Cerita Mistis TPU Punggolaka – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Cerita Mistis TPU Punggolaka

DOK/KP_Ambo Rahman, salah seorang pembaca doa di TPU Punggolaka. Ia siap membantu warga yang hendak melakukan ziarah kuburan.

DOK/KP_Ambo Rahman, salah seorang pembaca doa di TPU Punggolaka. Ia siap membantu warga yang hendak melakukan ziarah kuburan.

Penggali dan penjaga kuburan menjadi salah satu pekerjaan menantang dalam kehidupan ini. Mereka hidup dan beradaptasi dengan suasana seram di sekitar makam. Banyak pusara tua, suara-suara aneh, dan penampakan yang terkadang mereka temui. Namun kebiasaan hidup dengan lingkungan seperti itu membuat mereka mampu menguasai rasa takutnya. Seperti cerita-cerita unik dari para penggali dan penjaga kubur di Taman Pemakaman Umum (TPU) Punggolaka, Kota Kendari.

Erlyn Ipo

Suasana malam cukup gelap. Tak ada lampu jalan menuju TPU Punggolaka. Hanya satu jalan utama menuju pekuburan tersebut. Namun, saat berada dalam lokasi TPU, ada beberapa ruas jalan dibuat untuk memudahkan para pembawa jenazah. Area pemakamanan cukup luas sehingga kuburan terbagi beberapa zona.

Meskipun kondisinya cukup seram, namun wilayah pekuburan itu masih tetap ada warga yang bermukim. Kelompok inilah yang sering digunakan jasanya untuk membersihkan makam, menggali dan menjaga kubur. Kadang mereka berkumpul di kuburan menunggu job jika ada warga Kota Kendari yang meninggal dunia. Di satu sisi, kondisi itu menjadi duka bagi keluarga yang meninggal dunia, namun di sisi lain menjadi anugerah bagi para penggali kubur. Mereka hidup dan memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari dari jasa menggali dan membersihkan kuburan. Soal tarif, mereka tidak mematok angka, tergantung si peminta bantuan. Selain pembersih kubur, ada juga pembaca doa yang tinggal di sekitar makam.

BACA JUGA :  Mulai Keris, Pistol Hingga Alquran dari Lempengan Kayu

TPU Punggolaka baru dibuka 30 tahun silam. Luas area pekuburan yakni 30 hektar. Selama 30 tahun ini, sudah 16 hektar digunakan. Setiap bulannya, para penggali kubur mendapat daftar galian rata-rata 60 liang lahad. Di sekitar TPU Punggolaka merupakan lokasi pemukiman warga. Mereka tidak terganggu berdiam dekat dengan kuburan.

Berbagai cerita unik, seram, dan horor muncul dari para penggali dan penjaga kuburan. Ada satu kuburan tua yang mereka harus hindari saat malam hari. Suasana di kuburan itu cukup mencekam saat malam hari. Mereka lebih memilih memutar ketimbang harus melintas di kawasan tersebut. “Ada penunggunya. Kalau tidak disuka, penunggunya pasti menampakkan diri,” ujar Behaenudin, penjaga malam TPU Punggolaka.

Para penjaga kuburan ini memiliki alarm alam untuk mengetahui akan adanya calon penghuni alam kubur. Bagi mereka yang bertugas jaga malam, sering mendengar suara-suara aneh. Salah satu pertanda akan datangnya penghuni baru alam kubur cukup dengan mendengar suara burung ribut. Suaranya cukup unik. Suasana di kuburan pun seperti ramai. Ibaratnya ada penyambutan dari para penghuni alam itu. “Kalau ada tanda-tanda itu, kami kadang berkelakar. Giliran siapa berjaga besok? Artinya, yang punya shift keesokan harinya, itulah yang dapat job untuk menggali kubur. Kami siap gali kuburan, bahkan tengah malam sekalipun,” katanya.

