Asyik, Naik Kereta Api Tujuan Jakarta-Bandung Hanya 35 Menit – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Asyik, Naik Kereta Api Tujuan Jakarta-Bandung Hanya 35 Menit

Presiden Joko Widodo saat berada kegiatan ground breaking di lokasi proyek pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung, Kamis (21/1/2016). (KHAIRIZAL MARIS/RADAR BANDUNG)

Presiden Joko Widodo saat berada kegiatan ground breaking di lokasi proyek pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung, Kamis (21/1/2016). (KHAIRIZAL MARIS/RADAR BANDUNG)

KENDARINEWS.COM, JAKARTA – Permasalahan transportasi antara Jakarta dan Bandung yang kompleks terutama dari segi waktu tempuh akan segera teratasi. Jika sebelumnya dalam kondisi jalur lancar, waktu tempuh kedua kota itu paling cepat tiga jam, tidak lama lagi akan ditempuh cukup memakan waktu lebih kurang 35 menit.

Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung resmi dimulai, Kamis (21/1). Presiden Joko Widodo mengingatkan proyek non-APBN yang diharapkan bisa tuntas pada akhir 2018 itu, nantinya tidak boleh berdiri sendiri.

Ketika sudah selesai, proyek kereta cepat yang dibangun di jalur sepanjang 142 kilometer tersebut, harus sudah terintegrasi dengan dua proyek trasportasi massal lainnya. Yaitu, proyek mass rapid transit (MRT) di Jakarta yang kini sudah mulai berjalan maupun light rail transit (LRT) di Bandung.

BACA JUGA :  Jokowi Umumkan Blok Masela, PT Bakrie Incar Tender Pengadaan Pipa

”Saat kereta cepat ini (selesai), LRT di Bandung juga selesai, bahkan yang diminta bukan hanya Bandung tapi Bandung Raya,” tegas Presiden Joko Widodo, saat melakukan groundbreaking, di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, kemarin (21/1).

Data yang diperoleh menyebutkan, kereta yang bisa melaju sangat kencang hingga 350 km/jam itu mampu mengangkut 583 orang penumpang sekali jalan. Ditargetkan mampu melayani 60.000 orang per hari dengan perkiraan harga tiket sebesar Rp225.000 per orang.

Presiden mengatakan, sekitar seminggu sebelumnya, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan sempat menyampaikan pada pemerintah pusat, tentang kemungkinan bisa selesai proyek LRT bersamaan dengan proyek kereta cepat. ”Saya putuskan langsung, selesai kereta cepat, LRT pun selesai,” kata presiden.

BACA JUGA :  Pak Jokowi Berbelanja di Harco Mangga Dua, Nih Fotonya...

Dia menegaskan, di era seperti saat ini, kecepatan membangun sebuah proyek infrastruktur merupakan kunci sukses dalam persaingan global. Negara yang memiliki kecepatan dan sekaligus efisiensi dalam membangun lah yang akan tampil menjadi pemenang.

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut dibangun dengan dana investasi hasil konsorsium BUMN Indonesia dan Cina. Dengan kata lain, proyek tidak melibatkan penggunaan dana APBN. Nilai total biayanya sekitar 5,5 miliar dolar Amerika Serikat, atau sekitar Rp74,2 triliun.

Terkait hal tersebut, Jokowi menegaskan, bahwa APBN memang akan lebih difokuskan untuk membangun infrastruktur di luar Jawa. Mulai pembangunan jalan tol di Sumatera, hingga jalur kereta api di Sulawesi dan Papua. ”Saya tidak mau pakai APBN dan jaminan pemerintah, karena APBN kami titik beratkan pembangunan di luar Jawa,” ucap Presiden.

BACA JUGA :  Laporan Evaluasi Yuddy Chrisnandi Bukan Patokan Utama

Konsorsium BUMN yang terlibat dalam proyek tersebut yakni PT Wijaya Karya (Persero) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Keempat perusahaan tersebut beberapa waktu lalu telah membentuk PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Konsorisum itu lah yang selanjutnya berkolaborasi dengan konsorsium Cina dengan mendirikan perusahaan patungan dengan nama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Direktur Utama PT KCIC Hanggoro Budi Wiryawan diperkirakan akan bisa menyerap tenaga kerja yang cukup besar. Sebanyak 39 ribu pada saat kontruksi kereta cepat, 20 ribu saat kontruksi transited oriented development (TOD), dan 28 ribu pada saat operasional TOD.(dyn/mia)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top