Diganjar Sanksi Fifa, Madrid dan Atletico Dilarang Beli Pemain – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Diganjar Sanksi Fifa, Madrid dan Atletico Dilarang Beli Pemain

 Atletico-Madrid-vs-Real-MadridKENDARINEWS.COM, MADRID – UANG tak bisa membeli segalanya. Bahkan, untuk membeli pemain. Itulah yang akan terjadi kepada Real Madrid dan Atletico Madrid pada bursa transfer musim panas 2016 dan musim dingin 2017. Mereka terkena sanksi larangan transfer oleh FIFA.

Tak ada yang meragukan kekayaan Real. Mereka berulang kali masuk dalam daftar klub sepak bola terkaya. Klub berjuluk Los Blancos itu juga seringkali membuat heboh bursa transfer dan keluar sebagai pembuat berita transfer termahal.

Lihat saja daftar pemain termahal mereka. Saat membeli Luis Figo, Zinedine Zidane, Cristiano Ronaldo, dan terakhir Gareth Bale, Real menunjukkan jati dirinya sebagai klub paling tajir sedunia. Pembelian-pembelian itu memecahkan rekor termahal pada eranya.Bahkan, sampai saat ini, ada empat transfer Real yang masih masuk dalam dalam sepuluh besar transfer termahal dunia. Yakni, Bale pada 2013 seharga 118 juta euro, Ronaldo pada 2009 dengan 106 juta euro, James Rodriguez pada 2014 senilai 79,5 juta euro, dan Zinedine Zidane pada 2001 seharga 75 juta euro.

Tak heran, setiap bursa transfer dibuka, fans sepak bola selalu menanti, apakah Real akan kembali memecahkan rekor transfer? Sayang, untuk musim panas 2016 dan musim dingin 2017, dipastikan mereka tak lagi bisa melakukannya.

Atletico memang tidak segila Real dalam melakukan pembelian pemain. Tetapi, mereka juga klub dengan kekuatan uang yang besar. Dan, karena pelanggaran ketentuan transfer internasional yang dibuat FIFA, sanksi pun mereka hadapi.

BACA JUGA :  Dilaporkan, Ehhh..Pelatih PPLP ini Malah Bungkam

Komite Disiplin FIFA mengumumkan bahwa kedua klub melanggar aturan transfer pemain yang usianya berada di bawah 18 tahun. ’’Larangan ini tidak berlaku untuk bursa transfer saat ini (musim dingin 2016, Red),’’ tulis FIFA dalam pernyataan resminya.

Konfederasi sepak bola internasional itu menyebut Real dan Atletico empat pasal dan dua lampiran dalam regulasi tentang Status dan Transfer Pemain. Pasal yang dilanggar itu antara lain pasal 5, 9, 19a dan 19 b, plus lampiran 2 dan 3.

Semua pasal itu mengatur tentang aturan perpindahan pemain yang satu di antaranya menyangkut batasan usia 18 tahun. ’’FIFA sudah memberi teguran dan kedua klub sudah diberikan waktu 90 hari (sejak tiga bulan yang lalu) untuk mengatur internalnya,’’ sebut FIFA.

Sanksi ini menjadi bukti pernyataan Sepp Blatter sebagai Presiden FIFA terhukum pada Desember lalu benar adanya. Blatter kepada Mundo Deportivo menegaskan tidak ada pembedaan sanksi antara yang didapat klub La Liga lainnya Barcelona dengan duo Madrid ini.Barca dijatuhi sanksi larangan aktivitas dalam dua kali bursa transfer pada April 2014. Kesalahannya pun sama, merekrut pemain di bawah 18 tahun untuk masuk ke dalam akademinya, La Masia. Sanksi bagi Barca itu baru berakhir musim dingin Januari ini. ’’Dengan pelanggaran yang identik, maka wajar saja kalau dua klub dari Madrid ini harus mendapatkan sanksi yang sama,’’ tutur Blatter.

BACA JUGA :  Selamat, Evan Dimas Merumput di Barcelona

Baik Real atau Atleti tidak belajar dari kasus Barca. Melihat dari apa yang mereka lakukan dan berbuah sanksi itu, kesalahan Barca yang merekrut pemain dengan usia di bawah 18 tahun itu tidak seharusnya diulangi. Sebab, kedua kasus ini baru mencuat ke media sejak awal 2015.

Akademi Atleti ketahuan mempunyai banyak pemain dari luar Tiongkok yang usianya di bawah 18 tahun pada Januari 2015. AS juga memberitakan adanya pemain muda Tiongkok masuk ke Real pada Mei 2015.

Bukan hanya dari Tiongkok, pemain muda dari luar Spanyol pun juga masuk dalam kesalahan Real. Bahkan, Zidane sendiri harusnya tahu ada yang tidak beres dengan langkah Real. Sebab, anaknya, Luca Zidane disebut-sebut masuk dalam ”transfer terlarang” itu.

’’Putra Zidane sendiri juga masuk dalam daftar pemain yang membuat Real disanksi FIFA,’’ demikian yang dilansir dari radio Onda Cero. Luca yang masuk ke Real Madrid Castilla sebagai penjaga gawang itu usianya baru 17 tahun. Dia dipermasalahkan karena masih berpaspor Prancis.

BACA JUGA :  Musim Ini Musim Terakhir Van Gaal, Musim Depan MU Milik Mourinho?

Dengan kenyataan ini, maka Real harus memperpanjang tren belanja hematnya lagi. Bukan lagi hemat, Real harus menutup keran pengeluarannya untuk membeli pemain. Terakhir kali, Real menghamburkan uangnya dalam bursa transfer 2014-2015 silam dengan GBP 94,85 juta (Rp 1,9 triliun).

Sementara musim panas 2015 hanya GBP 53,2 juta (Rp 1,06 triliun). Dengan tidak bolehnya transfer pada musim panas 2016 nanti, maka tren itu akan berlanjut. Padahal, Real butuh suntikan tenaga, terutama untuk menjadi pengisi posisi gelandang bertahan.

Di antara daftar gelandang Real, hanya Casemiro, Pepe, dan Raphael Varane yang bisa bermain sebagai gelandang bertahan. Itu pun dua nama yang terakhir lebih berfungsi sebagai bek tengah. Untuk melengkapinya, Real hanya punya kesempatan musim dingin ini.

Sialnya, untuk mencari pemain bagus di musim dingin yang ditutup per 31 Januari waktu setempat nanti jelas tidak akan mudah. Solusinya ya menarik kembali pemain-pemain pinjamannya. AS menyebut, itulah satu-satunya opsi yang realistis bagi Real atau Atleti.

Real bisa memulangkan Marco Asensio dari Espanyol, Fabio Coentrao dari AS Monaco, Lucas Silva dari Olympique Marseille, Omar Mascarell (Sporting Lisbon), Alvaro Medran (Getafe), Diego Llorente (Rayo Vallecano), Burgui (Espanyol), dan Jesus Vallejo (Real Zaragoza). (jpg)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top