Wow! Masyhura Siap Tantang Tafdil Di Pilkada Bombana 2017 – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Wow! Masyhura Siap Tantang Tafdil Di Pilkada Bombana 2017

KENDARINEWS.COM, BOMBANA- Pilkada Bombana mulai panas. Wakil Bupati, Hj Masyhura Ila Ladamay yang selama ini masih cukup sabar mendampingi Bupati, H Tafdil akhirnya “menyerah”. Dengan alasan banyak ketidakcocokan dalam visi pemerintahan, termasuk banyaknya keluhan rakyat yang ia sampaikan tak pernah ditindaklanjuti, Masyhura memilih jalannya sendiri. Ia menantang Tafdil di Pilkada Bombana yang akan digelar 2017 nanti.

?

Sebagai bentuk keseriusannya, politisi PAN asal Pulau Kabaena itu mulai menyebarkan atribut sosialisasi di berbagai pelosok daerah. Ia mengambil tagline unik di baliho dan spanduk yang dipasangnya, yakni BURASA atau Bu Masyhura Bersama Masyarakat. “Biar mudah diingat, apalagi semua orang suka dengan Burasa,” kata mantan Sekjend DPW PAN Sultra tersebut.

Dua hari lalu, ia bahkan menemui mantan Bupati Bombana, Atikurrahman yang kini sedang menjalani masa hukuman di Lapas Baubau. Masyhura menyampaikan niatnya itu kepada pria yang pernah lima tahun memimpin Bombana, dan masih punya banyak pendukung itu. “Mantap itu, saya kira Ibu Masyhura punya kapasitas, dan kemampuan menjadi pemimpin di Bombana,” tanggap Atikurrahman, di sela-sela pertemuan keduanya.

BACA JUGA :  3 Lokasi PSU Aman, KPU Janji Netral

Walau tidak lantas menyampaikan dukunganya, Atikurrahman sepakat bila Bombana memang butuh perubahan, termasuk perubahan kepemimpinan. Kata Atiku, meski ia berada di balik tembok Lapas, informasi soal daerah yang pernah ia pimpin seringkali ia dengar. Masyarakat banyak mengeluhkan perhatian pemerintah yang tidak peduli terhadap pertumbuhan ekonomi, dan pendapatan perkapita penduduk.

“Tapi Ibu Masyhura saya sarankan, harus melepaskan diri atau membuat garis pembeda. Sampaikanlah ke publik bahwa ibu tidak berada dibalik berbagai keputusan pemerintah yang tidak pro rakyat, karena bagaimanapun ibu adalah Wakil Bupati, jangan sampai ibu dianggap ikut. Rakyat harus tahu. Apalagi saya dengar, setiap proyek di Bombana itu dipungut fee 20 persen. Benar atau tidak, saya mungkin tidak bisa buktikan, tapi sudah lama saya dengar cerita itu,” papar Atikurrahman, yang masih terlihat cakap saat menjelaskan masalah-masalah pemerintahan.

Menurut Atikurrahman, pemerintah itu harusnya berorientasi pelayanan, bukan orientasi keuntungan. Harusnya, ada penekanan atau intervensi pemerintah terhadap beberapa kegiatan ekonomi rakyat. Yang terjadi, APBD Bombana justru tidak banyak yang berputar di daerah tapi dibawa ke luar daerah, sehingga tidak berdampak langsung pada ekonomi rakyat. Pasar harus jadi arena pertemuan pembeli dan penjual, bukan penjual dan penjual.
Pertemuan kedua tokoh yang digelar di salah satu ruangan di Lapas Baubau ini berlangsung lebih dari dua jam.

BACA JUGA :  Pemasangan Alat Peraga Kampanye... Disini Tempatnya

Banyak hal yang mereka bincangkan. Intinya, keduanya menginginkan adanya perubahan mendasar di Bombana, termasuk pergantian kepemimpinan. “Apresiasi Pak Atikurrahman ini membuat semangat saya untuk maju di Pilkada kian kuat,” kata Masyhura usai pertemuan.

Ada beberapa alasan sehingga istri Ila Ladamay ini mematangkan niatnya maju sebagai bakal calon Bupati Bombana. Selain dukungan dan desakan masyarakat di daerah itu, dia juga ingin memperjuangkan beberapa hal yang menurutnya masih jauh dari harapan.

“Ingat, saya maju tidak dalam rangka berkompetensi secara pribadi. Tapi ada beberapa hal yang ingin saya perjuangkan. Dengan program Gembira misalnya. Saya menginginkan disesuaikan dengan perkembangan di desa atau kelurahan. Karena roh dari Gembira itu tidak dalam rangka memberi patron, juknis dan juklat, karena tidak semua desa memiliki kebutuhan yang sama,” katanya.

BACA JUGA :  Kasasi KPU Konsel Dikabulkan, Putusan PT TUN Dibatalkan

Terkait soal partai politik, dan siapa yang ia incar sebagai calon Wakil Bupati, mantan Wakil Ketua DPRD Sultra ini belum mau membahas secara serius. Muswil PAN yang akan digelar Februari nanti, juga akan mempengaruhi arah politiknya nanti. Komunikasi awal dengan partai-partai diluar PAN juga sudah dijalin, dan menurutnya, semua memberi respon positif.

“Saya sosialisasi dulu. Maret atau April, akan saya gelar survey internal untuk mengukur penerimaan masyarakat terhadap niatan saya ini. Teman-teman PAN yang saat ini menjadi kepala daerah pun memberikan dukungan kok agar saya maju, karena mereka tahu saya layak dan mampu,” kata Masyhura. Ia kian yakin melihat konstalasi politik saat ini dimana di Pilkada 2015, banyak bupati petahan tumbang karena memang sudah tidak disukai rakyat lagi.(war/nur)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top