Ekonomi Cina Loyo, Ini Dampak Bagi Perekonomian Indonesia – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Ekonomi & Bisnis

Ekonomi Cina Loyo, Ini Dampak Bagi Perekonomian Indonesia

101-25agus2015-yuan

KENDARINEWS.COM, JAKARTA – Maju mundurnya perekonomian suatu negara tidak boleh diabaikan begitu saja. Sebab, sedikit banyak pasti berhubungan dengan satu atau lebih negara lain.

Contohnya yang saat ini sedang marak diperbincangkan dunia: melambatnya pertumbuhan ekonomi di Cina. Kondisi ini diyakini membawa dampak tidak baik bagi Indonesia.

Staf Khusus Wakil Presiden bidang Ekonomi dan Keuangan Wijayanto Samirin berpendapat, lesunya ekonomi Cina harus menjadi perhatian Indonesia. Sebab, negara berjuluk Tirai Bambu itu merupakan mitra dagang utama Indonesia.

BACA JUGA :  Neraca Perdagangan 2015 Surplus 7,51 Miliar Dolar AS

“Imbas langsungnya adalah harga komoditas yang masih akan lemah,” ujarnya.

Menurut data bulan Desember, indeks manufaktur Cina turun di bawah ekspektasi pasar yang sebesar 48,9 poin. Indeks tersebut menyusut 0,7 poin menjadi 48,2 poin. Akibatnya kondisi yang memburuk ini membuat pasar saham dan mata uang yuan terdepresiasi.

Menurut Wijayanto, sebagai salah satu konsumen komoditas terbesar dunia, lesunya ekonomi Cina bakal berimbas pada turunnya permintaan komoditas pertambangan maupun perkebunan sehingga menekan harga. “Artinya, sektor pertambangan dan perkebunan belum bisa diandalkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi 2016,” katanya.

BACA JUGA :  Luar Biasa!! Rekor Pajak Nonmigas Tembus 1.000 Triliun

Meski demikian, kata Wijayanto, Indonesia masih bisa mengandalkan sektor infrastruktur sebagai motor pertumbuhan ekonomi di 2016. Apalagi, pemerintah sudah menggenjot belanja modal sejak awal tahun. Dengan begitu, multiplier effect terhadap sektor perbankan, industri, maupun daya beli akan cukup tinggi. “Sehingga, target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen rasanya masih bisa dicapai,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Bank Indobnesia (BI) Agus D.W. Martowardojo mengungkapkan bahwa pihaknya terus mewaspadai dampak yang terjadi akibat davaluasi yuan. Agus menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah Cina untuk mendevaluasi yuan 0,5 persen membuat pasar uang global bergejolak dan berimbas ke aliram modal di Indonesia.

BACA JUGA :  Indihome Telkom Tiga Layanan Satu Produk

”Itu devaluasi yang tajam karena terakhir kali yuan didevaluasi dengan sangat besar pada Agustus 2015 dan kali ini bisa kami sampaikan bahwa Indonesia harus bersyukur karena di tengah gejolak dunia, kita bisa atasi dan masih bisa bertahan,” ujarnya.(owi/dee)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top