Tokka, Sanksi bagi Si Gondrong – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Xpresi

Tokka, Sanksi bagi Si Gondrong

Xpresi

[dropcap]Agan[/dropcap]-agan yang bengal disekolahan pasti udah dapet hukuman dari guru. Nah, bagi siswa berambut gondrong, hukuman yang paling sering tuh di tokka (istilah lokal). Yakni cukuran ala kadarnya yang memberi kesan belang-belang di kepala. Biasanya agan-agan yang bandel ini sering kucing-kucingan ama guru BP. Kalo kena tokka, sobat Xpresi nyari barbershop untuk rapiin rambut yang udah kena tokka. Kalo aganwati gak kena tokka, wong emang udah kodratnya cewek panjangin rambut.

Sesungguhnya cukur pitak itu sebagai shock terapy kepada agan-agan yang disekolahan gak mau tertib. Ini lebih manusiawi loh, ketimbang kalian kena gampar karena gak ngikutin tata tertib disekolah. Ntar kalo digampar, gurunya dilaporin lagi ke polisi dengan tuduhan penganiayaan or kekerasan terhadap anak. Padahal kamunya yang bengal. So, jangan marah kalo guru mencukur ala tokka. Sobat Xpresi kudu dengerin nasehat guru. Jangan manjangin rambut kalo gak mau di tokka. Kan lebih cakep kalo cukurnya cepak-cepak gitu. Ala-ala perwira loh.

Yup! Secara aturan, sekolah kudu mewajibkan peserta didiknya rapi, termasuk tidak berambut gondrong. Apalagi kalian kan orang terpelajar. So, kudu tampil sebagai orang intelek dong. Jika peraturan tersebut dilanggar, bersiaplah berjumpa dengan guru BP yang udah siapin gunting. Pasti deh kalian dapet cukur “gratis” tapi ala kadarnya.

BACA JUGA :  Asiknya Punya Teman Populer

Nah, banyak yang menganggap tradisi tokka ini adalah nightmare bagi siswa. Mungkin menurut mereka rambut pendek atau model pelontos adalah gaya rambut yang bisa membuat mereka terlihat culun or kampungan. But, sekolah memang harus ketat sih dalam menerapkan peraturan sekolah.Nah, simak beberapa komentar sobat Xpresi mengenai tokka.

Upaya menertibkan siswa yang lalai menjaga kerapian rambut dengan cara tokka diapresiasi Andi Hamzah. Namun, menurut siswa MAN 1 Kendari ini tindakan itu dilakukan setelah memberi peringatan kepada siswa. Jika siswa bersangkutan masih lalai maka tindaka tokka “halal” dilakukan. “Harusnya ditegur dulu supaya kita ada waktu untuk mencukur rapi, soalnyakan kalo ditokka’ itu rambutnya dipotong tidak beraturan jadi kita biasanya malu juga,” ujarnya, Senin (18/1).

Sebenarnya, guru bukannya bertindak semena-mena loh sobat. Justru guru sayang sama kalian. Dia pengen kalian sukses kedepannya sehingga diajarkan bersikap disiplin sejak dini. Secara kalo besok-besok kalian sukses, guru gak minta apa-apa kok ke kalian. Yang ada malah bangga melihat kesuksesan kalian karena telah berhasil mendidik dan mengajar tanpa mengharap imbal balik dari kalian. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

BACA JUGA :  Homesick........ Pengen Pulang !!!

“Sebenarnya sudah tepat tindakan guru yang menokka siswa berambut panjang, kan sudah sejak awal ditentukan kerapian siswa termasuk rambut gak boleh dipanjanganin. Itu supaya mereka bisa disiplin. Jadi kalo di tokka, jangan ngedumel. Kan siswa sendiir yang melanggar aturan ?,” ungkap Nadya Ramadhani, siswi SMAN 9 Kendari ini.

Yaps! Bener banget tuh sobat yang dikatakan Nadya, sebagai siswa dan siswi yang terpelajar, seharusnya kalian nggak melanggar aturan yang ada. Coz, kapan pun dan dimanapun kita berada pasti selalu terikat aturan. Nah, setiap individu yang berada dalam suatu kelompok pasti terikat aturan. Biar disiplin gitu. “Waktu SMA tidak jarang juga sih saya kena tokka’ hehe.. Tapi memang hukum dan peraturan yang ada harus di patuhi. Karena salah satu sifat dari hukum atau peraturan adalah mengikat. So siapapun harus tunduk pada aturan, dan bagi yang melanggar pasti akan dapat sanksi,” kata Dimas Malik, mahasiswa Hukum UHO ini.

BACA JUGA :  #Don't judge challenge Bikin PeDe Nambah

Kalo banyak siswa yang tidak terima karena aksi guru ini dianggap dadakan, kira-kira tanggapan orang tua mereka setelah tiba dirumah dengan model rambut awut-awutan karna ditokka’ gimana yak? “Tanggapan dari orang tua saya kalo pulang kerumah liat rambut saya berantakan potongannya malah mereka senang karena kelalaian saya yang manjangin rambut, pahal itu gak boleh disekolah. Sudah tau kalo disekolah rambut harus rapi,” curhat Fadhel Wijaya S siswa SMKN 2 Kendari.

Well…sansksi guru berupa tokka sekali lagi dimaksudkan agar para siswa belajar mengenai kedisiplinan dan mematuhi aturan serta tata tertib sekolah. Sehingga jika kalian dewasa nanti bisa menerapkannya dalam kehidupan sehingga meraih kesuksesan. Sebab, salah satu kunci sukses adalah disiplin. Lagian kalo kalian tampil rapi, maka terlihat elegan dan mencirikan sebagai orang terdidik. (Kak Nunik)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top