Gafatar di Sultra Pernah Klarifikasi. Ini Bunyi Suratnya – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Gafatar di Sultra Pernah Klarifikasi. Ini Bunyi Suratnya

KENDARINEWS.COM, KENDARI Gafatar pernah menulis surat resmi ke Kendari Pos, Rabu 28 Januari 2015 mengklarifikasi keberadaan organisasinya yang dianggap sesat. Surat yang diteken Ketua DPD Gafatar Sultra, Andi Andriyanto Ramli itu terlihat tidak lazim dari surat-surat organisasi lain kebanyakan. Di pembukaan surat tertulis “Atas Nama Tuhan Yang Maha Esa”. Sedangkan di bagian lain, dimana biasanya surat serupa ada kolom untuk ucapan salam, Gafatar menulis “Damai Sejahtera Nusantara”.

1-gafatar

Gafatar mengklaim, mereka adalah organisasi putra-putri Nusantara yang bercita-cita dan bertekad untuk berperan aktif dalam proses bangsa ini menuju negeri yang Damai Sejahtera, Nusantara Jaya sebagai Mercusuar Dunia. “Kami bukanlah Ormas yang berbasis Agama,” kata Andi. Jadi, kata Andi, adalah sebuah kekeliruan besar, jika ada oknum yang disinyalir melakukan kegiatan menyimpang (sesat) di Desa Todoloiyo, Kecamatan Oheo pada tahun 2011.

BACA JUGA :  Paspor Jamaah Haji Sultra Lengkap

Andi menyebut bahwa Gafatar memperjuangkan konsep hidup MILLAH ABRAHAM alias tunduk patuh hanya pada Tuhan Yang Maha Esa. Konsep ini menata kehidupan sosial dan budaya dengan cara Tuhan Yang Maha Esa. “Kami berkeyakinan bahwa Tuhan akan mengutus kembali Juru Bicara-nya sebagai upaya membimbing dan mengantar bangsa ini sebagai umat pilihan kepada Jalan Kebenaran yang universal,” kata Andi dalam suratnya itu.

Yang terlihat agak janggal dalam surat itu adalah klaim Gafatar yang melihat dan menyaksikan Bapak Ahmad Musaddeq sebagai manusia yang paling paham akan kehendak dan rencana TUHAN YME akan menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang Damai Sejahtera. Hal tersebut dapat disaksikan dari apa yang menjadi program kerja (buah) dan dituju Gafatar.

BACA JUGA :  Sudah 53 Jenazah Teridentifikasi, Ini Datanya

Tidak begitu jelas apakah sosok Ahmad Musadeq yang disebut Gafatar itu adalah mantan pimpinan aliran Al-qiyadah Al Islamiyah yang sempat tenar di akhir tahun 2006 lalu karena mengaku diri sebagai rasul. Yang pasti, tahun 2006 lalu, seseorang bernama Ahmad Musadeq menggembarkan Indonesia karena mengaku sebagai Rasul.

Ahmad Musadeq mengaku mendapatkan wahyu saat sedang bersemedi dan bertemu malaikat Jibril dan diangkat menjadi rasul untuk membawa risalah yang baru, setelah Islam. Pada saat itu, Ahmad Musadeq mengklaim diri, telah memiliki pengikut yang berjumlah ribuan di hampir sejumlah provinsi di nusantara, termasuk Aceh. Hal ini kemudian dibuktikan dengan menampilkan keberadaan sejumlah pengikutnya dan pengucapan ’syahadat’ massa terhadap kerasulan Ahmad Musadeq secara live di media elektroknik.

BACA JUGA :  Wagub Pimpin Rapat Persiapan Pilkada Serentak

Keberanian Ahmad Musadeq ini sempat menuai pendapat pro dan kontra di penjuru
nusantara saat itu. Sebagai masyarakat, menganggap aksi Ahmad Musadeq tersebut adalah kegiatan penistaan agama Islam. Banyaknya pro dan kontra itu kemudian diduga menjadi penyebab Ahmad Musadeq menemui Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada pertengahan 2007 lalu dan menyatakan diri untuk bertobat dan kembali pada aliran Islam. Tobatnya, disusul dengan tobat massa para pengikut Al-qiyadah Al Islamiyah.

Ahmad Musadeq, yang dulunya adalah seorang guru biasa di Jakarta Barat, tetap di proses secara hukum serta di seret ke pengadilan karena dinilai telah melakukan penistaan terhadap agama islam. Sosok Ahmad Musadeq sendiri, akhirnya divonis 5 tahun penjara karena pengakuan kerasulannya. (***)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top