Tersangka Korupsi Bansos Diamankan – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Tersangka Korupsi Bansos Diamankan

KENDARINEWS.COM, PASARWAJO-Tersangka kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Siswa (BOS) dan Bansos tahun 2012 di SMKN 2 Lasalimu Selatan, Darmin Ali akhirnya diamankan. Pria yang menjabat sebagai ketua yayasan di sekolah yang belum lama naik status menjadi negeri itu sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) karena melarikan diri saat ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejaksaan Negeri Pasarwajo, Buton.

1- TSK BUton

Darmin Ali diketahui telah menghilang lebih dari delapan bulan. Tim jaksa sempat kesulitan mencari keberadaannya yang selalu berpindah-pindah. Untungnya setelah melakukan pengintaian, Darmin akhirnya ditemukan berada pada salah satu kediaman keluarganya di Kota Kendari.

Kajari Pasarwajo, Andi Ardiansyah, MH menjelaskan, tersangka ditangkap Selasa (19/1) lalu pukul 17.00 Wita. Penangkapan tersebut setelah melakukan pengintaian terhadap istri dan kerabatnya. “Selama ini informasi yang kami terima yang bersangkutan ada di Jakarta. Tapi setelah kita lacak keberadaannya di Jakarta ternyata juga tidak ada,” paparnya, kemarin.

BACA JUGA :  Duduk-duduk di Duiker, Kena Bogem dan Tusuk Geng Motor

Tak ada perlawanan yang dilakukan tersangka selama proses penangkapan berlangsung. Setelah diamankan kemudian jaksa membawa yang bersangkutan menuju Kabupaten Buton menggunakan jalur laut. “Sesuai jadwal, mereka tiba dengan kapal cepat selanjutnya akan kita proses lebih lanjut,” sambung Kajari Pasarwajo.

Dikatakan kasus tersebut kini dalam proses penanganan. Sembari mempersiapkan kelengkapan berkas tuntutan untuk persidangan, tim jaksa akan menitipkan tersangka di Lapas Klas II A Kota Baubau. Darmin diduga menyalahgunakan dana Bansos yang diperuntukkan terhadap sekolah yang dipimpinnya dengan total anggaran mencapai Rp 600 juta. Tersangka yang juga menjabat sebagai Kepala SMKN 2 Lasalimu itu, juga diduga memalsukan data untuk menerima bantuan operasional siswa sehingga merugikan negara mencapai Rp 100 juta.

BACA JUGA :  Wow! Bawa Senpi di THM, Oknum Polisi Diamankan

Manipulasi jumlah siswa dilakukan Darmin Ali terendus karena adanya kejanggalan dengan jumlah bantuan yang diterima dibanding banyak siswa yang ada di sekolah tersebut. Jumlah siswa berdasarkan laporan kepala sekolah pada tahun 2014 yakni kelas X berjumlah 66 orang, kelas XI 56 orang dan kelas XII 24 orang.

Jumlah tersebut berbeda dengan jumlah siswa yang dilaporkan pengawas. Di kelas X hanya 8 orang, kelas XI tidak bersiswa dan kelas XII sebanyak 8 orang. Lebih ironis lagi, kedua data tersebut beda lagi dengan data survei Dinas Pendidikan yakni kelas X dan kelas XI sama sekali tidak memiliki siswa, sementara kelas XII hanya berjumlah 8 siswa.

BACA JUGA :  Gara-gara Takut Ditilang, Pemuda Ini Lompat Dari Lantai Dua

Dari jumlah siswa yang ditambah itu, kepala sekolah meraup keuntungan dari masing-masing nama siswa yang diusulkan Rp 500 ribu yang dicarikan setiap semester. Sehingga total penerimaan BOS SMKN 2 Lasalimu Selatan hampir mencapai Rp 100 juta per tahun. (b/war)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top