Kendari Pos Paling Berimbang, Ini Hasil Riset Mahasiswa UHO Terkait PIlkada – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Kendari Pos Paling Berimbang, Ini Hasil Riset Mahasiswa UHO Terkait PIlkada

KENDARINEWS.COM, KENDARI- Tagline Kendari Pos sebagai media yang santun dan menginspirasi terbukti bukanlah sebuah slogan kosong. Saat media lain ada yang dianggap sering menurunkan berita provokatif bahkan tidak cover both side dalam pemberitaan Pilkada 2015 ini, Kendari Pos justru tampil lebih santun. Media pertama dan terdepan di Sultra ini dinilai paling berimbang (netral) dalam memberitakan pasangan calon (Paslon).

1-najibNajib Husain

Penilaian itu berdasarkan hasil penelitian mahasiswa FISIP UHO, tepatnya mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi yang melakukan riset tentang pemberitaan media selama Pilkada serentak berlangsung. Hasil penelitian ini cukup bisa dipertanggungjawabkan, karena menggunakan metode ilmiah dalam pelaksanaannya. Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi dibawah bimbingan Ketua Program Studi Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi UHO, Dr Muh. Najib Husain, menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing, yang diadopsi dari teori Robert N Entman.

BACA JUGA :  Hebat, Putra Sultra Lolos 19 Besar

“Berita yang kami analisis pada Koran Kendari Pos sejak September sampai Desember 2015, tepatnya pada rubrik Pilkada Serentak, jumlahnya 235 berita. Penilaian ini sangat obyektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” ujar Najib Husain saat ditemui seusai kegiatan dialog, akhir tahun 2015 lalu. Publikasi hasil penelitian mahasiswa tersebut dikemas dalam bentuk Dialog Akhir Tahun, dengan Tema: Pemaparan Hasil Riset Media Lokal Dalam Pilkada Serentak di Sultra.

Hadir dalam kegiatan, Koordinator Divisi Sosialisasi, Hubmas dan Pendidikan Pemilih KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir Muthalib, Koordinator Riset Dr Muh Najib Husain, AJI Kendari, Bawaslu dan para pimpinan media cetak dan online se Sultra.

Dalam melakukan riset, Najib dkk membandingkan pemberitaan masing-masing media. Hasilnya Kendari Pos dinilai sangat netral alias tidak ada keberpihakan dibanding media lain. Selalu memberitakan apa adanya. Dengan kata lain, tidak menonjolkan berita negatif ataupun positif salah satu Paslon.

BACA JUGA :  Nur Alam: Jangan Ekploitasi Kelemahan Perempuan

Doktor Komunikasi Politik lulusan UGM ini menegaskan, hasil penelitian mahasiswa binaannya objektif. Penelitian seperti ini, lanjut dia, merupakan bagian dari mata kuliah Metode Penilitian Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. “Metode Analisis Framing digunakan dalam mengupas tuntas pemberitaan media, baik cetak maupun online. Ini merupakan cara efektif dalam mengkaji rahasia dibalik perbedaan dan pertentangan media dalam mengungkap sebuah fakta. Jadi, akan nampak jelas, mana media tidak ada kecenderungan, berpihak dan mana media yang hanya berniat mengadu domba,” jelasnya.

Lebih jauh Najib menjelaskan, penelitian atau analisa seperti ini, sudah mulai dilakukan mahasiswa sejak semester dua. Awalnya, mereka ditugaskan untuk mengkaji berita-berita dan program-program yang ada di televisi. “Tapi khusus kali ini, fokus pada pemberitaan media lokal, baik cetak maupun elektronik,” cetusnya.
Komisioner KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir Munthalib mengapresiasi kegiatan dialog akhir tahun yang digelar mahasiswa FISIP UHO. Menurut dia, cara ini bisa menjadi alat kontrol media dalam melakukan pemberitaan. Sehingga diharapkan kedepan bisa lebih berimbang.

BACA JUGA :  Sultra Aman dari Gafatar. Ini Kata Kakanwil Agama

Mantan Ketua KPU Kota Kendari ini mengakui kalau media memiliki peran penting dalam mengubah opini publik. Dirinya berharap, kedepan pemberitaan media tentang ke-Pemilu-an bisa lebih independen dan berimbang. “Kami inginkan media bisa menjadi corong untuk mendorong masyarakat supaya menjadi pemilih cerdas,” imbuhnya. (p9)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top