Gafatar Bakal Tamat, Musaddeq Bertobatlah – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Gafatar Bakal Tamat, Musaddeq Bertobatlah

Ahmad Musaddeq, Pemimpin Gafatar

Ahmad Musaddeq, Pemimpin Gafatar

KENDARINEWS.COM, JAKARTA – Nasib Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) bakal tamat. Pasalnya, Badan Koordinasi Pengawasan Aliran dan Kepercayaan (Bakorpakem) telah menyelesaikan investigasi terkait ideologi Gafatar. Hasilnya, lembaga yang dibentuk Ahmad Musadeq tersebut dipastikan menyimpang dari ajaran pokok, yakni Islam.

Rencananya, hasil investigasi tersebut kemudian dijadikan rekomendasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sehingga, setelah MUI menganalisanya, maka ketua MUI bisa mengeluarkan fatwa melarang Gafatar. Kemungkinan besar, fatwa MUI itu akan turun pada akhir bulan ini.

Direktur Sosial Budaya Mabes Polri Brigjen Bambang Sucahyo menjelaskan, bila fatwa MUI itu sudah dikeluarkan, maka saat itu pula akan Polri bisa bergerak. Fatwa MUI yang menyebutkan bahwa Gafatar itu sesat dan terlarang yang akan menjadi pijakan awal bagi Polri untuk mengusut kasus tersebut. Kemungkinan besar bisa menggunakan pasal 156 KUHP terkait penodaan agama. ”Pasal ini juga yang dulu diterapkan pada Ahmad Musadeq saat kasus pertamanya,” ujarnya ditemui setelah rapat (Bakorpakem) kemarin.

BACA JUGA :  Dalam Ajaran Kelompok Gafatar Tidak Ada Tuhan, Yang Ada Tuan

Jeratan pidana ini tidak hanya paa Ahmad Musadeq. Namun, juga akan diterapkan pada para petinggi Gafatar yang lainnya. Tentunya, Polri juga akan mencari bukti yang lebih dalam terkait penodaan agama tersebut.

”Jadi, kuncinya ada pada fatwa dari MUI. Tanpa fatwa itu tentunya, kami hanya menjerat dengan pasal penculikan, seperti yang terjadi di Jogjakarta,” tuturnya.

Untuk bisa sampai pada penegakan hukum pada Ahmad Musadeq, Polri saat ini telah bersiap-siap. Salah satunya, dengan memantau keberadaan Ahmad Musadeq. Hal itu dilakukan karena Polri tidak ingin kehilangan jejak dari mantan terpidana yang sempat mengaku menjadi nabi tersebut. ”Tempat keberadaannya telah diketahui kok,” terangnya.

Setelah kasusnya mulai ditangani Polri, tentu aka nada pencekalan terhadap Musadeq. Hal itu dilakukan agar Musadeq tidak bsia kabur. ”Pencekalan otomatis mengikuti saat sudah jelas statusnya,” paparnya jenderal bintang satu tersebut.

Penegakan hukum yang akan dilakukan pada Musadeq dan petinggi Gafatar sebenarnya bukan senjata utama dari Bakorpakem. Anggota Bakorpakem dari Polri tersebut menuturkan bahwa ada langkah lain yang dilakukan untuk bisa menumpas seluruh gerakan Gafatar dan menyadarkan pengikut Musadeq. Yakni, mewajibkan Musadeq untuk membuat pengakuan bahwa dirinya berbohong dalam mengajarkan pemahamannya. ”Formula seperti ini yang dibahas dalam rapat Bakorpakem tadi,” paparnya.

BACA JUGA :  Menpora Imbau Pemuda Waspada Gerakan Sesat Berkedok Mulia

Pengakuan berbohong itulah yang diharapkan membuat para pengikut Gafatar menjadi sadar. Sehingga, mereka bisa kembali ke jalan lurus. ”Buah pikiran adanya pengakuan berbohong ini karena Musadeq sudah pernah dipidana karena kasus yang sama,” terangnya.

Bila, pemerintah hanya menerapkan hukuman yang lebih berat, hal itu hanya berdampak pada Musadeq. Namun, keyakinan dari para pengikutnya tidak berubah. ”Kalau Musadeq sendiri yang mengakui kalau berbohong, tentu potensi pengikutnya akan sadar menjadi lebih tinggi,’ tegasnya.

Sementara Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Adi Toegarisma menuturkan, hasil dari investigasi Bakorpakem pada Gafatar ada lima poin. Yakni, Gafatar yang menyatakan sebagai ormas ternyata menjalankan kegiatan agama yang terindikasi melenceng, Gafatar merupakan metamorfosa Al Qiyadah Al Islamiyah yang telah dilarang, Musadeq disebut sebagai mesias (orang terpilih atau nabi) dan pergerakan Gafatar mencontoh Islam, namun hanya sebagian, seperti konsep hijrah.

BACA JUGA :  Menteri Sosial Khofifah Santuni Mantan Pengikut Gafatar Rp 300 Ribu/Bulan

”Dengan empat poin tersebut, maka poin terakhirnya, Bakorpakem meminta pada MUI untuk menerbitkan fatwa terhadap Gafatar. Harapannya, dalam fatwa itu Gafatar akan disebut menyimpang dari ajaran agama pokok, Islam,” tuturnya.

Begitu keluar fatwa dari MUI tersebut, maka status dari Gafatar sudah terang benerang. Yakni, kelompok tersebut merupakan aliran sesat. ”Untuk seluruh pengikutnya, tentu diharapkan tidak lagi mengikuti dan menjalankan kegiatan Gafatar,” paparnya.

Sementara Ketua Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Utang Ranuwijaya menuturkan, permasalahan Gafatar ini kemungkinan besar selesai bulan ini. Sebab, awal pekan depan komisi pengkajian akan melaporkan hasil investigasi Bakorpakem. ”Setelah itu, Ketua MUI akan meminta komisi fatwa untuk mengeluarkan fatwa tersebut. Ini akan cepat kelar akhir bulan ini, ya pecan depan bisa juga,” terangnya. (idr)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top