Ini Dia Aplikasi Kurangi Kecelakaan Perlintasan Kereta Api Buatan Anak Negeri – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Ini Dia Aplikasi Kurangi Kecelakaan Perlintasan Kereta Api Buatan Anak Negeri

KENDARINEWS.COM, SURABAYA – Tingkat kecelakaan yang melibatkan kereta api di Surabaya, Jawa Timur cukup tinggi. Perlintasan sebidang antara jalur kereta dan jalan raya menjadi pemicunya.

Litafira Syahadiyanti, mahasiswi Jurusan Teknik Informatika Universitas Dr Soetomo, mengembangkan aplikasi pemetaan tingkat kerawanan perlintasan kereta api di Surabaya dengan memanfaatkan perangkat Android.

Litafira Syahadiyanti menunjukkan aplikasi perlintasan rel kereta api hasil karyanya. Foto: Jawapos

Litafira Syahadiyanti menunjukkan aplikasi perlintasan rel kereta api hasil karyanya. Foto: Jawapos

Di Surabaya, jumlah perlintasan kereta api cukup banyak. Berdasar data PT Kereta Api Daop 8, ada 77 lintasan dan 33 di antaranya masuk kategori merah alias berbahaya.

Sisanya masuk kategori kuning atau sedang. Tidak ada yang masuk kategori hijau alias rendah. Kategori merah dipengaruhi banyak hal.

Di antaranya, padatnya volume kendaraan, tidak adanya palang pintu perlintasan, serta rel kereta yang melintang lurus, miring, maupun melengkung.

“Yang paling berbahaya adalah perlintasan yang tidak berpalang pintu dan tidak dijaga pada jam-jam tertentu,” kata Litafira seperti dilansir Radar Surabaya (KendariPos Group), Kamis (17/1/2/2015).

Fira, sapaan akrabnya, menanamkan ide itu pada aplikasi peta penunjuk arah laiknya  Google Maps.

Dua aplikasi tersebut memang bisa dipakai dengan cara yang sama. Bedanya, aplikasi buatan Fira mampu menunjukkan perlintasan mana saja yang akan dilewati pengendara.

Aplikasi yang akan diunggah di PlayStore itu tidak saja menampilkan spesifikasi perlintasan, namun juga mencantumkan keterangan berpalang pintu atau tidak.

Saat pengendara berjarak 2 mil dari perlintasan, telepon pintar miliknya akan kembali menunjukkan peringatan. Hanya, peringatan itu berbentuk teks, tanpa bunyi dan getaran.

Alumnus SMAN 15 Surabaya tersebut menyatakan bahwa banyak hal yang masih harus dikembangkan dari aplikasi buatannya. Kendati demikian, inovasi anak pasangan Lusi Zaenal Arif dan Lita Hartiningsih itu akan membantu banyak masyarakat yang kurang perhatian pada perlintasan itu.

Apalagi, jumlah kecelakaan di perlintasan KA cukup tinggi. Berdasar data Kementerian Perhubungan, terjadi 535 kecelakaan KA pada 2006–2011.

(hen/awa/jpg/pojoksatu/zul)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top