Gen Rusak Akibat Kerja Malam – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Gen Rusak Akibat Kerja Malam

ilustrasi/NET

ilustrasi/NET

KENDARINEWS.COM Malam adalah waktu istirahat. Tetapi, beberapa pekerjaan tertentu justru membuat pekerjanya harus bekerja pada malam hari. Sebuah penelitian menunjukkan kerja malam rentan terkena risiko berbagai penyakit, termasuk kanker dan diabetes.

Mengapa kerja malam dapat mengakibatkan berbagai penyakit kronis? Ternyata karena orang yang kerja malam mengalami gangguan pola tidur, atau dengan kata lain merusak jam biologis tubuh yang pada akhirnya mempengaruhi ritme kerja gen-gen yang ada di dalamnya.

‘’Kami menemukan ada enam persen gen yang mempunyai ritme kikardian, artinya aktivitas mereka terlihat lebih tinggi di jam-jam tertentu. Ada gen yang bekerja di siang hari dan memiliki kaitan dengan fungsi kekebalan, ada juga yang bekerja di malam hari, misalnya terlibat dalam pengaturan gen-gen lainnya,” kata peneliti dari Sleep Research Centre, University of Surrey UK, Profesor Derk-Jan Dijk seperti dilansir laman Daily Mail.

BACA JUGA :  9 Khasiat Hebat Minum Susu Dicampur Kunyit

Bahkan peneliti mengklaim shift malam dapat merusak hampir 1.500 gen sekaligus. Karenanya wajar bila kemudian orang yang kerap kerja malam rentan mengalami penyakit kronis seperti kanker payudara, penyakit jantung, serta diabetes.

“Jadi apabila pola tidur (dan pola makan) terganggu, maka sebenarnya orang yang bersangkutan tengah mengubah proses molekuler paling mendasar dalam tubuhnya dengan menyebabkan gangguan pada ritme gen,’’ lanjutnya.

BACA JUGA :  Hati-Hati, Hindari Beli Lensa Kontak via Online

Penelitian itu menemukan bahwa tubuh manusia diperkirakan mengandung lebih dari 24.000 gen dan 1.400-an gen di antaranya rentan mengalami perubahan jika pola tidur orang yang bersangkutan berubah.

‘’Sebanyak 97 persen gen dengan ritme kikardian juga terlihat berantakan akibat jam tidur yang tidak teratur. Hal ini dapat menjelaskan mengapa kita merasa tidak enak badan ketika jet lag atau bekerja dengan shift yang tidak tentu,’’ kata peneliti lainnya, Dr Simon Archer.

BACA JUGA :  Auuwhh, Doggy Style Gaya "Bercinta" Paling Nikmat

Peneliti telah memastikan hal itu dengan mengamati 22 partisipan yang ditempatkan dalam jadwal kerja selama 28 jam tanpa terpapar cahaya alami seperti matahari sama sekali. Partisipan rata-rata berusia 20-an tahun dan percobaan dilakukan dalam lab yang sangat terkontrol.

Hasilnya, siklus tidur-bangun mereka tertunda empat jam lamanya hingga mereka sanggup tidur sampai 12 jam di hari biasa. Namun setelah sampel darahnya diambil juga terlihat partisipan mengalami penurunan jumlah gen yang menunjukkan ritme kikardian hingga enam kali lipat. (nhk)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top