112 Hektar Sawah Berpotensi Gagal Panen, Kerugian Petani Hingga Miliaran – Kendari Pos
Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Bau-bau

112 Hektar Sawah Berpotensi Gagal Panen, Kerugian Petani Hingga Miliaran

KENDARINEWS.COM, BAUBAU — Kemarau yang berkepanjangan yang melanda Kota Baubau mengakibatkan sawah milik petani padi di wilayah Ngkaring-ngkaring dan sekitarnya terancam gagal panen. Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Baubau telah merilis lebih 33 hektar dipastikan gagal panen, sementara masih ada 79 hektar lagi yang berpotensi akan mengalami hal serupa akibat kekeringan.

unnamed

Foto : La Ode Aswarlin/kendariNews.com — Kemarau berkepanjangan mengakibatkan kualitas padi yang dihasilkan para petani tidak maksimal. Tampak Kadis Pertanian dan Kehutanan Kota Baubau, dr Zamni sedang sibuk mengecek kualitas padi yang ditanam para petani yang terancam ratusan sawah gagal panen

Jika hal itu terjadi maka kemungkinan total kerugian para petani mencapai hampir setengah miliar. Karena untuk mengelolah satu hektar sawah, petani harus menyiapkan modal minimal Rp 5 juta. “Jika menanam sendiri rata-rata kerugiakan petani kita kisaran Rp 5 juta per hektar dengan rincian biaya untuk beli pupuk dan bahan sekitar 3 juta dan Rp 2 juta untuk biaya sewa traktor. Tapi jumlah tersebut akan meningkat apabila menggunakan jasa tenaga tanam termasuk biaya bahan bakar traktor,”  tukas Anggota DPRD Kota Baubau, I Ketut Karmawirata.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, lanjut legislator Hanura itu, sebagian kelompok tani bisa mendapatkan pasokan air dengan sistem air bergilir yang diberikan pemerintah. Namun debet air masih relatif kecil sehingga para petani kesulitan memaksimalkan hasil panennya.

Kondisi kekeringan tersebut diprediksi yang paling parah dari pengalaman sebelumnya. Para petani bahkan harus menyedot air dari kali yang sebenarnya juga dalam kondisi yang kering. Tidak sedikit para petani harus pasrah karena harus gagal panen. “Cukup banyak keluhan yang disampaikan para petani, makanya pada program peningkatan pertanian tahun ini diharapkan program pemerintah bisa diarahkan dalam penanganan masalah kekeringan ini,” tambahnya.

Salah seorang petani I Ketut Ardian yang ditemui di Ngkaring-ngkaring membenarkan mengenai kerugian yang mencapai Rp 5 juta per hektar sawah yang dikelolah akibat kondisi kekeringan. Meski masih ada sebagian sawah yang bisa diselamatkan dari persoalan tersebut namun dipastikan akan berdampak pada penurunan hasil produksi. “Sebelumnya kita bisa hasilkan 90 karung tapi kalau kondisi begini kemungkinan hasil tinggal 40 sampai 50 karung saja,” tukasnya. Sampai saat ini para petani masih mengharapkan turunnya hujan. Meski para petani pesemis karena pengalaman yang dirasakan biasanya hujan baru akan turun perkiraan dibulan Januari tahun  depan. (La Ode Aswarlin/b)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top