Ical Mau Jabatan, JK Mau Persatuan – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Ical Mau Jabatan, JK Mau Persatuan

Jusuf Kalla dan Aburizal Bakrie

Jusuf Kalla dan Aburizal Bakrie

KENDARINEWS.COM, JAKARTA – Konflik internal Golkar masih jalan di tempat. Kemarin, Ketum Golkar Munas Riau, Aburizal Bakrie bersikeras menggelar rapimnas sendiri tanpa campur tangan Tim Transisi. Ini sepertinya merupakan isyarat Aburizal untuk memperpanjang jabatannya. Sementara, Ketua Tim Transisi Golkar Jusuf Kalla menegaskan, pihaknya tak punya niat selain menyatukan Golkar.

Ical, sapaan akrab Aburizal, sebenarnya sudah memperlihatkan tanda menerima kehadiran Tim Transisi yang dibentuk untuk mendamaikan kubu Ical dan Agung Laksono. Tadi malam Ical menghadap JK di rumah dinas Wapres, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Ical dan JK melakukan pertemuan tertutup yang berlangsung 40 menit, dari pukul 8 sampai 8.40 malam.

Beres pertemuan, Ical memaparkan ke media bahwa tujuan pertemuan itu untuk melaporkan rencana Rapimnas kubunya yang akan digelar pada 23 Januari nanti. “Materinya melaporkan pada Pak JK tentang akan diadakannya Rapimnas Partai Golkar,” ucapnya.

Di pertemuan itu, lanjut Ical, dirinya juga melaporkan hasil komunikasi dengan anggota Tim Transisi lain: BJ Habibie, Akbar Tandjung, dan Muladi yang juga membahas rencana Rapimnas. Ical mengklaim, semua pihak telah setuju dengan rencana itu. “Saya harapkan dengan Rapimnas ini selesai. Pak JK sepakat kita adakan Rapimnas dulu,” ucapnya.

BACA JUGA :  Terima SK DPP, Nurdin Halid Calon Golkar di Pilgub Sulsel

Keinginan Ical tetap mempertahankan jabatannya semakin terlihat dari susunan panitia Rapimnas yang akan dibentuk. Ical menyebut panitia akan melibatkan seluruh kader dua kubu. Tapi dia tetap akan memegang kendali dengan alasan masih ketua umum baik berdasarkan Munas Riau maupun Munas Bali.

“Kan sudah ada satu keputusan, bisa dipakai Riau bisa dipakai Bali, yang disahkan kan keputusan Golkar yang dipimpin Aburizal Bakrie,” tegasnya.

Siangnya sebelum bertemu Ical, Wapres JK kembali memastikan bahwa niatnya di Tim Transisi hanya untuk mempersatukan Golkar. Karena itu, dia meminta kubu Ical tidak takut dengan dugaan dirinya mau mengambil alih Golkar. “Tidak ada (kontrol). Kami pembicaraannya persatuan,” tegas JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, kemarin.

BACA JUGA :  Pelantikan PAW Dua Kader Golkar di DPRD Sultra Diagendakan 11 April

Menurut JK, tugas tim transisi akan mempercepat proses islah antara kubu Ical dan kubu Agung Laksono. Untuk itu, JK berharap bisa menerima keberadaan tim yang dibentuk Mahkamah Partai itu. “Justru kami mendorong agar proses (islah) itu berjalan. Ujungnya adalah persatuan. Apapun cara harus diupayakan persatuan Golkar,” jelasnya.

Dengan tujuan itu, JK yakin pada akhirnya Ical akan mengerti. JK menganggap sikap keras Ical sebelumnya bukanlah penolakan, melainkan hanya protes sesaat. “Pro kontra ya tidak apa. (Mereka) bukan menolak, tapi mempertanyakan kewenangan dari Mahkamah Partai,” tegasnya.

Di kubu seberang, Agung Laksono meminta seterunya itu legowo. Kata dia, kalau mau Golkar bersatu, Ical harus mau menyerahkan sepenuhnya pelaksanaan Rapimnas dan Munas ke JK. “Sudahlah Pak Ical lepaskan ego politik masing-masing. Kita utamakan kepentingan yang lebih besar,” ucapnya, kemarin.

BACA JUGA :  Golkar Cs Kalah Voting, Kasus Papa Minta Saham Dilanjutkan

Bagi Agung, argumentasi hukum yang dipegang Ical selama ini tidak relevan. Sebab, putusan hukum untuk penyelesaian konflik kepengurusan parpol adalah pengadilan tata usaha, bukan pengadilan umum.

“Saya kira masyarakat akan menganggap kalau ada yang katakan dirinya sah, jadi bahan tertawaan. Riau sudah expired, Ancol sudah dicabut SK-nya, dan Bali tidak disetujui disahkan,” ucapnya.

Namun, Wasekjen Golkar kubu Ical, Lalu Mara Satriawangsa punya pendapat lain. Dia mengklaim kubunya sudah menang 2-0 atau Agung. Saat ini “pertadingan” antara keduanya sudah memasuki masa injury time. Karena itu, amat mengecewakan jika distop di tengah jalan.

“Ibarat main bola, Munas Bali sudah unggul 2-0, yaitu di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Pertandingan belum selesai kok dihentikan bukan oleh wasit resmi. Akibatnya bukan pemain saja yang tidak terima, penonton juga tidak terima dong,” ucapnya, kemarin.  ***

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top