Eksepsi Terdakwa Korupsi Alkes Ditolak – Kendari Pos
Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Eksepsi Terdakwa Korupsi Alkes Ditolak

13012014153344-url

KendariNews.com, Kendari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kendari kembali menyidangkan Heri Faisal, terdakwa dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) tahun 2014, Senin (5/10). Agenda yang berlangsung kemarin adalah pembacaan putusan sela atas eksepsi (nota keberatan) terdakwa terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) melalui Penasihat Hukumnya.

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang dipimpin Purwanto S Abdulah, SH menolak permohonan eksepsi penasihat hukum mantan Kadis Kesehatan Kolaka Timur itu dan memerintahkan jaksa untuk melanjutkan pemeriksaan terhadap dugaan korupsi tersebut yang dilakukan.

“Majelis hakim menyatakan menolak eksepsi penasihat hukum terdakwa karena sebagian alasan yang diajukan sudah masuk materi pokok perkara. Menyatakan surat dakwaan penuntut umum tertanggal 10 September 2015 adalah sah menurut hukum sehingga dapat dijadikan dasar untuk melanjutkan pemeriksaan perkara ini,” kata Purwanto S Abdulah, SH.

Sekadar diketahui, pada tahun 2014 saat Heri Faisal menjabat sebagai Kadis Kesehatan dan Jubair pada posisi sekretaris dinas yang juga ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kolaka diduga kuat menyelewengkan dana anggaran pengadaan alat kesehatan serta honor pegawai dari APBD Kabupaten Kolaka Timur. Total kerugian berdasarkan hasil audit BPKP Sultra sebesar Rp 700 juta.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Kolaka, M. Heri Okta Saputro, SH yang menangani perkara tersebut akan menindaklanjuti putusan sela tersebut dan melanjutkan proses persidangan dan pemeriksaan para saksi. “Terdakwa didakwa berdasarkan pasal 2 dan 3 undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar,” tandasnya. (b/p14)

[ads1]

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top