Mengubah Angin Menjadi Listrik – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Opini

Mengubah Angin Menjadi Listrik

Wind turbines operate at China's largest wind farm just outside Urumqi, Xinjiang, China, on Thursday, September 14, 2006. China, the world's second-biggest energy consumer, plans to spend 1.5 trillion yuan in the next 15 years to boost the use of renewable resources and cut pollution, the government said in November. Photographer: Stephen Shaver/Bloomberg News.

[dropcap]Sampai[/dropcap] saat ini, pemadaman listrik di Kota Kendari masih menjadi momok masyarakat. Dalam sepekan, entah berapa kali masyarakat mengalami pemadaman bergilir maupun tiba-tiba. Secara langsung maupun tidak, persoalan ini menimbulkan kerugian pada pelanggan. Selain dampak berupa tarif dasar listrik yang melonjak naik, lebih dari itu, paling substansi, masyarakat masih belum dapat menikmati pelayanan listrik secara penuh 24 jam setiap harinya.

Dampak lainnya, berupa terganggunya aktivitas perekonomian masyarakat dan kerusakan barang elektronik. Syukurnya, belakangan ini intensitas pemadaman mulai berkurang, namun tetap saja masyarakat belum bisa menikmati listrik sepenuhnya. Pemadaman listrik di Kota Kendari sebenarnya belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan beberapa daerah lain di Sultra. Masih ada sebagian masyarakat kita, terutama yang tinggal di wilayah pesisir belum bisa menikmati listrik. Sebabnya, bisa beragam. Mungkin karena letak topografi daerah itu sangat sulit sehingga belum dapat terjangkau fasilitas pembangunan kelistrikan.

Sebab lain, bisa jadi beban daya masyarakat kota, sudah melampui kapasitas persediaan daya listrik sehingga pihak penyedia belum sanggup untuk dapat memperluas jangkauan pelayanannya sampai diluar wilayah perkotaan. Salah satu contoh, Pulau Kaledupa di Kabupaten Wakatobi. Masyarakat hanya menikmati pelayanan listrik dalam jangka waktu 12 jam saja. Di beberapa wilayah Kabupaten Konawe Selatan dan Konawe Utara, sebagian masyarakat hanya mengandalkan mesin genset dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), bantuan dari pemerintah setempat untuk menyuplai ketersedian listrik.

Secara umum, terbatasnya pasokan energi listrik sebenarnya bukan hanya problem lokalistik atau regional. Persoalan seperti ini, telah menjadi permasalahan negara bahkan dunia internasional. Sebab, energi listrik digunakan selama ini, berasal dari pasokan energi fosil yang setiap tahunnya terus berkurang. Dan karena tidak dapat diperbarui, sehingga suatu saat nanti pasti habis juga. Nah, persoalan ini menuntut, perlu adanya terobosan untuk menemukan sumber energi listrik alternatif.

BACA JUGA :  Mencari Pemimpin Bijak Dan Progresif

Salah satunya, mencoba melakukan berbagai penelitian dan kajian terhadap potensi sumber daya alam yang ketersediannya dapat berlangsung secara terus menerus. Yaitu mengembangkan potensi dan cadangan energi terbarukan. Secara umum, Indonesia memiliki potensi dan cadangan energi terbarukan yang belum digarap serius. Lihat saja, potensi panas bumi mencapai angka 28,8 MW, tenaga matahari 112 GWp, hiddro dan minihidro 75 GW, energi berbasis angin memiliki potensi 950 MW, sedangkan biofuel dan biomassa mempunyai potensi 60 GW. Kalau semua potensi ini dikembangkan, maka sampai beberapa puluh tahun kedepan, negara ini, termasuk Kota Kendari tentunya tidak akan mengalami pemadaman bergilir lagi.

Dari beberapa potensi energi, tenaga angin paling ramah lingkungan dan besar peluang untuk dikembangkan menjadi sumber energi terbarukan. Sumber energi dari alam tersebut sifatnya ramah lingkungan serta tidak mempengaruhi perubahan iklim dan pemanasan global. Daerah pesisir dan pegunungan sangat layak untuk dapat menghasilkan angin sebagai salah satu alternatif sumber energi terbarukan.

