Pariwara
Opini

Geliat Muna Barat Ditangan Rajiun (Refleksi Setahun Jadi DOB)

Pj Bupati Muna Barat, LM Rajiun Tumada

Pj Bupati Muna Barat, LM Rajiun Tumada

[dropcap]23 Juli 2014 [/dropcap]menjadi moment bersejarah yang tidak akan pernah dilupakan oleh Masyarakat Muna Barat (Mubar). Hari itu adalah awal dari lahirnya sebuah daerah Otonomi Baru (DOB). Pemekaran yang sudah lama dirindukan akhirnya terkabul setelah pemerintah pusat (Kemendagri dan DPR RI) menyetujuinya. Tidak tergambarkan bagaimana luapan suka cita masyarakat Mubar ketika itu. Walaupun juga tidak bisa dipungkiri, kalau ada segelintir orang kurang suka. Tapi itu masa lalu, sekarang masyarakat Mubar sudah merasakan betapa keputusan memisahkan dari induk sangat tepat.

Kini tidak terasa, Mubar rupanya sudah setahun menjadi DOB. Ibarat usia seorang bayi, Mubar saat ini sedang imut-imutnya sehingga membuat gemas orang yang melihatnya. Meski perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) agak telat dirayakan, namun tidak menjadi soal. Bagi masyarakat, lebih baik menikmati meriahnya seremonial HUT ketimbang mendebat kapan tepatnya HUT Mubar dirayakan. Maklum, suasana perayaan HUT yang luar biasa mampu menghipnotis relung jiwa masyarakat Mubar. Kini setahun berlalu, lalu apa kabarmu Mubar? Sudahkah engkau berbenah untuk masyarakatmu? Sebab, puluhan ribu masyarakat menggantungkan asa padamu. Tak berlebihan kiranya berharap lebih baik dari sebelumnya. Berharap ada penyediaan lapangan kerja. Berharap ada pembangunan yang menyentuh kebutuhan langsung masyarakat. Dan yang tak kalah penting, berharap ada perbaikan nasib kesejahteraan, sebab itulah tujuan utama engkau dimekarkan.

Secara kasat mata, Mubar memang mulai bergeliat. Pembangunan terlihat di sana-sini. Antusias masyarakat berlomba abdikan diri pun cukup luar biasa, meski hanya tenaga pengabdi di instansi Pemda. Meski demikian, itu lebih baik ketimbang yang dulu. Sejak postur Pemda Mubar dibentuk dan La Ode Rajiun Tumada dilantik menjadi Pj Bupati, perubahan memang mulai nampak. Ekspestasi publik yang begitu besar sejak Mubar mekar, rupanya tak sia-sia di tangan mantan Kasatpol PP Pemprov Sultra ini. Gebrakan kebijakan pembangunan yang dilakukan sejauh ini cukup fantastis.
Meski berbekal anggaran seadanya, Rajiun yang sebagian orang dianggap bukan putra daerah Mubar mampu membuktikan kalau dia bisa berbuat lebih. Proyek jalan dan jembatan boleh jadi acuan pembanding grafik pembangunan Mubar sejauh ini. Rajiun tahu betul rupanya keinginan masyarakatnya. Jalan dan jembatan adalah askes transportasi yang kerap dikeluhkan masyarakat Mubar selama ini, perlahan terwujudkan meski belum semuanya terjamah.

Selain fokus pada infrastruktur dasar, Mubar pun ikut disolek dengan menghadirkan mega proyek jalan lingkar (ring road) Kota Laworo. Disetiap sudut kota ikut dipancang lima titik gerbang masuk kota. Proyek ini disebut-sebut bakal menjadi ikon Mubar ke depan. Hingga wajar bila, dari sekian banyak pembangunan yang sudah dilakukan, Mubar kerap digadang-gadang mampu melampaui prestasi daerah induknya dari sisi pembangunan. Apalagi Mubar ditopang sumber daya yang mumpuni seperti halnya Pertanian dan Perikanan sebagai aset sumber PAD. Jika melihat sederet prestasi pembangunan yang sudah ditorehkan, perkembangan Mubar sepantasnya diapresiasi. Paling tidak, baru setahun mekar sudah mampu menunjukkan eksistensinya.  Meski begitu, berhasilkah Rajiun melakukan terobosan perubahan sejauh ini di Mubar?

Rasanya terlalu dini dan subyektif jika mengasumsikan demikian. Setahun kendali pemerintahan belum cukup untuk menyimpulkan prestasi kerja seseorang. Namun, sebagai penjabat bupati, Rajiun sewajarnya mendapat apresiasi. Sebab, dengan ide dan gagasan briliannya mampu memoles wajah Mubar, yang dulunya kusut dan kumal menjadi cantik nan anggun. Ada beberapa komponen utama untuk mengukur prestasi kerja seorang Pj Bupati DOB, ditinjau dari aspek manfaat dan skala prioritas. Berdasarkan UU No 23 Tahun 2014 sebagai mana telah diubah dengan UU No 9 Tahun 2015 tentang Pemerintah Daerah. Beberapa kewajiban daerah persiapan, tentu termasuk DOB adalah menyediakan sarana dan prasarana pemerintahan, membentuk perangkat daerah serta mengelola anggaran belanja daerah.