BACA JUGA :  Didesain Mirip Asrama Sekolah, ABH Dididik Layaknya Pelajar

Pria yang sudah 20 tahun bertugas di TPU itu mengaku sudah terbiasa dengan suara aneh di malam hari. Bahkan saat berjalan meninjau pemakaman, tak jarang muncul sosok orang tua yang duduk di atas makam.

Behaenudin mengatakan, meskipun terbiasa dengan suasana sekitar kuburan, namun ada etika khusus yang harus dilakukan agar tidak saling mengganggu. Warga dilarang menebang pohon pelindung sekitar kuburan. “Ada yang pernah sakit gara-gara tebang pohon sembarangan di wilayah kuburan. Hampir mati. Makanya, kalau mau tebang pohon harus orang pintar. Ada etika gaibnya juga,” ungkap Baehanudian.

Setiap penggali kubur memiliki banyak cerita mistis. Suatu ketika, Misbar bersama teman-temannya menjalankan tugasnya, menggalikan makam seorang pemuda yang meninggal karena kecelakaan. Didapatinya hal yang aneh. Tanah yang biasanya empuk dan hanya penuh tanah liat, tiba-tiba berubah keras. Setiap hujaman cangkulnya selalu membentur batu. Hal itu seperti tak masuk diakalnya. Pasalnya hari itu baru saja terjadi hujan deras. “Tanah di sekitarnya, pakai sekopan saja bisa. Ini tiga orang yang menggali sama-sama mengeluh saking kerasnya,” kisahnya.

Pria yang sudah lebih dari 10 tahun menjadi penggali kubur di TPU Punggolaka itu mengaku sudah terbiasa dengan hal mistis di pemakaman. Misalnya, penampakan makhluk gaib atau bunyi-bunyian di malam hari. “Kalau cerita penampakan biasa saja, tapi kalau tanah yang tiba-tiba keras itu lain lagi. Ini baru kami alami. Saya pikir hanya di film-film yang begitu (rahasia Ilahi, red). Ternyata itu benar adanya,” terangnya.

BACA JUGA :  Kondisi Alamnya Belum Terjamah, Sumber Air Bersih Warga Sekitar

Namun hal itu tidak membuatnya kapok menjadi tukang gali kubur. Justeru hal itu diyakininya sebagai tanda-tanda kebesaran Ilahi yang memotivasinya untuk menguatkan iman dan amal ibadah. “Saya tidak takut. Justeru banyak pelajaran hidup, bahwa kalau tidak banyak-banyak beramal di dunia, maka siksaan kubur itu berat,” ujarnya.

Cerita mistis lainnya datang dari Abdullah Syam. Kepala Seksi Pemakaman TPU Punggolaka ini berkisah tentang pengalamannya 2011 silam. Di TPU Punggolaka, ia pernah menyaksikan sebuah proses pemakaman. Saat itu, hari cukup cerah, seusai salat Azar dilangsungkanlah pemakaman. Ketika jenazah dimasukkan ke liang lahad, sesuatu di luar dugaan terjadi. Petir tiba-tiba menyambar disertai guntur dan hujan. Sontak semua pengantar jenazah beristigfar. “Tidak ada tanda-tanda mau hujan. Begitu mayat diangkat hendak diturunkan ke liang lahad, langsung datang petir. Kami hanya bisa berzikir dan beristigfar saat itu,” ceritanya.

Kejadian demi kejadian yang dialami  itu membawa para penggali kubur pada satu kesimpulan yang sama. Mudah tidaknya sebuah makam digali bisa menggambarkan  amal ibadah yang dibawa mati oleh manusianya. Jika amal ibadah seseorang sangat baik maka para penggali kubur akan merasakan kemudahan dalam menyiapkan liang lahad. Namun jika sebaliknya maka pengalaman aneh akan terus dirasakan oleh mereka. “Menurut kami itu bukan sebuah kebetulan, tapi cerminan dari perbuatan orang itu semasa hidupnya,” kata Abdullah Syam. (*/b)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top