Cara Tepat Pakai Tas Cegah Kaku Otot – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Cara Tepat Pakai Tas Cegah Kaku Otot

tkrt-01-dark-red-tas-wanita-tas-cangklong-tas-terbaru-tas-grosir-tas-online-tas-kuliah-model-tas-tas-kantor-1

KENDARINEWS.COM Kita sering menggunakan tas dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari pelajar, pegawai hingga ibu rumah tangga akrab dengan tas. Tak jarang, pemakaian tas memberikan keluhan pegal di bahu, punggung, dan leher.

”Pemakai tas wajar kalau merasakan pegal,” tutur dr Primadenny Airlangga SpOT(K) Msi seperti dilansir JPNN (Kendari Pos Group). Penyebab pegal tersebut adalah muscle spasm (kejang/kaku otot).

Untuk meredakan pegal, Denny menyarankan, beban tas dikurangi. Meski demikian, tidak ada beban maksimal untuk usia tertentu. Bergantung ukuran tubuh atau massa otot pemakai tas. Massa otot tiap orang berbeda. Jadi, tiap orang tidak punya batasan tentang waktu pakai atau berapa beban yang pas.

BACA JUGA :  Ini Bahaya Tidur Larut Malam

Dia menyarankan penggunaan strap (tali) tas dengan pinggiran tumpul dan lunak. Dengan demikian, tidak timbul trauma karena gesekan di pundak. ’’Selain itu, kalau capek, tas bisa dijinjing atau diletakkan. Baru dipakai lagi,’’ ucapnya.

Efek pemakaian tas selempang bisa menimbulkan kejang otot leher. Otot-otot bekerja lebih keras menyangga kepala tetap di tengah. ’’Badan pasti jadi condong ke arah tas,’’ jelas anggota Divisi Orthopaedi dan Traumatologi RSUD dr Soetomo tersebut.

Upaya memindah tali tidak berpengaruh pada pegal di leher. Tas disilang atau lurus di bahu sama saja. Pemakaian tas selempang juga bukan penyebab leher miring. ’’Memang ada (kelainan leher miring) sendiri, namanya kelainan torticolis,’’ tegas Denny.

BACA JUGA :  Waspadai Ada Merkuri di Hidangan Laut

Kelainan itu merupakan anomali anatomi. Salah satu leher miring ke satu arah. Jadi, ketika dilihat, kepala pengidapnya juga tampak agak miring. Menyandang tas selempang atau ransel terlalu lama akan mengakibatkan otot menegang. Akibatnya, otot kelelahan. Untuk menghindari kejang otot, pengguna tas sebaiknya beristirahat sejenak. Tas bisa dilepas, lalu gerakan peregangan atau stretching dilakukan. Tujuannya, otot kembali rileks dan lemas.

Pengguna tas ransel yang sering mengeluh punggung pegal menandakan bahwa tas yang dipakainya terlalu berat. Bisa juga, tas terlalu lama dipanggul. ’’Jadi, pegal-pegal itu tidak ada hubungannya dengan tali tas yang kepanjangan atau kependekan,’’ ucapnya.

BACA JUGA :  SIMAK, 10 Ciri Orang Kepribadian Ganda

Spesialis orthopaedi dan traumatologi dari RSUD dr Soetomo itu menjelaskan, tali tas ransel yang dipendekkan membuat posisi tas makin tinggi dan mendekati sumbu tubuh. Beban tulang belakang dan otot-otot tulang belakang pun akan lebih ringan.

Sebab, gaya yang bekerja melawan bending moment (gaya lentur otot) lebih kecil. Ketika tali tas dipanjangkan, gerak tangan saat berjalan tidak terganggu. ”Jadi, tas ransel berat bukan penyebab tulang punggung bengkok. Itu memang kelainan bawaan,” terangnya. (nhk)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top