Ini Daftar 26 Gugatan yang Ditolak MK – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Ini Daftar 26 Gugatan yang Ditolak MK

Gedung Mahkamah Konstitusi

Gedung Mahkamah Konstitusi

KENDARINEWS.COM, JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menyicil keputusan sela terhadap lebih seratus gugatan sengketa pilkada serentak. Pada sidang putusan dismissal (sela) Kamis (21/1/2016), sebanyak 26 gugatan dinyatakan digugurkan dengan berbagai alasan seperti gugatan tak memenuhi batas maksimal perbedaan perolehan suara antara penggugat dengan yang menang.

Ke-26 gugatan itu adalah:

-Kabupaten Ogan Ilir yang diajukam pasangan Helmi Yahya-Muchendi-Mahzareki,
-Malang (Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi),
-Barru (Malkan Amin-A. Salahuddin Rum),
-Halmahera Utara (Kasman Ahmad-imanuel Lalonto),
-Halmahera Barat (James Uang-Adlan Badi),
-Ponorogo (Sugiri Sancoko-Sukirno),
-Pangkajene Kepulauan (Abd. Rahman Assagaf-Kamarussamad),
-Halmahera Barat (M.Syukur Mandar-Benny Andhika Ama).

BACA JUGA :  MK Terima Surat Penyidikan Polisi Soal Pemilih Ganda di Bombana

Selain itu ada dari pilkada
-Humbang Hasundutan (gugatan dari Palbet Siboro-Hendri Sihombing
-dan Harry Marbun-Momento Nizon M Sihombing),
-Labuhanbatu (Togar Panusunan Siregar-Erik Adtrada Ritonga),
-Labuhanbatu Selatan (Usman-Arwi Winata),
-Nias (Faigi’asa Bawamenewi-Bezatulo Gulo),
-Nias Selatan (Idealisman Dachi-Siotaraizokho Gaho),
-Nias Utara (Edward Zega-Yostinus Hulu),
-Samosir (Raun Sitanggang-Pardamean Gultom).

Kemudian dari pilkada
-Tangerang Selatan (gugatan dari Ikhsan Modjo-Li Claudia Chandra),
-Bengkulu (Sultan B Najamudin-Mujiono),
-Bandarlampung (Tobroni Harun-Komarunizar),
-Lebong (Kopli Ansori-Erlan Joniy),
-Tangerang Selatan (Arsid-Elvier Ariadiannie Soedarto Putri),
-Rejang Lebong (Fatrolazi-Nurul Khairiyah),
-Pandeglang (Aap Aptadi-Dodo Djuanda),
-Batanghari (Sinwan-Arzanil),
-Bungo (Sudirman Zaini-Andriansyah)
-Cianjur (Suronto-Aldwin Rahadian).

BACA JUGA :  Menyoal Putusan MK Jelang Pilkada Serentak

Ketua MK Arief Hidayat saat membacakan putusan menyatakan, majelis lebih mengedepankan pasal 158 UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada dan pasal 6 PMK Nomor 1-5 Tahun 2015 daripada pelanggaran yang bersifat terstruktur, sistematis dan masif (TSM). Artinya, MK langsung menolak gugatan yang tak memenuhi pembatasan persentase selisih suara.(hyt)

Komentar

komentar

BACA JUGA :  Yakin Menangkan Sengketa Bombana, Kasra Jaru Andalkan Mantan Ketua MK
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top