Setelah Lion Air, Kini Sriwijaya Air Dirundung Kasus Pencurian Bagasi – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Setelah Lion Air, Kini Sriwijaya Air Dirundung Kasus Pencurian Bagasi

tiket-sriwijaya-air1

KENDARINEWS.COM, SURABAYA – Pencurian bagasi kembali terjadi. Jika sebelumnya penumpang maskapai Lion Air yang bagasinya dibongkar, kini giliran penumpang maskapai Sriwijaya Air rute Makassar – Surabaya, Minggu (10/1).

Bagasi penumpang atas nama Rina (40) dibongkar, gembok kopernya hilang hingga menyebabkan perhiasan emasnya ikut raib. Hal itu diketahui Rina ketika dirinya mengambil bagasi di Bandara Juanda Surabaya.

Betapa terkejutnya ketika melihat kopernya yang berisi perhiasan emas seberat 19 gram yang terdiri atas kalung 10 gram, liontin empat gram, dan gelang lima gram sudah tak memiliki gembok.

Setelah ditelusuri, perhiasan itu ternyata milik penumpang Citilink bernama Agustina (49), bibi dari Rina. Ke­duanya melakukan penerbang­an yang sama dari Makassar me­nuju Surabaya namun de­ngan pesawat berbeda. Agustina, pe­milik perhiasan, menitipkan koper kepada Rina lantaran bagasi­nya telah penuh.

Sementara Sumanto (49), suami Agustina mengatakan, Rina seharusnya terbang dari Makassar pukul 13.15 WITA namun pesawat meng­alami penundaan (delay) tiga jam sehingga pe­nerbangan molor pukul 15.30 WITA. Pesawat yang ditumpangi Rina akhirnya baru tiba di Juanda sekitar pukul 16.00 WIB.

“Sampai di Bandara Juanda, kok koper gemboknya hilang. Pas dicek, eh benar perhiasan istri saya hilang,” kata Sumanto, Minggu (10/1).

Setelah mengetahui barang berharganya hilang, Rina dan Agustina melaporkan kejadian tersebut ke Sriwijaya Air. Namun, kata dia, pihak Sriwijaya tidak langsung melakukan pengecekan melainkan hanya membuat la­poran kehilangan. Bahkan. keduanya diminta pulang untuk kemudian dihubungi terkait tindak lanjut kasus tersebut.

“Sekarang saya sedang jalan pulang,” ujar warga Mojokerto itu.

Sumanto menduga, barang hilang pada saat pesawat delay di Makassar. Namun dia menyerahkan seluruh kasus ini kepada Sriwijaya Air. Dia berharap barang ber­harga miliknya kembali dan pelaku ditindak tegas. “Kami berharap prosesnya cepat dan ditindak,” ujar dia.

Corporate Secretary Angkasa Pura I Farid Indra Nugraha me­ngatakan belum mengetahui kasus tersebut. Dia mengaku persoalan bagasi bukan tanggung jawab Angkasa Pura I melainkan maskapai terkait. “Dari dulu ini bukan wilayah kami. Itu ranah airline,” katanya.

Sejak awal, kata dia, ­Angkasa Pura I selalu meminta maskapai lebih waspada kepada aksi pembobolan bagasi penumpang. Dia akan membantu korban mendapat tindak lanjut dengan membuka kamera pengintai (CCTV) di areal ground handling.

“Kita akan membantu membuka rekaman CCTV supaya bisa kita kejar karena ada daftar pekerja di areal bagasi,” ujarnya.

Korban seharusnya jangan hanya melapor ke maskapai melainkan ke Kepolisian agar langsung mendapat tindak lanjut. Pada saat proses tindak lanjut, penumpang diminta tidak pulang hingga ditemukan pelaku.

“Kalau ada yang seperti itu, laporkan. Jangan tinggalkan bandara dulu. Orang yang be­kerja kan bisa terlacak langsung,” ujarnya.

Ke depan, kata dia, pihaknya akan memertegas maskapai untuk lebih me­merketat peng­awasan areal ground handling. (hrm)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top