Pariwara
Bau-bau

Dewan Usulkan Dua Raperda Inisiatif

unnamed (1)

Fajar Ishak

KENDARINEWS.COM, BAUBAU — DPRD Kota Baubau mulai menunjukan keseimbangan kinerja dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Selain memaksimalkan fungsi pengawasan dan fungsi badjeting (anggaran) DPRD Kota Baubau juga mulai mempertontonkan kinerjanya dalam fungsi legislasi.

Jika tidak ada aral melintang di tahun 2015 ini, dewan sudah mempersiapkan dua raperda inisiatif yang akan dibahas bersama pemerintah. Jika hal itu direalisasikan maka untuk pertama kalinya sejak Kota Baubau terbentuk sebagai daerah otonom baru, dewan mampu menghasilkan perda inisiatif sendiri.

Ketua Badan Legislasi DPRD Kota Baubau, Fajar Ishak menjelaskan dalam progam legislasi sudah ditetapkan rencana untuk menuntaskan pembahasan lima raperda di tahun 2015. Dari jumlah tersebut dua diantaranya merupakan raperda inisatif dewan dan tiga raperda lainnya merupakan usulan dari pemerintah.

Dua raperda inisiatif dewan yang akan dibahas dengan menyisahkan dua bulan penghujung tahun ini yakni raperda kesehatan ibu bayi dan balita (Kibla). Dewan juga berencana menyusun raperda mengenai pedoman pembentukan lembaga kemasyarakatan ditingkat kelurahan. “Ini penting agar lembaga ditingkat kelurahan ini bisa dipayungi secara hukum melalui peraturan daerah,” beber legislator Hanura ini, Jumat (9/10).

Khusus raperda yang usulannya akan diajukan dari pihak eksekutif diantaranya raperda penyertaan modal daerah, raperda pemberian insentif dan kemudahan dalam penanaman modal dan raperda mengenai perubahan retribusi pasar.  Dikatakan dalam rapat kerja bersama pemerintah, dewan telah menyampaikan segala bentuk kelengkapan raperda yang akan dibahas. Diantaranya naskah kajian akademik termasuk draf raperda yang harus dikoreksi agar disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Agar pembahasan raperda bisa dimaksimalkan badan legislasi akan berkodinasi dengan badan musyawarah dewan sehingga secepatnya dilakukan rapat penjadwalan pembahasan agenda kelima raperda tersebut. Apalagi dewan juga memiliki agenda yang cukup padat termasuk disibukan dengan pembahasan KUA/PPAS APBD tahun 2016 yang dimaksimalkan sebelum akhir tahun.

“Kalau semua ini sudah dilengkapi maka pada saat masuk pembahasan antara badan legislasi dengan tim hukum pemerintah daerah tinggal merasionalisasi apa yang sudah ada agar tidak memakan waktu yang lama,” tukasnya. Dasar usulan inisiatif dewan mengajukan perda kesehatan ibu bayi dan balita di Kota Baubau karena tidak bisa dipungkiri tingkat kematian ibu dan balita dan kasus melahirkan masih tergolong tinggi. Diharapkan dengan mengatur hal itu melalui regulasi akan menekan tingkat kematian ibu dan balita di Baubau bahkan diharapkan bisa mencapai zero. (La Ode Aswarlin/b)


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top