Adu Bukti … Dua Kubu Optimis Menangkan Lahan Emas – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Adu Bukti … Dua Kubu Optimis Menangkan Lahan Emas

KENDARINEWS.COM, KENDARI– Ketua Yayasan Puuwonua, Latif Haba merasa yakin dan mengklaim diri sebagai pemilik lahan yang saat ini digarap PT. Panca Logam Makmur (PLM). Menurutnya surat kepemilikan tanah yang saat ini dipegangnya adalah bukti sah sebagai dasar pembayaran kompensasi atas usaha tambang emas di atasnya. Tidak ada bukti lain yang bisa menggugurkan kelompoknya sebagai penerima kompensasi.

18-plmindexMelalui Kuasa Hukumnya, Andi Almu Yasir, SH, Latif Haba mengatakan, pihaknya tidak akan melanjutkan gugatan mereka dan siap mencabut tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Kendari, jika PT. PLM atau Yayasan Mokole Rumbia selaku penerima komensasi saat ini, bisa menunjukan bukti valid yang bisa mengalahkan fakta klaim mereka.

“Kami masih memegang surat kepemilikan tanah yang ditandatangani I Pimpie selaku Raja Moronene kala itu dan dianggap camat jika saat ini. Surat kepemilikan tanah tersebut diberikan kepada I Haba ayah dari Latif Haba selaku pemilik tanah sah. Surat itu ditandatangani tahun 1969 dan diperbaharui kembali tahun 1971. Kalau ada bukti lain selain ini kami siap cabut gugatan,” tegas Andi.

Dirinya tidak mau berdebat dalam persidangan nanti. “Kalau ada surat kepemilikan tanah diterbitkan sebelum surat yang dipegang oleh klien saya maka kami siap mundur. Yang dipegang Alfian Pimpi saat ini dan jadi perjanjian bersama PT. PLM kubu Surabaya adalah surat ahli waris. Pada bukan itu sebenarnya yang menjadi dasar,” tegasnya, kemarin.

Ia pun mendesak agar manajemen PT. PLM Surabaya menghentikan sementara proses penambangan di lahan kliennya. Selain belum memberikan kompensasi juga karena masih dalam proses sengketa. PT. PLM juga diingatkan secepatnya membenahi lokasi pertambangan agar bisa mengetahui secara jelas siapa pemilik lahan sebenarnya.

Diberitakan sebelumnya, kubu Alifan Pimpi yang mengaku sebagai Ketua Yayasan Mokole Rumbia juga mengklaim diri benar dalam proses penerimaan kompensasi ganti rugi lahan dari PT. PLM. Menurut kuasa hukum Alfian Pimpi, Mastri, SH, berdasarkan surat verifikasi dari Badan Pertanahan Kabupaten Bombana, PT PLM kubu Surabaya tidak lagi menggarap lahan Yayasan Puuwonua. “Lahan yang digarap saat ini adalah milik Yayasan Mokole diketuai Alfian Pimpi. Sementara lahan Latif Haba berada jauh dari pusat pertambangan sekarang. Latif Haba juga telah diganti oleh klien saya untuk memimpin yayasan berdasarkan surat pernyataan keluar dari sembilan rumpun,” kata Mastri.

Menanggapi jawaban tersebut, Andi Almu Yasir, SH, mengatakan, argumentasi itu tidak mendasar, melainkan bukti kepemilikan tanah. “Lahannya Alfian Pimpi itu seluas 400 hektar. Tanah itu dihibahkan pada Naketrans Bombana untuk lokasi transmigrasi sebelum adanya PT. PLM di SP 1 dan SP 2 bukan di Wumbubangka. Biarkan pengadilan yang memutuskan. Yang pasti saat ini klien saya didukung sembilan rumpun Yayasan Puuwonua yang kecewa atas tindakan PT. PLM,” tegasnya.

Dalam sebuah kesempatan, Kuasa Direktur PT. PLM Surabaya, La Ode Darwin menegaskan, sesuai hasil verifikasi, kompensasi lahan itu harus dibayar ke Alfian Pimpi. “Bukan pada Latif Haba,” katanya. (c/egy)


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top