambahkan, harga untuk jenis solar saat ini sudah menyentuh harga 40 dolar AS per barel, yang artinya jika dirupiahkan dan diliter­kan, harga keekonomian solar ber­dasarkan MOPS adalah Rp 3.500/ liter (belum termasuk biaya pen­gangkutan dan pajak). Menurutnya, harga solar non subsidi di Indonesia semesetinya berkisar di harga Rp 4.370-Rp 4.500 per liter.

Ekonom Universitas Indonesia, Faisal Basri, juga menyoroti mahal­nya harga BBM di Indonesia. “Kita tidak seluruhnya menikmati (penu­runan harga minyak dunia). Karena walaupun sudah diturunkan harga premium itu sekarang Rp 7.050. Jadi yang paling besar untungnya Pertamina,” jelasnya.

Secara terpisah, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto, mengatakan, Pertamina melakukan subsidi silang dari sektor hulu dan hilir minyaknya ketika harga minyak dunia mengalami penurunan.

Yaitu, keuntungan sektor hilir dalam penjualan BBM digunakan untuk menutupi kekurangan sek­tor hulunya, dengan cara menahan harga BBM. “Tentu kami berharap ada subsidi antara stream dan down stream,” kata Dwi, di Jakarta.

Dwi menuturkan, saat harga min­yak menurun hingga 27 dolar AS per barel, biaya produksi minyak pertamina sekitar 22-24 dolar AS per barel. Namun biaya tersebut belum ditambah dengan biaya transportasi. “Masih sekitar 22-24 dolar AS. Tapi masih ada biaya untuk pendistribu­sian. Jadi perlu biaya transportasi lagi,” ujar Dwi.

Dwi menuturkan, selain menerapkan subsidi silang, Pertamina juga melaku­kan efisiensi dengan memotong biaya produksi hingga 30 persen pada sektor hulu. “Sekarang yang jelas kita terpukul di up stream. Up stream tidak rugi saja kita harus potong cost of production 30 persen,” ujar Dwi. (rmol)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top