Pariwara
Opini

Tantangan Indonesia Post MDGs 2015

mdg2015

[dropcap class=”kp-dropcap radius”]M[/dropcap]illennium Development Goals atau biasa disebut MDGs merupakan program peningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini bakal berakhir tahun ini. Setelah itu akan dilakukan  evaluasi, sejauh mana implementasi program dalam MGDs tercapai. Ada beberapa program yang berkaitan langsung dengan bidang kesehatan, yaitu program penurunan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya. Dalam program ini, keberadaan tenaga kesehatan tentu memiliki peran strategis terhadap keberhasil MDGs 2015. MDGs dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai Tujuan Pembangunan Milenium. Program ini lahir dari kesepakatan 189 kepala negara yang tergabung dalan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Program ini mulai dijalankan sejak September 2000. Adadelapan butir tujuan yang menjadi target untuk dicapai tahun 2015. Targetnya secara umum adalah tercapai kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada tahun 2015. Namun melihat kondisi bangsa Indonesia saat ini, sepertinya tujuan tersebut belum bisa dicapai. Sebab, wajah kemiskinan masih membayangi negeri ini. Walaupun pemerintahan baru terus mencari cara menurunkan angka kemiskinan tersebut. Ada tiga program utama pengentasan kemiskinan yang dicanangkan pemerintah. Pertama, seiring dengan pertumbuhan, perekonomian Indonesia sedang berubah dari perekonomian yang mengandalkan sektor pertanian menjadi perekonomian yang lebih menonjolkan sektor jasa dan industri. Kedua, seiring menguatnya sistem demokrasi, pemerintah daerah diberi ruang seluas-luasnya untuk mengelola wilayahnya. Ketiga, seiring dengan integrasi Indonesia kedalam dunia internasional, sistem perlindungan sosialnya sedang dimodernisir sehingga secara sosial menjadi setara dan kompetitif di bidang ekonomi.

Selama ini, kesehatan sering dianggap sebagai masalah kedua setelah ekonomi. Padahal, aspek kesehatan sangat strategis dalam menunjang peningkatan ekonomi suatu bangsa. Bagaimana, masyarakat bisa meningkat ekonominya kalau tingkat kesehatanya tidak ideal. Mestinya, harus ada perimbangan dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat dan kesehatannya. Tapi perlu dipahami bahwa kesehatan masyarakat bukan hanya tugas Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tetapi menjadi tugas semua pihak, termasuk masyarakat itu sendiri. Munculnya berbagai penyakit, kadangkala disebabkan pola hidup masyarakat yang tidak teratur. Dalam kondisi seperti ini, sebaik apapun program pemerintah tidak akan berhasil. Sebagai contoh, penyakit Malaria di kawasan Indonesia Timur hingga saat ini sulit diberantas. Papua adalah salah satu provinsi yang menjadi daerah endemis malaria. Penyakit ini menempati urutan pertama dari 10 besar penyakit yang ada. Penyakit malaria di Papua masih sulit diberantas. Hal ini berkaitan dengan penataan lingkungan yang kurang memadai. Status ekonomi penduduk juga masih rendah termasuk keterpenuhan gizi. Adanya perubahan iklim, pembakaran hutan, dan pesatnya proses pembangunan menyebabkan penyebaran penyakit ini semakin meluas. Ditambah lingkungan fisik, kimia dan biologi yang terdiri dari rawa-rawa dan hutan. Penyakit Malaria membutuhkan penanganan multi dimensi, baik masyarakat maupun pemerintah harus aktif dalam menangani permasalahan ini.

Ramadhan Tosepu,S.Km.,M.Kes*

Ramadhan Tosepu,S.Km.,M.Kes*

Tenaga kesehatan masyarakat memiliki berbagai metode dalam menyelesaikan kasus Malaria. Metode tersebut berupa upaya preventif dengan melakukan pendekatan komunitas. Cara ini sangat penting karena akan menimbulkan kepercayaan masyarakat terhadap petugas kesehatan. Tahap selanjutnya, petugas kesehatan akan mudah memberikan masukan dan pesan kesehatan terhadap mereka. Jadi, membangun kepercayaan antara masyarakat dan petugas kesehatan merupakan kunci keberhasilan program kesehatan. Selain Malaria, kematian ibu juga menjadi persoalan yang patut menjadi perhatian. Ada cara untuk menurunkan angka kematian, kesakitan ibu dan neonatal yaitu: Pertama, peningkatan pelayanan antenatal yang mampu mendeteksi dan menangani kasus risiko tinggi secara memadai. Kedua, pertolongan persalinan yang bersih dan aman oleh tenaga kesehatan terampil, pelayanan pasca persalinan dan kelahiran. Ketiga, pelayanan emergensi obstetrik dan neonatal dasar dan komprehensif yang dapat dijangkau. Rencana strategis Kemenkes tahun 2010-2014, ditargetkan, bahwa akhir tahun 2014 disetiap kabupaten/kota terdapat minimal 4 Puskesmas rawat inap mampu neonatal dasar dan satu rumah sakit kabupaten/kota. Melalui pengelolaan pelayanan neonatal dasar dan komprehensif, Puskesmas dan RS diharapkan bisa menjadi institusi terdepan dalam penanganan kesehatan. Dengan berakhirnya program MDGs maka pembangunan nasional akan mengarah pada program Sustainable Development Goals. Program MDGs sangat penting bagi bangsa Indonesia. Sebab, sangat membantu pengembangan pembangunan ekonomi maupun kesehatan. Berbagai elemen turut mengambil bagian dalam menyukseskan program MDGs. Tenaga kesehatan sebagai salah satu tenaga penting telah melaksankan program yang tertuang dalam MDGs. Tantangan kedepan, perlu ada inovasi dan strategi baru dalam menyampaikan program MDGs. Sehingga, hasilnya nanti sesuai harapan semua pihak. (*)

*Penulis adalah Dosen Fakultas Kesehatan (FKM) Masyarakat Universitas Halu Oleo Kendari.


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top