Sumber Masalah Utama Tingginya Impor Pangan Dari Kemendag – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Ekonomi & Bisnis

Sumber Masalah Utama Tingginya Impor Pangan Dari Kemendag

ilustrasi

ilustrasi

KENDARINEWS.COM, JAKARTA – Sumber masalah utama dari tingginya impor komoditas pangan utama berupa padi, jagung dan kedelai adalah kementerian perdagangan.

Demikian pendapat anggota Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin.

“Saya mendapat keterangan dari Kementerian Pertanian bahwa angka produksi pangan utama meningkat, dan mereka memastikan memiliki data lapangan. Ketika saya tanya mengapa malah impor tinggi, jawaban yang saya terima, Kementerian Pertanian tidak pernah memberikan izin tehnis atau memberi rekomendasi untuk impor,” jelas Akmal dalam rilis (Jumat, 22/1).

BACA JUGA :  Harga Emas Turun

Ia juga melihat data BPS pada produksi pangan, dan ternyata didapati, pada 1 Juli 2015, BPS merilis perkiraan produksi padi tahun 2015 sebesar 75,55 juta ton berupa Gabah Kering Giling (GKG).  Untuk perkiraan produksi jagung pada tahun 2015 sebesar 20,67 juta ton pipilan kering. Sedangkan perkiraan produksi kedelai sebesar 998,87 ribu ton biji kering.

“Ini yang membuat BPS mengklaim produksi pangan terutama beras tertinggi pada tahun 2015 selama 10 tahun terakhir,” jelasnya.

BACA JUGA :  Paket Ekonomi Jilid VIII, Kilang Minyak Baru Hingga Reparasi Pesawat

Namun ketika disandingkan pada rakor Evaluasi UPSUS Ditjen Tanaman Pangan di Karawang, pada 10-12 Desember 2015,  produksi padi nasional tahun 2015 tercatat mencapai 74,99 juta ton GKG, jagung 19,83 juta ton pipilan kering dan kedelai 982,97 ribu ton biji kering. Angka capaian ini menurut Akmal meleset hanya sedikit dari perkiraan BPS.

:Dengan meningkatnya produksi komoditas pangan utama di tahun 2015 dibanding 2014, sedangkan impor tetap tinggi dan pihak Kementerian Pertanian tidak memberikan rekomendasi impor dengan salah satu upaya pengetatan perizinan impor, menunjukkan ada lembaga yang menjadi sumber paradoks ini terjadi,” ketus Akmal.

BACA JUGA :  Bank Mandiri Dorong Akses Layanan Keuangan

Regulator pemberi izin impor menurut Andi Akmal ada di Kemendag. Presiden harus menertibkan Mendag sebagai penanggung jawab utama tingginya impor pangan ini.

Kinerjanya harus dievaluasi. Bila satu semester ke depan masih tinggi impor pangan, sebaiknya presiden segera mengganti menteri perdagangan dengan yang lebih baik,” pungkasnya.[wid]

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top