Takut Lihat Lubang? Itu Tanda Trypophobia – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Takut Lihat Lubang? Itu Tanda Trypophobia

000000000000000images+(7)

KENDARINEWS.COM Ada berbagai macam jenis rasa takut yang berlebihan atau fobia. Ada fobia pada ketinggian, kegelapan, binatang tertentu dan banyak lagi. Beberapa di antaranya sudah banyak dialami dan dianggap wajar oleh sebagian besar masyarakat. Bagaimana jika fobia muncul saat melihat lubang?

Meskipun belum diakui secara resmi dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-V), banyak ilmuwan dan psikolog menjaga eksistensi klinis trypophobia.

‘’Trypophobia adalah fobia yang mungkin belum pernah Anda dengar. Namun kami berpikir ada kemungkinan setiap orang memiliki trypophobia meskipun mereka mungkin tidak menyadarinya,’’ kata psikolog di University of Essex, Geoff Cole, seperti dilansir laman ibtimes.

Ada berbagai macam jenis rasa takut yang berlebihan atau fobia. Ada fobia pada ketinggian, kegelapan, binatang tertentu dan banyak lagi. Beberapa di antaranya sudah banyak dialami dan dianggap wajar oleh sebagian besar masyarakat. Bagaimana jika fobia muncul saat melihat lubang?

Meskipun belum diakui secara resmi dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-V), banyak ilmuwan dan psikolog menjaga eksistensi klinis trypophobia.

‘’Trypophobia adalah fobia yang mungkin belum pernah Anda dengar. Namun kami berpikir ada kemungkinan setiap orang memiliki trypophobia meskipun mereka mungkin tidak menyadarinya,’’ kata psikolog di University of Essex, Geoff Cole, seperti dilansir laman ibtimes.

Trypophobia merupakan sebuah kondisi fobia yang bisa dibilang cukup jarang. Orang dengan fobia ini memiliki ketakutan yang luar biasa terhadap segala jenis lubang. Dalam beberapa kasus yang sering dilaporkan, umumnya rasa takut ini muncul saat melihat beragam benda-benda alam dan buatan, termasuk sarang lebah, polong biji teratai, karang, dan bahkan roti manis yang memiliki struktur berongga.

Sementara itu dikutip dari India Times, para peneliti lain mengungkapkan hal serupa. Mereka menunjukkan bahwa selama evolusi, pola tertentu menjadi fitur yang digunakan secara cepat untuk mengidentifikasi bahaya, salah satunya dalam bentuk hewan beracun. ‘’Kami berpendapat bahwa trypophobia timbul karena gambar dan objek ini secara visual menunjukkan kesan seperti benda-benda yang berpotensi berbahaya,’’ kata para peneliti.

Rangsangan fobia ini dapat menyebabkan munculnya migrain, serangan panik, berkeringat panas, dan lonjakan detak jantung pada mereka yang mengalaminya. Tak sedikit pula yang berespons dengan menggigil, timbul rasa gatal, gemetar, dan bahkan menangis.

Cole bersama dengan rekannya, Prof Arnold Wilkins, memimpin penyelidikan untuk menemukan penyebab munculnya rasa takut ini. Hasil temuannya menunjukkan bahwa fobia jenis ini terkait dengan ancaman kuno.

Menurut para peneliti, unsur bahaya asli dicontohkan oleh sekelompok kecil organisme beracun yang langka. Meskipun termasuk dalam keanekaragaman hayati, hewan-hewan ini memiliki bentuk yang khusus. Contoh utama adalah gurita bercincin biru, yang kamuflase struktur tutulnya dinilai para peneliti menimbulkan reaksi pada mereka dengan trypophobia. (nhk)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top