Gara-gara Obat Diet, Nyawa Terancam – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Gara-gara Obat Diet, Nyawa Terancam

bahaya-obat-peangsing-bagi-kesehatan

KENDARINEWS.COM, MANADO – Peredaran obat pelangsing di Sulut patut diwaspadai. Apalagi, bila sampai terbukti membahayakan kesehatan dan mengancam nyawa pengguna. Seperti yang dialami Zaenap Hadi (55), warga Kelurahan Komo Luar.

Sabtu (9/1) lalu, Zaenap terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gangguan kesehatan seperti muntah-muntah, diare dan pusing diduga setelah dua hari mengonsumsi obat diet dengan merk HL (singkatan).

“Hari pertama minum obat itu tiba-tiba wajah istri saya jadi pucat dan memerah. Kemudian muntah-muntah serta mengeluarkan banyak keringat,” ujar Wahyono Daud, suami korban ketika ditemui koran ini di Rumah Sakit Advent Teling, kemarin. Lanjutnya, hari kedua, karena sudah tidak tahan melihat kondisi istrinya, Daud memutuskan langsung membawa istrinya ke RS.

BACA JUGA :  Bayi Lebih Suka Ayah yang Gemuk

“Kami juga melapor ke pihak HL. Dan Minggu malam, mereka datang mengunjungi. Setelah itu langsung pergi tanpa berbuat apa-apa,” ujar Daud sembari mengaku kecewa dengan sikap distributor HL.

Dari hasil pemeriksaan dokter, diketahui istrinya mengalami kekurangan cairan dan kalium. Serta mengalami infeksi saluran pencernaan. “Itu hasil pemeriksaan dokter RS,” tuturnya.

Yang membuat keluarga khawatir, kejadian seperti yang dialami Zaenap sudah pernah terjadi sebelumnya di Lorong Penca dan Titiwungan. “Korbannya sampai meninggal dunia,” imbuhnya.

Ati Hadi, adik korban menambahkan, korban selalu mengonsumi obat diet tersebut setiap pagi sebelumnya akhirnya mengalami gejala gangguan kesehatan.  “Sampai hari ini (dirawat), sudah susah berbicara, lalu tubuh mengalami perubahan, menggerakkan tangan saja susah,” terangnya.

BACA JUGA :  Minum Kopi Bisa Turunkan Risiko Bunuh Diri

Sementara itu, pihak distributor HL tempat korban membeli saat dikonfirmasi koran ini di kantornya yang terletak di Jalan Komo Luar, enggan berkomentar banyak. “Nanti, kalau sudah bertemu dengan keluarga korban, baru bisa memberikan tanggapan,” singkat dr Nuya, pemilik usaha.

Di sisi lain, salah satu ahli kesehatan dr Wulandari Wungkana mengungkapkan, untuk menjalankan diet yang sehat harus memperhatikan beberapa hal. Di antaranya, tidak melupakan sarapan sebagai sumber energi utama dan waktu sarapan harus tepat sekira pukul 07.00. “Diet bukan berarti tidak makan sama sekali.

BACA JUGA :  Waspada Nyeri Saat Haid

Namun makan sekira 5-6 kali sehari tapi rendah lemak dan tinggi protein. Kemudian, mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh dengan perbanyak makan buah, sayuran, dan minum air putih. Hal lainnya adalah tetap berolahraga dan menghindari menu makanan pemicu kegemukan,” terangnya.

Kalau akan ditambah suplemen, kata dokter yang bertugas di BPJS Kesehatan Divre Sulutenggomalut ini, wajib memperhatikan aturan pakai. “Sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter yang berkompeten, agar aman bagi anda,” pungkasnya. (manadopos)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top