Memalukan, Seorang Oknum Paspampres Kedapatan Bawa Sabu dan Ekstasi – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Memalukan, Seorang Oknum Paspampres Kedapatan Bawa Sabu dan Ekstasi

ilustrasi paspampres

ilustrasi paspampres

KENDARINEWS.COM, PEMATANG SIANTAR – Seorang oknum Paspampres, kemarin, kedapatan membawa sabu dan pil ekstasi. Ini celaka. Sebagai pengawal ring satu Presiden, harusnya Paspampres steril dari barang haram seperti ini.

Oknum Paspampres yang membawa narkoba itu bernama Frestian Ardha Pranata yang berpangkat Prajurit Satu. Dia menjabat sebagai Tamtama Pengawal Bermotor di Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan, Paspampres.

Frestian ditangkap petugas di Bandara Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara pukul 4.48 pagi kemarin. Saat itu dia akan terbang ke Jakarta dengan menumpang Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 181. Dia kedapatan membawa 0,35 gram sabu dan setengah butir pil ekstasi yang disembunyikan di balik topi yang dikenakannya.

“Yang bersangkutan lewat security check point, kemudian dilakukan pemeriksaan dan ditemukan narkoba,” jelas Plt Humas dan Protokoler Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto kepada wartawan, kemarin. Pihak bandara lalu membawa Frestian ke Polisi Militer (POM) Medan.

BACA JUGA :  146,5 Gram Narkotika Tangkapan Polda Sultra Dimusnahkan

Pihak Istana sangat menyesalkan kejadian ini. Seskab Pramono Anung meminta Komandan Paspampres Mayjen TNI Andika Perkasa menindak tegas Frestian. “Kalau perlu dicopot,” tegasnya.

Menurut Pramono, Paspampres adalah orang pasukan yang sangat terpilih. Harusnya mereka mempunyai keteguhan hati dan juga menjadi nama baik korpsnya. Bukan malah ikut kena jeratan narkoba.

“Maka dalam hal ini pemerintah secara khusus meminta Dan Paspampres dan juga POM TNI untuk yang seperti ini diberikan tindakan. Karena ini menjadi hal yang tidak baik, menjadi contoh yang tidak baik,” tandasnya.

BACA JUGA :  Digerebek Pesta Sabu, Lima Pelaku Pura-pura Berjudi

Andika menjamin tak akan memberi ampun ke Frestian. Saat ini dia mendorong agar proses hukum Frestian bisa dilakukan secepatnya. “Paspampres akan mengusulkan kepada aparat hukum yang memproses kasusnya untuk memberikan hukuman tambahan berupa pemberhentian dinas keprajuritan dengan tidak hormat,” tegas Andika.

Kata Andika, Frestian berangkat ke Medan pada Minggu. Namun, dia bukan dalam tugas. Dia berangkat tanpa seizin dan sepengetahuan kesatuan. “Sampai dengan saat ini yang bersangkutan masih diperiksa oleh Detasemen Polisi Militer I/1 Pematang Siantar, Sumatera Utara,” jelasnya.

Guru besar Universitas Parahyangan Bandung Prof Asep Warlan Yusuf geleng-geleng mendengar kejadian ini. “Ini mengerikan betul. Paspampres itu ring satu dalam pengamanan Presiden, tapi ada oknum yang kena narkoba. Ini berbahaya sekali,” ucapnya, tadi malam.

BACA JUGA :  Ngojek Nyambi Kurir Sabu, Ini Hasilnya

Kata Asep, tugas mengamankan Presiden sangatlah berat. Karena itu, semua anggota Paspampres harus dalam keadaan selalu siap, fit, dan bebas dari pengaruh obat-obatan. “Kalau ada yang memakai narkoba, bisa membuat mereka tidak konsentrasi. Dia juga bisa melakukan hal di luar akal sehat. Ini yang sangat bahaya,” jelasnya.

Untuk itu, Asep mendorong TNI dan Polri untuk menggelar tes urin bagi semua anggotanya. Dengan begitu akan ketahuan jika ada yang menggunakan obat terlarang itu. Jika ketahuan, mereka harus ditindak tegas dan langsung dipecat.

“Tidak ada salahnya Panglima TNI dan Kapolri mewajibkan semua anggotanya tes urin. Sebab, di bawah ternyata masih ada kejadian seperti ini,” tandasnya. (rmol)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top