Dijadikan Kelinci Percobaan Uji Coba Obat, Satu Relawan Meninggal Dunia – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Dijadikan Kelinci Percobaan Uji Coba Obat, Satu Relawan Meninggal Dunia

648x415_marisol-touraine-ministre-affaires-sociales-sante-bureau-a-paris-17-octobre-2012

Menteri Kesehatan Perancis Marisol Touraine

KENDARINEWS.COM, PARIS – Uji klinis obat baru di Kota Rennes, Perancis, berujung maut. Satu orang relawan yang mencoba obat berbahan dasar cannabis alias ganja itu meninggal dunia. Sedangkan lima sukarelawan lainnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Jumat (15/1/2016) kantor Kejaksaan Paris menegaskan bahwa pemerintah mulai menginvestigasi kasus tersebut. Sedangkan Biotrial, produsen obat tersebut, langsung menghentikan proses uji klinis begitu mendengar kabar kematian salah seorang lawannya Kamis lalu (14/1/2016). Perusahaan tersebut juga meminta seluruh relawan yang terlibat uji klinis untuk melaporkan diri.

BACA JUGA :  OVOP, Kerjasama Korea-Indonesia Atasi Depresi Ekonomi Dunia

”Saya berjanji mengusut kasus itu hingga tuntas,” kata Menteri Kesehatan Perancis Marisol Touraine. Dia bertolak ke Rennes untuk menjenguk para sukarelawan yang dirawat intensif. Kabarnya, kondisi mereka sangat parah. Mereka mengalami gangguan saraf gara-gara mengonsumsi obat tersebut. Sebelum menemui ajal, sukarelawan yang meninggal itu sempat mengalami mati otak.

Dalam keterangan yang disampaikan kepada media, Touraine membantah bahwa obat yang sedang diuji klinis itu terbuat dari ganja. Tapi, dia belum bisa menyebutkan apa saja kandungan obat yang diproduksi perusahaan di sisi barat Rennes tersebut. Sebab, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan. Dia berjanji memublikasikan hasil penyelidikan setelah investigasi rampung.

BACA JUGA :  GEGER! Piton Duel Kontra Kobra, Mahasiswa Singapura Kelabakan

Biotrial merupakan produsen obat bertaraf internasional. Sejak berdiri pada 1989, perusahaan tersebut sudah melaksanakan ribuan kali uji klinis obat. Dalam bisnis farmasi, uji klinis adalah tahap wajib yang harus dilalui produsen. Melalui tahap tersebut, produsen akan mengetahui efektif atau tidaknya obat yang dihasilkan. Dari uji klinis pula, mereka mendapatkan informasi tentang efek samping.(bbc/hep/c11/ami)

BACA JUGA :  Naas, Mahasiswa Indonesia Tewas Tertabrak Mobil Di Mesir

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top