Jalan Cinta untuk Negeri – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Opini

Jalan Cinta untuk Negeri

cinta-indonesia

Tahun 2016 baru saja dimulai. Saatnya berkontribusi untuk negeri tercinta sesuai tupoksi masing-masing. Sudah begitu banyak problem dihadapi negeri ini, jangan lagi ditambah dengan sikap ogah-ogahan, tidak mau berubah. Sebagai generasi muda, sudah saatnya kita berkontribusi untuk merestorasi negeri ini. Yakinlah, bahwa generasi saat ini merupakan generasi emas yang akan membawa perubahan, ditengah maraknya kasus korupsi, hukum, gonjang ganjing politik, masalah ekonomi yang melanda negeri ini.

Masih segar diingatan kita, akhir 2015 lalu, nilai tukar rupiah merosot tajam hingga mencapai level Rp 13.850,-, prestasi olahraga menukik tajam. Bahkan, rilis FIFA terbaru, Indonesia berada pada rangking 180. Sungguh miris, padahal empat tahun lalu, kita masih berada diurutan 150-an. Belum lagi penanganan kasus korupsi yang tidak kunjung selesai. Tengok saja kasus Bank Century, BLBI, Lapindo dan sebagainya. Bidang politik pun tidak kalah serunya. Kasus “Papa Minta Saham” yang menyeret Ketua DPR, Setya Novanto hingga akhirnya lengser. Dan masih banyak lagi. Semua kejadian itu disaksikan oleh berjuta-juta rakyat Indonesia. Tidak bisa dibayangkan, kalau rakyat marah, apa jadinya bangsa ini.

BACA JUGA :  Pemimpin Perlu Memiliki Lima Kriteria

Beruntung, ditengah banyaknya ketidakadilan yang dipertontonkan penguasa. Masyarakat masih memiliki cinta tulus terhadap negeri ini. Meski banyak pejabat terlibat korupsi, menguras uang rakyat untuk kepentingannya, namun masyarakat tetap bersabar. Semua itu karena satu hal, yaitu cinta. Andau tidak ada cinta, tidak tahu seperti apa bangsa ini. Dan bagaimana nasib para koruptor.

Cinta membuat banyak perbedaan. Cinta jugalah yang membuat sesuatu yang kelihatan musthil bisa direalisasikan. Nah, untuk itu maka, hanya dengan jalan cinta-lah sehingga negeri ini bisa berubah. Selama ini, bangsa kita selalu ditimpa masalah silih berganti. Saya melihat salah satu penyebabnya karena tidak adanya cinta dan rasa saling memiliki. Andai para koruptor masih memiliki rasa cinta dalan hatinya pada warga miskin, pasti dia akan berpikir seribu kali untuk korupsi.

Bagi para hakim, andai mereka masih memiliki cinta akan keadilan dan kemanusiaan, maka tidak mungkin memutuskan sesuatu tanpa sesuai kondisi sesungguhnya. Begitu juga para penguasa. Andai mereka punya cinta, maka setiap kebijakan dikeluarkan pasti berorientasi pada kepentingan rakyat. Begitu dahsyatnya jalan cinta. Ketertarikan penulis membuat judul opini “Jalan cinta teruntuk negeriku”, karena penulis sadar bahwa hanya cinta yang dapat memberikan semangat baru serta perubahan berkelanjutan untuk Indonesia. Memulainya dengan cinta, mengisinya dengan gerakan, serta mengakhirinya dengan perubahan (we love, we move, we change).

BACA JUGA :  Sarjana : Pencari Kerja atau Pencipta Kerja?

Mulai saat ini, berhentilah saling menyalahkan. Hilangkan ego pribadi, mari berbenah diri untuk menghadirkan jalan cinta. Dengan keyakinan mantap bahwa hanya jalan cinta mampu menjadikan bangsa ini kembali ke-marwah-nya. Setiap problem yang ada, ambil hikmahnya dan berusahalan untuk tidak mengulanginya lagi. Ingat, sejarah membuktikan, banyak pemimpin besar, lahir dari orang yang banyak menemui masalah. Lihat bangsa Jepang, setelah Kota Nagasaki dan Hirosima di bom sekutu, mereka mampu kembali bangkit. Berkat kebersamaan, komitmen dan keinginan besar untuk maju sehingga kini mereka menjadi salah satu negara yang di segani.

Seperti itulah jalan cinta. Mampu bangun dari keterpurukan. Nah, belum lama ini Presiden Joko Widodo membuat sebuah terobosan dengan menghimpun impian masyarakat Indonesia. Mudah-mudahan lewat mimpi-mimpi itu, jalan cinta menuju Indonesia lebih baik bisa tercapai. Berikut impian Indonesia Tahun 2015-2085 Ala Resolusi Jokowi:

BACA JUGA :  Mencari dan Menentukan HUT Kabupaten Konawe

1)    Sumber daya manusia Indonesia yang kecerdasannya mengungguli bangsa bangsa lain di dunia.

2) Masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi pluralisme, berbudaya, religius, dan menjunjung tinggi nilai nilai etika.

Penulis

Penulis

3) Indonesia menjadi pusat pendidikan, teknologi dan peradaban dunia.

4) Masyarakat adil dan merata serta aparatur pemerintah yang bebas dari perilaku korupsi.

5) Terbangunnya infrastrktur yang merata di seluruh Indonesia.

6) Indonesia menjadi negara mandiri dan paling berpengaruh di Asia Pasifik.

7) Indonesia menjadi barometer pertumbuhan ekonomi dunia. Tujuh impian ini, semoga bisa menjadi jalan cinta untuk kemajuan bangsa. Hanya jalan cinta yang bisa mempersatukan anak bangsa dalam membangun negeri tercinta ini. (*)

Oleh: Farma,SH*
*Mahasiswa Program Magister Kenotariatan Unissula Semarang, asal Kabupaten Kolaka

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top