Ngebantah Ortu ? Durhaka Lho – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Xpresi

Ngebantah Ortu ? Durhaka Lho

Xpresi

Usia remaja identik dengan tingkat emosi yang masih labil. Pada fase ini, remaja umumnya bersikap dan bertindak selalu mengedepankan egosentris. Tindakan dan pendapatnya dianggap paling benar tanpa memikirkan risiko. Jika sudah memutuskan sesuatu, pendapat orang lain tidak akan memengaruhi pendiriannya. Meski orang tua sendiri yang menasihati.

Terkadang jika sobat Xpresi berbuat salah, pasti kena tegur dong sama orang tua. Nah, gimana nih reaksi kalian nanggepin nasihat tersebut?
Pada kondisi ekstrem, si anak akan melawan orang tua. Perlawanan yang umum dijumpai dikalangan remaja, ada yang terang-terangan berdebat secara terbuka, ada yang menanggapinya dengan ngedumel atau bersungut-sungut dan ada pula yang hanya diam, seolah-olah manut tapi pada tataran aplikasi justru nasihat orang tua diabaikan. Nah, sobat Xpresi ada digolongan mana nih ?

Sekadar merefresh ingatan. Dijaman dulu, ketika orang tua memberi nasihat, anak hanya diam terpaku sembari menyimak. Jangankan mengangkat kepala melihat wajah ortu, menatap mata ortu aja gak berani sobat. Lha sekarang, sikap anak sama ortu terkadang diluar norma kesopanan. Kalo diberi nasihat atau ortu ngomel karena sikap bandel kamu, eh bukannya menyimak nasihat. Perkataan ortu dilawan, bahkan sampe nyinyir segala. Apa gak takut jadi anak durhaka.

Nasihat ortu itu untuk kalian juga bukan ? Gak ada ortu yang nunjukin jalan salah buat anaknya. Pasti selalu ngarahin ke arah yang benar. Biar besok-besok bisa sukses menjalani kehidupan dimasa mendatang. Nasihat itu juga sebagai bentuk sayang loh ortu sama kamu. Cuman setiap ortu punya cara berbeda menyampaikan keinginannya ke kamu. Ada yang halus dan ada pula dengan suara meninggi. Tujuannya biar nasihatnya gak masuk telinga kanan, trus keluar telinga kiri. Coz, kalo kamu bandel banget trus diberitahu dengan cara halus, pasti tetep bandel.

Tahu nggak, ngebantah perkataan ortu dengan kata “ah” saja udah dosa. Akan lebih dosa lagi kalo sampe (maaf) mencaci ortu kamu. Naudzubillah. Duh…jangan sampe yah sobat. Hormatilah ortu yang udah ngelahirin, mengasuh ampe membesarkan kamu, ikhlas tanpa pamrih.

Memang sih omelan ortu bisa terasa pedas ditelinga. Tapi, coba seandainya kondisinya kebalik. Misalnya kalian gak pernah dinasihatin, pasti deh mikir juga, kok ortu gak peduli? But, kalo udah dinasehatin, beuuh malah dongkol gak karuan. Bahkan ngerasa kalo orang tua ini gak sayang sama kalian. Nah loh? Padahal nasihat atau disiplin justru adalah bukti kasih orang tuamu sobat.

Kalian harusnya bersyukur bahwa orang tuamu sangat peduli sehingga mau mendisiplinmu bagaimanapun juga, kalian masih muda dan relatif belum berpengalaman, seperti kata Dwi Cahya. Siswi SMAN 4 Kendari ini mengatakan tanpa bimbingan ortu kita bisa dengan mudah dikendalikan keinginan yang mungkin mengarah ke hal negatif. “Jadi mendengarkan nasihat orang tua itu menurut saya sangat penting, sebelum menyesal dikemudian hari,” ujarnya,Jumat (22/1).

Tak jarang remaja saat dinasihati panjang lebar oleh orang tuanya, mereka malah nyeloteh sendiri dan bahkan menirukan omongan orang tua. Haduuhh. “Kalo saya sih jujur saja, kalo lagi dinasehati saya suka juga bicara sendiri soalnya sudah hafal sama nasihat ortu, tapikan lama-lama kita perbaiki diri juga, berubah sedikit-sedikit,” kata Wahyu Irawan, mahasiswa Hukum UHO.

Yups! Hal ini memang biasa sih dikalangan remaja sob. Mungkin karena kepribadian kalian sedang dalam tahap-tahap perkembangan. So, emosi belum terkendali sepenuhnya.
Mashita Yunus mengatakan sering dinasihati ortu, dan itu dinikmati aja. “Kalo saya diam saja. Soalnya kalo kita bicara juga nanti malah tidak selesai-selesai. Jadi dengarkan dan mencoba introspeksi diri,” ungkap mahasiswi FKIP UMK ini.

“Kalo saya dinasehati panjang lebar ya saya positif thinking saja, mungkin karena memang saya salah. Kan katanya kalo dimarahi ortu berarti kita disayang. Jadi dengerin aja dan jangan melawan. Kalo melawan itu tandanya kita durhaka,” curhat Aprilia Mega G, sSiswi SMAN 5 Kendari ini.

Yups! Apa pun alasannya, jika orang tua menasehati, itu karena ingin yang terbaik buat kalian. Tahan emosi, dengarkan baik-baik perkataan orang tua  dan mencoba untuk introspeksi diri. Jangan melawan yah. Kalian gak mau kan menjadi the next Malin Kundang???  (Kak Nunik)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top