Nah, kembali ke Kota Kendari, secara umum Sultra, topografi wilayahnya terbentang menjadi daerah pesisir dan pegunungan. Sehingga, sangat berpotensi untuk dapat mengembangkan sumber energi terbarukan tersebut (energi angin,red). Sudah menjadi hukum alam, kalau angin berhembus dari tekanan udara lebih tinggi ke tekanan udara rendah. Perbedaan tekanan udara disebabkan oleh perbedaan suhu udara akibat pemanasan atmosfir yang tidak merata oleh sinar matahari. Karena bergerak, angin memiliki energi kinetik. Energi angin dapat dikonversi atau ditransfer ke dalam bentuk energi lain seperti listrik atau mekanik dengan menggunakan kincir atau turbin angin. Sistem perubahan energi tersebut dinamakan konversi energi angin.

BACA JUGA :  Saat Inovasi Dan Kebutuhan Bertemu Peraturan

Energi angin sangat fleksibel dan sifatnya selalu berada dimana dan kapan saja. Namun, tidak semua tipe angin dapat masuk kategori untuk dapat menggerakkan baling-baling pada turbin angin. Sebab, kecepatan angin selalu berubah-ubah setiap detiknya sehingga memerlukan beberapa klasifikasi rentang kecepatan angin. Kalau kecepatan mendekati konstan maka bisamasuk kategori angin yang dapat menghasilkan energi listrik. Selain itu, perancangan alat turbin angin, sesuai dengan tipe angin dan topografi daerah juga penting. Utamanya menyangkut penempatan alat pembangkit listrik tenaga angin, juga menjadi faktor penunjang utama dalam penelitian dan pengembangan sistem pembangkit listrik tenaga angin.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, rentang kecepatan angin yang digunakan untuk dapat menghasilkan energi listrik adalah pada kecepatan 1,6 – 17,1 m/s. Idealnya, ada tiga faktor kecepatan angin bisa dirubah menjadi energi listrik. Yaitu, kecepatan aliran angin yang masuk menuju blade (baling-baling), kecepatan aliran angin yang menganai blade, dan kecepatan angin yang meninggalkan blade. Ada beberapa macam tipe blade yang dapat digunakan untuk membangun sistem Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (angin) (PLTB). Tipe blade yang digunakan disesuaikan dengan keadaan topografi daerah penempatan dan potensi angin. Tipe blade yang digunakan dapat dibagi dalam 2 macam: tipe horizontal dan vertikal. Tipe blade atau baling-baling  berputar secara horizontal, secara umum dapat digunakan pada kecepatan angin intensitas tinggi. Sedangkan, untuk blade/baling-baling berputar secara vertikal digunakan pada kecepatan angin rendah.

BACA JUGA :  Fenomena Unik Massa di Lokasi Ledakan Bom

Untuk mengubah energi kinetik angin menjadi energi putar turbin, terutama pada setiap kondisi kecepatan angin, pemilihan model blade yang tepat sangat penting dilakukan. Hal ini sebagai cara efektif dalam mendapatkan masukan angin yang berpotensi untuk menggerakkan turbin, sehingga bisa menghasilkan energi listrik. Kemudian, melalui berbagai proses tahapan didalam turbin, dapat menghasilkan energi listrik dan tersimpan dalam media penyimpanan (baterai). Secara sederhana alternatif media penyimpanan tersebut dapat digunakan berupa aki mobil, Aki 12 volt, 65 Ah, dapat dipakai untuk menerangi rumah tangga selama 0.5 jam pada daya 780 watt.

Penulis

Penulis

Pengembangan salah satu sumber energi terbarukan ini sangat penting untuk mulai dilakukan, mengingat permasalahan sudah terbatasnya sumber energi fosil yang selama ini menyuplai energi listrik. Membuat setiap pihak untuk dapat berpikir, mengkaji lebih dalam pemanfaatan potensi alam yang selalu ada setiap saatnya. Memang melahirkan sesuatu yang baru tidak mudah. Salah satu tantangannya adalah program ini membutuhkan biaya besar. Disisi lain, hasilnya tidak bisa langsung dinikmati. Butuh proses panjang, sampai bisa melahirkan energi listrik seperti yang kita gunakan saat ini. Kendati begitu, semoga kedepan bisa direalisasikan. Sehingga hasil penelitian dan pengembangan tekhnologi tersebut dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat dimasa mendatang. (*)

Oleh: Cindy Puspitafuri, S.Si*
*Penulis adalah Calon Fungsional Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sultra

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top