Sampai Kiamat Pun Golkar Nggak Bakal Rukun – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Sampai Kiamat Pun Golkar Nggak Bakal Rukun

20150407205657golkar-141222

KENDARINEWS.COM, JAKARTA – Egoisme kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono dalam konflik Golkar memancing banyak ledekan. Setengah berkelakar, dua pengamat bahkan menyatakan, jika keduanya tetap sama-sama egois, sampai kiamat pun Golkar nggak bakal rukun.

Seperti diketahui, Ical, sapaan akrab Aburizal dan Agung masih belum sepaham soal penyelesaian persoalan internal Beringin. Agung ingin munas digelar untuk mencari ketua umum baru. Namun ide ini ditolak mentah-mentah oleh Ical.

Untuk mencari solusi hal ini, kemarin, sejumlah pengurus DPP Golkar kubu Ical menggelar pertemuan dengan unsur Mahkamah Partai Golkar (MPG). Mereka meminta MPG segera membentuk DPP transisi (ad hoc) yang bertugas menyelenggarakan munas. Pasalnya, status MPG masih sah terdaftar di Kemenkumham.

“Karena, Mahkamah Partai adalah satu-satunya institusi partai yang masih mempunyai kewenangan, hak, legal standing,” kata Ahmad Hafiz Zawawi, juru bicara pengurus Golkar kubu Ical yang hadir dalam pertemuan ini. Tokoh lain ada Agun Gunandjar dan Ibnu Munzir.

BACA JUGA :  Terima SK DPP, Nurdin Halid Calon Golkar di Pilgub Sulsel

Mereka menilai, kondisi Golkar kini bisa diibaratkan pasien yang terbaring koma dan mendekati sakratulmaut. Sebabnya ketiadaan DPP yang sah setelah 1 Januari 2016. Tanpa kehadiran DPP, tak mungkin mesin partai bisa bergerak. Padahal, Juni mendatang semua politik sudah harus siap dalam mendaftarkan calonnya di Pilkada serentak 2017.

Menjawab itu, anggota MPG Andi Mattalata mengungkapkan, permintaan ini merupakan laporan yang ketiga kalinya dari pihak-pihak yang berbeda. Pertama, laporan dengan nada permintaan yang sama datang dari Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Yang kedua datang dari para tokoh senior partai dengan dimotori Akbar Tandjung.

Namun, lanjut Andi, MPG belum bisa menanggapi atau menjawab ketiga laporan ini karena MPG harus melalui rapat terlebih dahulu. Sehingga, putusan MPG menjadi hasil rembuk pendapat semua unsur MPG. Bagaimanapun, Andi memberi sinyal ada pihak yang tak ingin munas rekonsiliatif terjadi. Andi bungkam ketika ditanya kubu mana yang ia maksud.

BACA JUGA :  Aburizal Bakrie: Nyebut Lantainya Saja Salah, Apalagi Beritanya

Sayang, Andi juga belum memastikan kapan MPG mengadakan rapat. Menurut dia, semua unsur MPG harus memeriksa terlebih dahulu laporan yang diajukan eksponen Munas Riau kemarin, apakah sudah memenuhi persyaratan atau belum.

“Kita berharap Mahkamah Partai jadi untuk semua orang. Kalau saya katakan komentar yang mengecewakan salah satu pihak, nanti putusan Mahkamah Partai berpihak. Padahal, putusan Mahkamah Partai jauh lebih penting daripada sah dan tidaknya yang ada,” katanya lagi.

Menanggapi itu, pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Gun Gun Heryanto menyayangkan konflik Golkar terus berlarut lantaran kedua kubu belum satu kata untuk berdamai, alias islah.

“Kalau dua kubu tidak mau ngalah, sampai kiamat pun Golkar ngga bakal rukun,” ujar Gun Gun kepada Rakyat Merdeka (Kendari Pos Group), semalam.

Gun Gun menilai, baik Ical dan Agung masih mempertahankan ego masing-masing. Keduanya, masih berambisi untuk melakukan dominasi di dalam tubuh beringin. “Harusnya kolaboratif, tanpa itu, tidak mungkin,” sarannya.

BACA JUGA :  Hari Ini Pendaftaran Caketum Golkar Resmi Dibuka

Dijelaskan, ego seperti ini sangat berbahaya jika dipertahankan oleh kedua kubu itu. Selain tidak akan ada yang dimenangkan, justru akan menghancurkan Golkar itu sendiri.

Menurutnya, saat ini Golkar perlu membentuk tim transisi untuk menyelamatkan partai. “Solusinya hanya tim transisi. Keduanya harus sepakat, kalau tidak ya sama saja,” pungkasnya.

Pengamat politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Prof Asep Warlan Yusuf mengatakan perlunya kerendahan dari dua kubu untuk mengalah dan membangun Golkar bersama-sama. “Ya harus akur dulu,” singkatnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi sudah memanggil Ical dan Agung ke Istana, Senin (11/1) lalu. Tujuannya, untuk mendamaikan Beringin. Sayang, kedua pihak masih sulit didamaikan. Agung ngotot minta munas digelar, sementara Ical tak mau memenuhi keinginan ini. (rmol)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top