Ternyata… Terdakwa Dugaan Korupsi Pengadaan 10 Unit Kapal di Wakatobi, Dua Bersaudara – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Ternyata… Terdakwa Dugaan Korupsi Pengadaan 10 Unit Kapal di Wakatobi, Dua Bersaudara


KENDARINEWS.COM, KENDARI — Kejari Wangi Kabupaten Wakatobi, ternyata menetapan dua bersaudara, Mirna Apriani dan Anang Muhammad Rijayaldi sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan 10 unit kapal tangkap ikan dan kelengkapannya pada dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Wakatobi tahun 2006 lalu. Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Kendari, Jumat (9/10), tampak kedua terdakwa tenang dan serius menyimak pembacaan nota keberatan (eksepsi) melalui penasihat hukum mereka terhadap Jaksa Penuntut Umum (JPU).

264682_sidang-perdana-kasus-pembunuhan-ade-sara_663_498

ILUSTRASI

Sidang tersebut, dimpimpin Arwana, SH selaku Ketua Majelis Hakim. Pembacaan eksepsi diawali dari terdakwa Mirna Apriani yang merupakan pemilik CV Arisandi Utama sebagai pihak kontraktor yang menanggani pekerjaan pengadaan 10 unit kapal tersebut. Dalam pembelaannya, Pengacaranya, Muh. Gazali Hafid, SH  menerangkan jika kliennya tidak melawan hukum dan tidak menyalagunakan kewenangan sesuai yang dituduhkan dalam Dakwaan. Namun, kliennya bertindak sebagai pemberi CV Kepada Hasanuddin dan hal itu melalui prosedur hukum yakni berupa surat kuasa.

“Dakwaannya tidak jelas mana yang dimaksud melawan dan menyalagunakan kewenangan, karena Mirna Apriani tidak ada sangkut pautnya dalam perkara ini,” kata Gazali. Setelah selesai membacakan pembelaan terhadap klien Mirna Apriani, pengacara yang juga menjadi kuasa hukum dari terdakwa Anang Muhammad Rijayal selaku konsultan proyek kapal anggaran APBD juga dibacakan eksepsinya.

Isi eksepsi bahwa Anang Muhammad Rijayaldi hampir sama dengan terdakwa Mirna Apriani, hanya yang membedakan adalah konsultan dituduhkan ikut serta mengatur pemenangan paket pekerjaan itu. Padahal sesuai aturannya konsultan tidak memiliki kewenangan itu, tetapi yang mempunyai kuasa adalah pemegang kuasa anggaran dalam hal ini pemerintah. “Jadi ini juga tidak benar kalau klien kami ikut serta mengatur jalannya tender pekerjaan itu,” tutur Gazali.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Wangi-wangi, Dwinanto Agung Wibowo, MH menuntut terdakwa Mirna dan Anang Muhammad Rijayaldi dengan pasal 3 dan 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 KUHP. “Ancaman hukumannya, pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda Rp 1 miliar,” tegas Kasiintel Kejari Wangi-wangi.

Sekedar diketahui, Mirna Apriani dianggap menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana, sebagaimana diatur dalam ketentuan pasal 32 ayat 3 dan ayat 4 Keputusan Presiden Nomor 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanan pengadaan barang/jasa pemerintah. Dan Anang Muhammad Rijayaldi diduga bekerjasama membantu memuluskan pemenangan 10 paket proyek pengadaan kapal tangkap ikan itu. Dengan total kerugian negara mencapai angka sekira Rp 3 miliar sesuai hasil audit BPKP perwakilan Sultra.  (Heris Ramadhan/b)


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top