Ternate Memanas, 2 Warga Tewas, Polisi Dituding Pelakunya – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Ternate Memanas, 2 Warga Tewas, Polisi Dituding Pelakunya

ilustrasi bentrok

ilustrasi bentrok

KENDARINEWS.COM, TERNATE – Kondisi Kota Ternate, Maluku Utara diliputi ketegangan. Warga masih takut melintasi di lokasi bentrok antar warga di Kelurahan Toboko dan Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate Malut, pasca bentrok Minggu (10/1) dini hari sekitar pukul 04.10 WIT.

Peristiwa bentrok itu menyebabkan dua warga tewas dan tiga lainnya masih dirawat RSUD Chasan Boesoirie, Minggu sore.

Keterangan saksi mata, saat bentrok berlangsung antar warga Toboko dan Kota Baru, puluhan anggota Dalmas membuang tembakan gas air mata diikuti tembakan peluru tajam ke arah massa Toboko.

Akibatnya Dedi Ridwan (29)  tewas di TKP akibat terkena tembakan di bagian kepala. Seorang warga Kelurahan Tanah Tinggi Zulkifli Hamis (24) yang tergabung dalam massa Toboko juga tewas lantaran ditabrak oleh truk Dalmas Polres Ternate dan terseret sejauh 40 meter.

Akibat tabrakan itu, bagian badan dan  kepala korban mengalami luka kupas yang  serius. Zulkifli sempat dilarikan di RSUD Chasan Boesoirie, namun tak tertolong.

BACA JUGA :  Mencekam... Puluhan Brimob Serang Pos Polisi di Siang Bolong, Anggota Polres Kocar-kacir

Korban  menghembuskan nafas akibat darah yang dikeluarkannya cukup banyak. Selain Zulkifli, salah satu remaja, Fitra Riski (15) warga Kelurahan Kota Baru juga jadi korban tabrakan  mobil Dalmas polisi.

Akhirnya siswa SMP Al-Irsyad itu mengalami luka sobek di bagian kepala dan telinganya.

Menurut salah satu saksi mata, Alwi Alhadad (61) warga Kelurahan Toboko saat ditemui Malut Post (Jawa Pos Grup) di rumah duka Dedi Ridwan, dia menyaksikan aksi penembakan anggota polisi.

”Saat mobil dalmas tiba, polisi langsung membuang gas air mata ke arah warga Toboko, dan saya juga melihat ada dua orang anggota polisi yang jongkok dengan senjata lengkap, melepaskan tembakan ke arah pemuda Toboko,” kisahnya.

“Saat mereka menembak, saya melihat Dedi Ridwan langsung tergeletak di atas aspal. Saya saat itu merasa kasihan, langsung menghampiri Dedi dengan mengangkat kedua tangan saya, namun kepolisian masih juga menembak ke arah saya. Sempat melihat Dedi kena tembakan di bagian pelipis atasnya,” ujar Alwi.

BACA JUGA :  Mencekam... Puluhan Brimob Serang Pos Polisi di Siang Bolong, Anggota Polres Kocar-kacir

Dia juga menyesali aksi anggota Dalmas Polres Ternate tersebut.

“Kami sesalkan aksi yang dilakukan itu, kenapa tidak membuang tembakan peringatan, tetapi langsung membuang tembakan gas air mata dan tembakan peluru tajam ke arah warga Toboko. Dan lebih sadis lagi, ada warga yang terseret menggunakan mobil dalmas” sesal Alwi.

Selain dua warga tewas, tiga orang kritis, yakni  Fadli Apison (25), Basrun Fusum (43) dan Fitra Riski (15) yang sementara dirawat di korban  ke RSUD dr. Chasan Boesoerie Ternate.

Seperti diketahui insiden berawal dari pelemparan batu di pesta pernikahan salah satu warga Toboko. Kelompok pemuda Toboko awalnya tidak ambil pusing aksi warga Kota Baru.

BACA JUGA :  Mencekam... Puluhan Brimob Serang Pos Polisi di Siang Bolong, Anggota Polres Kocar-kacir

Bentrok tak terhindarkan manakala puluhan pemuda Kota Baru menyerang  pemuda Toboko di lokasi pesta. Aksi saling lempar batu yang berlangsung sekitar 30 menit itu cepat diamankan 1 peleton Dalmas Polres Ternate.

Polisi yang dilengkapi senjata lengkap, langsung membuang tembakan gas air mata disertai serentetan tembakan . Dua warga terkena tembakan.  yakni  Fadli Apison (25) yang terkena tembakan di bagian betis kaki kiri dan  Basrun Fusum (43)  di bagian leher.

Setelah massa dua kelurahan itu dibubarkan oleh pihak Dalmas Polres Ternate, berselang beberapa menit kemudian atau sekitar pukul 05.45 WIT, massa dua kelurahan itu kembali saling serang. Kali ini terjadi di bagian jalan pantai reklamasi antara perbatasan Kelurahan Toboko dan Kota Baru.

Aksi saling lempar itu terjadi sekitar 45 menit. 1 peleton Dalmas Polres Ternate untuk mengamankan bentrokan. Di sinilah dua warga tewas, Dedi Ridwan dan Zulkifli Hamis.(tr-05/cr-1/jfr/ham/jpg)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top