Akibat Fatal Pre-eklampsia – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Akibat Fatal Pre-eklampsia

hamil-hipertensi-130707b

KENDARINEWS.COM Bagi ibu hamil, komplikasi masih menjadi penyebab terbesar tingginya tingkat kematian bayi dan ibu. Salah satunya adalah kehamilan yang disertai pre-eklampsia atau hipertensi. Sayang, hipertensi atau tekanan darah tinggi itu sering dipandang sepele oleh kaum hawa.

Padahal, penyakit tersebut justru menjadi salah satu penyebab kematian terbesar. Dibutuhkan edukasi dan penanggulangan sedini mungkin untuk mencegahnya. Gejala pre-eklampsia umumnya adalah pusing pada kepala bagian belakang. Pusing tersebut juga disertai pembengkakan di bagian tubuh dan tekanan darah yang semakin tinggi.

BACA JUGA :  Tahukah Anda, Mengapa Jumlah Sperma Tiap Orang Tidak Sama?

‘’Pre-eklampsia juga mengakibatkan kejang. Kejang yang terjadi secara berulang sangat berisiko menyerang bagian otak dan mengakibatkan stroke,’’ ujar spesialis kebidanan dan kandungan RSUD dr Soetomo, dr Aldika Akbar SpOG seperti dilansir JPNN (Kendari Pos Group).

Untuk menanggulangi hal tersebut, dokter harus mempertimbangkan keselamatan ibu dan janin. Namun, pada beberapa kasus tertentu, dokter melakukan persalinan dini untuk menyelamatkan si ibu. Itu dilakukan terutama pada kehamilan di bawah usia enam bulan. Sebab, salah satu solusi mengatasi pre-eklampsia adalah persalinan. “Jika si ibu sudah melahirkan, pre-eklampsia hilang,” katanya.

BACA JUGA :  Lebih 7.000 Bayi Meninggal Setiap Hari

Selain kejang, pre-eklampsia berujung sesak napas. Sebab, dinding pembuluh darah bocor sehingga darah bisa merembes ke organ tubuh yang lain. Banyak pasien yang tidak sadar risiko pre-eklampsia terhadap kehamilan. “Mereka beranggapan, tekanan darah tinggi adalah hal yang lumrah terjadi,” ungkapnya.

Padahal, justru itulah salah satu penyebab kematian terbesar pada ibu hamil. Sejak 2010 Aldika menyurvei pasien pre-eklampsia. Dalam setahun ada sekitar 3 ribu pasien hamil yang dirawat di obgyn. Sekitar 240 di antara mereka mengalami kehamilan dan komplikasi pre-eklampsia. “Itu sekitar 10-15 persen dari jumlah pasien,” terangnya. (nhk)

BACA JUGA :  Pantangan Penderita Asam Urat

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top