Dari beberapa poin kewajiban DOB diatas, mari ditinjau satu-persatu. Pertama, menyangkut penyediaan sarana prasarana pemerintahan. Untuk aspek ini, tentu yang dimaksud bukan sarana jalan dan jembatan. Penyediaan sarana pemerintahan yang dimaksud bisa jadi fasilitas gedung perkantoran lengkap dengan perangkat-perangkatnya, guna menunjang jalannya pemerintahan. Item ini sifatnya mendesak bagi DOB sebab sangat dibutuhkan untuk melancarkan pelayanan masyarakat.
Kedua, membentuk perangkat daerah. Aspek ini pun tak kalah pentingnya. Pemerintah DOB berkewajiban membentuk perangkat daerah. Tentu motivasinya bukan untuk bagi-bagi jatah kekuasaan, tetapi pembentukan perangkat daerah harus disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi daerah. Dalam konteks ini, semestinya tidak perlu perangkat berlebihan, supaya tidak membebani keuangan daerah. Dan paling urgen pula adalah pejabat yang menduduki perangkat daerah tersebut baiknya disesuaikan dengan kompentesi keilmuannya agar mampu memahami dan cepat menyesuaikan dengan Tupoksi kerjanya.

Ketiga, mengelola anggaran belanja daerah. Maknanya bahwa, DOB diberi kewenangan penuh untuk mengelolah APBD. Tentu mengedepankan asas manfaat dan prioritas berdasarkan kebutuhan mendesak masyarakat. Prinsip kehati-hatian dan tepat guna menjadi poin penting pada aspek ini. Sebab, DOB berdasarkan UU 23 Tahun 2014 tentang Pemda jelas sumber pendanaanya. Disamping punya DAU/DAK sendiri, DOB juga kebagian dana hibah baik dari propinsi maupun kabupaten induk. Sehingga, bila tidak teliti dalam penggunaanya bisa jadi tidak tepat guna, sehingga akan menimbulkan masalah dikemudian hari.

[two_third]

Jika merujuk dari uraian di atas, dikaitkan dengan tata kelola DOB Mubar, sejauh ini Pemda Mubar cukup berhasil menerjemahkan keinginan regulasi yang ada. Meski demikian, ada beberapa catatan krusial menyangkut pembentukkan dan penempatan pejabat SKPD.  Sebab bukan tak mungkin kegagalan sebuah daerah kadang disebabkan kurangnya pemahaman para pejabatnya terhadap potensi dan kearifan lokal daerah setempat. Olehnya itu, penempatan pejabat SKPD perlu ditelisik ulang guna memastikan efektifitas kerja masing-masing SKPD. Disamping itu, fasilitas pemerintahan pun sudah harus dipikirkan ke depannya, termasuk fasilitas perkantoran DPRD yang lebih representatif. Bagaimana mungkin berharap bisa kerja maksimal kalau fasilitas pendukung tidak memadai.

Namun secara umum, Pemda Mubar sudah berhasil membawa angin segar perubahan. Ketimpangan pembangunan di Mubar, kini perlahan mulai terobati. Paling tidak, anggaran pembangunan dulunya digantang di Muna induk, kini Mubar punya otoritas sendiri. Tinggal bagaimana momentum yang baik ini bisa dikelola dengan baik agar tidak tergerus kepentingan sesaat elit-elit tertentu. Apalagi kalau terpolarisasi kepentingan pilkada 2017 nanti.

Kadang Sulit dihindari memang, resistensi Pilkada tercampur aduk dengan pragmatisme. Akibatnya, semua yang sudah terencana dengan baik bisa buyar seketika. Sangat disayangkan bila gairah Mubar yang mulai bermetamorfosa harus dikorbankan hanya karena pragmatisme dan silang sengkarut para pelakon politik berebut kekuasaan. Untuk itu perlu peran tangan-tangan bijak untuk mengeliminir resistensi yang bisa berdampak buruk bagi embrio pembangunan Mubar. Tentu Pemda setempat bertanggungjawab penuh menfasilitasi jalannya proses Pilkada damai ke depan. Dan memastikan hingga ada bupati definitif yang terpilih, moga Mubar tetap dalam situasi yang kondusif dan terkendali. (***)

Penulis adalah salah satu tokoh pemuda Kabupaten Muna Barat

[/two_third]

[one_third_last][ads1][/one_third_last]


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
loading...
1 Comment

1 Comment

  1. suharyanto. s.pd.i

    18 Okt 15 19:45 at 19:45

    saya merasa terharu dengan pemerintahan pejabat bupati muna barat dan saya berharap kedepan sebagai bupati muna barat dansaya yakin masyarakat mubar adalah sebagai. pendukunya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top