Jokowi Masuk Peringkat 4 Pemimpin Yang Paling Disukai Dunia – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Jokowi Masuk Peringkat 4 Pemimpin Yang Paling Disukai Dunia

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

KENDARINEWS.COM Publik di Tanah Air patut bangga punya Presiden Jokowi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Burson-Marsteller, mantan Wali Kota Solo itu berada di posisi empat pemimpin dunia yang paling banyak disukai di media sosial. Pak Jokowi makin top deh…

Penelitian digelar awal Januari ini. Burson-Marsteller, yang merupakan firma kehumasan dan komunikasi global ini melibatkan 87 presiden, 82 perdana menteri dan 51 menteri luar negeri dunia yang menggunakan akun media sosial (medsos) Facebook. Penelitian ini didasarkan fakta, sebanyak 90 persen pemerintah dunia punya akun resmi Facebook sebagai media komunikasi dengan rakyatnya.

Hasilnya, Presiden Amerika Serikat Barack Obama duduk di peringkat pertama. Saat diteliti, akun Facebook resmi Obama disukai oleh 46,4 juta orang. Dalam setengah bulan, jumlah yang memberikan jempol di Facebook bertambah menjadi 46,6 juta orang. Akun Obama tidak hanya disukai publik di AS, tapi juga menyebar ke seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

BACA JUGA :  Kata Presiden Tahun Ini Ada Enam Holding BUMN Terbentuk

Posisi kedua diduduki Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi. Modi punya dua akun Facebook, yaitu akun pribadi dan akun PM India. Saat diteliti, jumlah yang menyukai akun pribadi Modi sebanyak 31,7 juta dan akun PM India sebanyak 10,1 juta. Kemarin, jumlah orang yang memberikan tanda jempol di akun pribadi Modi bertambah menjadi 31,9 juta.

Peringkat ketiga dipegang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Saat diteliti, jumlah tanda jempol di akunnya baru 7,9 juta. Nah, kemarin, jumlahnya sudah bertambah 100 ribu menjadi 8 juta. Presiden Jokowi duduk di peringkat empat. Akun Facebook Jokowi diberi tanda jempol oleh 6 juta pengguna Facebook. Posisi Presiden Jokowi berada di atas Presiden Mesir Abdel Fatah El-Sisi yang berada di peringkat lima dengan 5 juta jempol.

Jika diukur hanya di Asia, Presiden Jokowi duduk di peringat dua di bawah PM Narendra Modi. Setelah Jokowi ada Presiden Filipina Noynoy Aquino dan Presiden India Pranab Punjabi.

BACA JUGA :  Tinggalkan Korea, Jokowi Bertolak ke Rusia

Pihak Burson-Marsteller memahami, tingginya publik yang menyukai akun resmi pada pemimpin dunia itu memang dipengaruhi jumlah penduduk dan luas negara masing-masing. Tapi, karena Facebook sudah menyebar amat luas sehingga bisa jadi ukuran untuk mengetahui kesukaan publik.

“Banyak manfaat yang dapat dipelajari oleh korporasi, NGO dan sektor-sektor lainnya dari cara pemerintah dan para pemimpinnya menggunakan Facebook. Dengan menunjukkan sisi kemanusiaannya, mereka menciptakan hubungan yang lebih dekat dengan rakyatnya,” ujar CEO Burson-Marsteller, Donald A Baer.

Di Facebook, Jokowi aktif berkomunikasi dengan warga. Selain memaparkan program kerja, dia juga sering mengunggah foto kegiatan atau keindahan Indonesia. Pernyataan terakhir Jokowi di Facebook dibuat Minggu kemarin (17/1) tentang hari bebas kendaraan bermotor (Car Free Day) yang tetap ramai pasca teror bom Thamrin.

BACA JUGA :  Jokowi: Siapa Bilang Saya Tidak Tegas dan Tidak Berani?

Selain di Facebook, Jokowi juga aktif di Twitter. Pengikutnya juga cukup banyak. Sampai tadi malam, jumlahnya mencapai 4,24 juta orang. Jokowi juga cukup rajin nge-tweet. Kemarin, Jokowi nge-tweet perintah antisipasi kepada aparat pemerintah soal bencana asap. Soalnya, titik api sudah kembali muncul.

Politisi muda PDIP Charles Honoris bangga Presiden Jokowi masuk peringkat empat pemimpin dunia yang paling disukai di medsos. Ini menunjukkan pilihan PDIP tidak salah. “Saya sangat mengapresiasi. Ini artinya kinerja Presiden Jokowi dinilai positif oleh rakyat. Penelitian itu juga memperlihatkan Jokowi adalah pemimpin kelas dunia,” ucap anggota Komisi I DPR ini, tadi malam.

Menurut Charles, hasil penelitian ini semakin meneguhkan dukungan publik untuk Jokowi. Soalnya, kerja nyata untuk memajukan Indonesia sangat besar. Untuk melakukannya, kadang Jokowi harus melakukan hal-hal tidak populer, misalnya mengalihkan subsidi konsumtif ke program pembangunan infrastruktur. ***

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top