Inilah Harga Usulan Pemerintah untuk Biaya Naik Haji Tahun Ini – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Inilah Harga Usulan Pemerintah untuk Biaya Naik Haji Tahun Ini

Ilustrasi Jamaah Haji. Foto: Int

Ilustrasi Jamaah Haji. Foto: Int

KENDARINEWS.COM, JAKARTA – Calon jamaah haji yang berangkat tahun ini, sudah bisa mulai mempersiapkan uang pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan rata-rata BPIH 2016 dipatok 2.717 dolar AS per jamaah. Parlemen masih berupaya mengkritisi usulan ongkos haji ini.

Usulan BPIH 2016 sebesar 2.717 dolar AS itu sudah resmi dimasukkan Kementerian Agama (Kemenag) ke Komisi VIII (bidang keagamaan) DPR. Dengan nominal 2.717 dolar AS itu, maka BPIH tahun ini tidak mengalami perubahan dibandingkan BPIH 2015 lalu.

Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan usulan itu dimasukkan Kemenag dalam rapat pendahuluan pembahasan BPIH 2016.  “Usulan dari Kemenag itu masih akan dibicarakan dan dibahas lagi,’’ katanya di Jakarta, Jumat (22/1/2016). Di antara pertimbangan penetapan BPIH itu adalah, Komisi VIII menunggu laporan detail keuangan haji 2015 lalu.

BACA JUGA :  Wajib Baca! Mulai Tahun Ini Kemenag Ubah Aturan Manasik Haji

Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan Kemenag memang sudah melaporkan penyelenggaraan haji 2015. Tetapi mereka belum melaporkan secara detail penggunaan keuangan haji. Rencananya laporan rinci penggunaan keuangan haji itu disampaikan pekan ini juga ke Komisi VIII.

Daulay mengatakan secara sekilas ongkos haji memang tidak mengalami kenaikan. Sebab ongkos haji yang diusulkan 2.717 dolar AS per jamaah itu merupakan komponen biaya langsung (direct cost).

BACA JUGA :  Pemerintah Segera Lobi Kuota Haji Ke Arab Saudi

“Sementara untuk komponen biaya tidak langsung (indirect cost) mengalami kenaikan sebesar Rp1 triliunan,” katanya.

Menurut dia DPR akan mengkaji lebih jauh tentang usulan kenaikan biaya indirect cost yang mencapai Rp1 triliun itu. Dia menegaskan Komisi VIII DPR belum terburu-buru menentukan keputusan, karena dana Rp1 triliun itu tetap terkait dengan uang setoran awal calon jamaah haji.
Daulay mengaku heran ketika Kemenag mengusulkan penambahan komponen biaya tidak langsung hingga Rp1 triliun. Sebab DPR sudah menambah alokasi APBN untuk membayar petugas haji musim 2016. Kata Daulay, ketika komponen indirect cost mendapat suntikan dana Rp1 triliun dan dana APBN untuk haji juga ditambah, maka BPIH riil yang ditanggung jamaah bisa lebih murah dibandingkan tahun lalu.

BACA JUGA :  Persiapan Dimatangkan, Begini Pelayanan Baru untuk Haji 2017

Jajaran Kementerian Agama (Kemenag) belum ada yang bersedia komentar tentang pembahasan BPIH 2016 itu. Sebab sampai saat ini tim Kemenag juga masih konsentrasi pada urusan kontrak pemondokan haji. Irjen Kemenag Mochammad Jasin mengatakan, urusan kontrak pemondokan juga mendesak.

“Jika tidak segera dituntaskan, bisa diserobot jamaah haji dari negara lain,’’ kata mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.(wan)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top