Pariwara
HEADLINE NEWS

Janji Untuk Angkat Tenaga Honorer K2 Kapan?

ilustrasi

ilustrasi

KENDARINEWS.COM, JAKARTA – Janji pemerintah mengangkat para honorer kategori dua (K2) menjadi pegawai negeri sipil (PNS) belum juga terbukti. Aksi-aksi turun ke jalan sudah sekian kali dilakukan tanpa ber­buah hasil. Bahkan para hon­orer K2 sudah menyampaikan masalah ini ke Internasional Labour Organization (ILO) agar pemerintah segera ber­tindak.

Ketua Tim Investigasi Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I), Riyanto Agung Subekti alias Itong mengungkapkan, masalah honorer K2 sudah di­laporkan ke ILO. Organisasi buruh dunia tersebut bahkan berencana membawa masalah ‘perbudakan modern’ yang dialami honorer K2 tersebut ke Mahkamah Internasional. “Pada Mei 2015, saya sudah diwawancarai perwakilan dari ILO. Saya sudah mengung­kapkan seluruh masalah hon­orer K2,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurut Itong, perwakilan ILO mengaku prihatin dengan gaji yang diterima tenaga hon­orer K2 per bulan. Sehingga ILO mengganggap masalah tersebut merupakan tinda­kan perbudakan modern yang tidak manusiawi. “Mereka juga heran dengan sikap pemerintah yang tidak konsisten dengan janji-janjinya,” katanya.

Dia menyebutkan, jika masalah perbudakan ini tidak segera ada penyelesaiannya, maka ILO akan membawa masalah tersebut ke Mahkamah Internasional. Bahkan pihak ILO sudah memintanya menyiapkan bukti-bukti, baik dokumen, foto, maupun klipingan berita tentang honorer K2.

“Tunggu saja tanggal main­nya. Jangan dipikir masalah K2 cuma diketahui orang Indonesia. ILO sudah tahu, dan saat saya diwawancarai ada Ketua PB PGRI dan Presiden KSPI juga,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana, meminta honorer K2 jangan hanya terus menuntut untuk diangkat men­jadi CPNS tanpa melalui tes. Menurutnya, di era kompetisi seperti sekarang tidak zaman­nya lagi seseorang menjadi PNS tanpa tes. “Bukan zaman­nya lagi jadi PNS lewat jalur khusus tanpa tes. Ini sudah era kompetisi di mana UU Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah diberlakukan,” ujarnya.

Dia pun mengimbau tena­ga honorer yang tidak lolos seleksi dapat berkompetisi secara terbuka lewat formasi umum. Bila punya potensi, pasti lolos meski harus bersaing den­gan fresh graduate. “Silakan bersaing sehat dengan anak-anak muda lainnya, mengikuti seleksi jalur formasi umum, kalau berkompeten kenapa enggak berkompetisi secara umum,” katanya.

Perlu diketahui, saat ini ada sekitar 439 ribu honorer K2 tengah menunggu nasib. Sebagian besar honorer K2 ini sudah berusia di atas 35 tahun sehingga bila merujuk UU ASN tidak memungkinkan lagi ikut mendaftar seleksi CPNS jalur umum. (rmol)


Notice: Trying to get property 'term_id' of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top